Tobatnya Psikopat Bucin

Tobatnya Psikopat Bucin
Bab 25 Susahnya menerima kenyataan.


__ADS_3

"Kenapa." tanya Mommy Yohan pada Ujang.


Ujang menatap Nyonya itu, perempuan yang sudah menjadi majikannya selama 10 tahun terakhir.


"Karna saya tidak menyukai Nona, Nyonya bagi saya Nona sudah seperti adik saya yang harus saya jaga tapi untuk masalah hati saya masih mencintai Mimin, Mimin tidak secantik Nona tapi saya menerima Mimin apa ada nya Nyonya." ucap Ujang lagi sambil menunduk.


"Walaupun dia sudah kotor, lebih tepatnya dia bekas anak saya, coba fikir kan baik-baik Ujang karna saya tidak akan memberikan kesempatan dua kali, jika kamu menerima anak saya, saya akan jamin wanita itu akan aman tapi jika kamu menolak menikahi anak ku, dengan berat hati aku akan bunuh perempuan itu." ucap Mommy nya Yohan.


Senyum nya sungguh senyum menakutkan sekali penuh dengan kelicikan yang hakiki, Ujang menahan mengepalkan tangan nya ini yang Ujang benci pada majikanya.


Baik jika kamu ingin bermain main dengan ku, tunggu dimana aku akan menghancurkan keluarga mu. Ujang.


"Apa pun keputusanku kamu harus menerima nya karna kamu tak lebih hanya seorang budak." ucap nya lagi.


Aku akan ikuti permainan mu. Ujang.


"Jika menurut Nyonya saya termasuk kriteria yang cocok untuk Nona, saya bersedia menikahi Nona tapi sebelum itu Nyonya pastikan dulu, apakah Nona mau dan bersedia menerima pernikahan ini." ucap Ujang kali ini mata nya menatap perempuan itu.


"Malam ini kamu datang ke cafe yang sudah saya tentukan, buat putri saya bahagia." ucap nya dan langsung berdiri.


"Baik." ucap Ujang.


Ujang menundukkan kepala nya ketika Nyonya akan berjalan, dalam menunduk kan kepala Ujang menatap kakinya dengan tatapan tajam.


***


Tak terasa malam begitu cepat datang, Ujang menatap gedung cafe yang begitu mewah dan elegan, sebelum keluar dari mobil Ujang menatap gedung itu dengan wajah sedih karna gedung itu mengingat kan dirinya pada Mimin ketika pertama kali keluar bersama Mimin.


Ujang pun membuka handphone nya dilayar nya ada wajah gadis berseragam merah putih dengan dirinya yang mengenakan seragam putih abu abu, dari dulu Ujang sudah mempunyai rasa ke Mimin sedari kecil tetapi takdir tidak pernah berpihak pada nya.


Min, tunggu sebentar lagi aku akan membereskan ini semua demi kebaikan mu. Ujang.


Dengan menghembuskan nafas kasar Ujang pun turun dari dalam mobil keluar menuju gedung cafe nan megah itu.


Saat sudah masuk disana sudah ada Nyonya nya dan Nona Berly yang duduk dengan anggun walaupun Nona Berly cantik entah kenapa Ujang sama sekali tak melirik nya.

__ADS_1


Saat sudah sampai dimeja nya Ujang langsung menunduk ke Nyonya nya.


"Duduk lah, wahai calon menantu ku." ucap nya dengan senyum licik.


Wajah Berly menatap Mommy nya tak percaya dengan perkataan nya barusan itu sementara Ujang langsung duduk di depan Nona Berly.


"Berly sayang." panggil Mommy nya yang sedari tadi masih bengong menatap Mommy nya itu.


"Ehmm, yah Mih." ucap Berly berusaha bersikap setenang mungkin.


"Mommy ingin menjodohkan kamu dengan Ujang, dia lelaki yang pantas untuk mu dan Mommy rasa kamu juga menyukainya." ucap Mommy itu sambil tersenyum kepada putrinya.


Mendengar ucapan Mommy nya Berly terkejut wajah nya sudah seperti kepiting rebus, sementara Ujang dia juga terlihat terkejut mendengar ucapan terakhir dari majikanya itu.


"Mommy serius." tanya Berly kali ini gak percaya dengan ucapannya barusan.


Karna Berly tau sifat Mommy itu seperti apa.


"Yah, Mommy serius. kamu harus mau, semua persiapan pernikahan udah Mommy atur dua hari lagi kamu akan menikah dengan Ujang, ohh yah Ujang sebaiknya ibu mu tidak usah dikasih tau." ucap Mommy Berly.


Sementara itu mata Berly menatap Ujang melihat wajah nya yang hanya terdiam tidak berbicara sedikit pun.


Apakah kamu tertekan Ujang menikah dengan ku. Berly.


Mommy nya Berly pun memberi peraturan kepada Ujang dan Ujang hanya mengangguk kepala saja sementara Berly merasa sangat kasian melihat Ujang dia tau Ujang tertekan tapi dirinya juga sangat menginginkan hal ini, dan mata Berly menatap Mommy nya yang masih berbicara dengan Ujang.


Bagaimana Mommy tau perasaan ku kepada Ujang dan kenapa Mommy begitu mempercepat menikah kan aku dengan Ujang, sebenarnya apa yang disembunyikan Mommy, dan Ujang terlihat tenang bahkan tak ada penolakan walau aku sendiri tau hatinya bukan untuk ku.


"Berly." panggil seseorang dibelakang Berly.


Berly dan Mommy, begitu juga Ujang melihat orang yang memanggil Berly dari belakang, tanpa mereka sadari Joy sedari tadi mengawasi.


Bukan kah dia lelaki asing yang ada di foto. Joy.


"Om Nata." ucap Berly saat lelaki asing itu kini berjalan mendekati Berly dan tanpa rasa canggung sedikit pun duduk di samping Mommy nya Berly.

__ADS_1


"Kamu sudah datang." ucap Mommy Berly.


"Sudah." ucap nya dan melirik ke Ujang begitu pun sebaliknya Ujang juga melirik ke pria itu.


"Tuan." ucap Ujang menundukan kepala nya.


Ujang sudah tau hubungan gelap antara Nyonya dengan lelaki yang ada dihadapannya itu.


"Bagus, kamu masih sama seperti dulu, aku tau semua rencana ini dan aku yang mengusulkan pernikahan ini karna aku tau suatu saat Anjing yang dipelihara oleh majikanya akan berbalik menyerang majikannya ketika majikanya sudah tidak membutuhkan nya lagi." ucap nya dengan senyum misterius.


Aku tau semua ini rencana mu. Ujang.


"Om Nata, maksud ucapan Om Nata apa." tanya Berly mencoba mencairkan suasana.


Mata Om Nata menatap Berly dan tak lama mengelus kepala Berly dengan lembut senyum nya kini lebar menampilkan gigi rapih nan putih itu.


"Belajar nya mengerti kondisi Berly sayang, walaupun kamu terlihat cantik tapi tidak membuat orang yang kamu suka menyukai mu balik, tapi kamu tidak usah takut, karna Om Nata." ucapan Om Nata berhenti dan kini mata nya menatap Ujang sementara satu tangan nya mengelus kepala Berly.


"Akan selalu melindungi mu." ucap Om Nata nada nya begitu terkesan merinding.


Berly yang masih belum paham pun hanya tersenyum menanggapi ucapan Om Nata, sementara itu Ujang hanya bisa tenang tenang sampai keadaan berbalik dirinya diatas.


Joy yang sudah mendengar kan semua ucapan itu memberi kan hasil rekaman nya ke Tuan Yohan, sampai jam dua dini pagi mereka baru selesai Ujang pulang bersama Berly sementara Mommy nya masih duduk meminum alkohol bersama Om Nata.


Tring.


Sebuah pesan masuk ke handphone Joy dengan cepat Joy melihat pesan itu.


pesan dari Tuan Yohan.


Tugas mu hanya fokus pada Mommy dan Ujang, dan cari tau ada hubungan apa dengan Om Nata itu.


Joy yang melihat pesan itu hanya bisa menghembuskan nafas berat tugas nya semakin menumpuk.


Baik Tuan.

__ADS_1


Hanya dua kata itu balasan dari Joy ke Tuan Yohan.


__ADS_2