Tobatnya Psikopat Bucin

Tobatnya Psikopat Bucin
Bab 39 Apakah mencurigai itu pertanda Cinta


__ADS_3

"Silahkan Tuan dan Nona." ucap Joy saat Tuan Yohan dan Mimin mendekat.


Yohan pun menyuruh Mimin duduk dan makan, Mimin melihat sekilas makanan didepan nya sungguh makanan kesukaan nya.


"Sayang, aku sengaja menyuruh koki memasak nasi goreng kesukaan mu, ayo coba lah jangan hanya dilihatin saja." ucap Yohan.


"Ohh iyah." ucap Mimin.


Mimin dan Yohan pun makan dengan lahap sambil bercerita kini mereka pun semakin akrab dan dekat.


Selesai makan Yohan menyuruh Mimin kekamar duluan karna Joy tadi ingin mengatakan sesuatu.


"Katakan ada apa." tanya Yohan.


"Tuan maaf menganggu waktu Tuan Yohan, semua berkas disini harus segera ditandatangani Tuan Yohan karna sudah dua bulanan ini Tuan Yohan hanya menumpuk berkas." ucap Joy.


Yohan menatap tumpukan berkas yang hampir mengunung itu.


"Bantu aku menyelesaikan nya." ucap Yohan.


"Tuan apa tidak besok saja, saya hanya memberi tau Tuan." ucap Joy.


"Tiga jam, aku tidak mau besok menambah menumpuk beban ku." ucap Yohan.


Dengan cekatan Yohan pun meraih berkas itu dan fokus mengamati setiap tulisan yang ada di berkas itu.


Dilain kamar Mimin sedang duduk di sofa menunggu kedatangan Yohan, tapi tidak kunjung juga datang sampai Mimin ketiduran disofa.


Suara Hordeng terbuka membuat Mimin terbangun karna silau matahari menyilaukan mata nya.


"Maaf Nona." ucap pelayan itu karna membangunkan Mimin.


Mimin mengumpulkan nyawa nya menatap sekeliling dan baru tersadar kalo dirinya semalam menunggu kedatangan Tuan Yohan.


"Ehmm Tuan Yohan dimana." tanya Mimin gugup karna dia mengenali pelayan itu walaupun cuma sepintas.


"Tadi Tuan Yohan berpesan pada saya, harus membangunkan Nona dan membantu nya melakukan apa pun yang Nona mau." ucap Nya.


"Ehmm, panggil Mimin aja yah, lagian aku tak jauh beda dengan mu kamu tau sendiri kan aku dulu kek gimana, ohh yah dan bagaimana kabar Kak Elsa." tanya Mimin.


"Maaf Nona, mungkin dulu nasib nona tidak beruntung tapi sekarang Nona adalah istri sah Tuan Yohan dan saya harus melayani anda dengan sopan dan untuk Kak Elsa dia tidak di tugas kan disini sekarang dia dipindah tugaskan, saya sendiri tidak tau tugas Kak Elsa sekarang apa." ucap nya menjelaskan.

__ADS_1


Mimin terdiam.


"Apa Kak Elsa dipindah tugas kan karna aku." tanya Mimin menatap pelayan itu.


"Maaf Nona saya tidak tau." ucap nya.


"Baiklah, kamu boleh pergi nanti kalo saya butuh sesuatu saya akan panggil kamu." ucap Mimin.


Mimin pun kembali tidur, menatap pemandangan dipagi hari lewat tempat tidur, mentari pagi begitu ternik.


"Lebih baik aku mandi, dan menanyakan langsung pada Tuan Yohan." ucap Mimin berdiri dan langsung menuju ke kamar mandi nya.


Setelah selesai mandi Mimin pun keluar dari kamar Tuan Yohan melihat sekeliling sepi sekali.


Lebih baik aku makan dulu sebelum menanyakan tentang Kak Elsa. Mimin.


Mimin pun menuju dapur tapi pelayan sepi, karna jika tidak ada tugas mereka di kamar masing-masing, Mimin pun membuka persediaan mie instan yang biasa dia makan kalo dirumah ini.


Setelah selesai membuat Mimin pun memakan nya dengan lahap, sambil melihat sekeliling sepi, sunyi tapi tenang.


"Dari semalem saya tidak melihat Tuan Yohan dimana yah dia, padahal banyak banget yang ingin ditanyakan." ucap Mimin sambil membersihkan piring bekas makan nya.


Karna jenuh Mimin pun menuju ruangan kerja Tuan Yohan biasanya banyak yang jaga ditempat itu tapi Joy pun tidak menampakan batang hidung nya.


Tiba-tiba pintu ruangan kerja Tuan Yohan terbuka keluar perempuan dengan pakaian modis dan seksi Mimin tertegun sebentar karna melihat dia sedang mengobrol dengan Joy.


Siapa perempuan ini, kenapa Tuan Yohan membolehkan orang luar masuk ketempat kerjanya. Mimin.


Mimin masih berdiri tegak tak jauh dari mereka, Joy seperti sangat menghormati perempuan itu sebuah percakapan terdengar di telinga Mimin.


"Awasi Yohan jangan sampai dia kelelahan dan tadi kamu bilang Yohan baru saja pulang dari rumah sakit." ucap nya lembut dan khawatir.


Kenapa perempuan itu memanggilnya Tuan Yohan. Mimin.


"Iyah Nona, kebetulan kemarin Tuan Yohan baru pulang dari rumah sakit." ucap Joy.


"Tolong jaga Yohan dengan baik yah, cukup sekali saja dia masuk rumah sakit aku tidak mau nanti dia terluka lebih parah, nanti malam aku akan kesini lagi." ucap nya.


"Baik Nona hati-hati dijalan." ucap Joy lalu mengantar perempuan itu pergi menuju mobilnya.


Mimin terdiam kata-kata terakhir dari perempuan itu membuat nya sedikit berfikir kenapa dirinya begitu bodoh Mimin harus nya sadar siapa dirinya ini, hanya perempuan kampung dari desa.

__ADS_1


"Nona." sebuah suara membuyarkan lamunan Mimin.


"Ehmm, Tuan." ucap Mimin wajah nya menunduk.


"Nona, jangan bersikap seperti itu saya bawahan Tuan Yohan panggil saja saya Joy." ucap Joy.


Mimin mengeleng dengan cepat sekali.


"Maaf Tuan Joy, saya juga bukan siapa-siapa disini. sama seperti Tuan Joy dan saya permisi mau kekamar." ucap Mimin.


Meninggalkan Joy yang hendak berbicara lagi tapi di tahan karna Mimin sudah pergi dari hadapannya.


Mimin sampai dikamar Tuan Yohan lalu menutup pintu dan menangis memeluk dada nya yang terasa sesak sekali.


Nanti malam aku akan kesini lagi.


nanti malam aku akan kesini lagi.


nanti malam aku akan kesini lagi.


"BERHENTI." ucap Mimin keras karna kata-kata perempuan barusan selalu terngiang-ngiang di kepalanya.


Mimin melihat jam dinding pukul 05:20 menit.


"Bentar lagi malem, apakah perempuan itu akan datang." ucap Mimin.


"Sudah Mimin kamu fokus saja sekarang lebih baik kamu mandi dan menunggu Tuan Yohan." ucap Mimin lalu melangkah ke kamar mandi.


Sementara itu Joy masuk ke ruangan kerja Tuan Yohan, disana Tuan Yohan sedang fokus melihat dan menandatangani berkas-berkas nya.


"Joy tolong siapkan makan malam untuk Mimin dan tolong bilang padanya untuk tidur sendiri, aku akan menyelesaikan ini malam ini juga." ucap Yohan tanpa melihat wajah Joy.


"Baik Tuan." ucap Joy masih berdiri.


Melihat Joy tidak bergerak dengan perintah nya Yohan berhenti melihat berkas-berkas dan menatap Joy yang berdiri bengong.


"Ngapain masih disini." ucap Yohan.


"Ehmm, maaf Tuan." ucap Joy lalu keluar dari ruangan itu.


Diluar pintu Joy terdiam termenung cukup lama sambil berfikir.

__ADS_1


Apakah benar yah tindakan aku sekarang, tapi jika nanti memberitahu Tuan Yohan yang fokus bekerja malah tidak fokus lagi, tapi tadi raut muka Nona Mimin seperti sedih tapi kenapa yah, bukan kah bagus yah Tuan Yohan tidak bersama nya, harusnya kan dia senang dan bahagia. entahlah cewek memang susah dimengerti sama seperti Elsa. Joy.


__ADS_2