Tobatnya Psikopat Bucin

Tobatnya Psikopat Bucin
Bab 33 Kenapa ketika melihat orang lain terluka aku ikut sedih


__ADS_3

Mimin pun mencium bau minyak kayu putih dari hidung nya, kepala Mimin terasa pusing sekali tapi Mimin mencoba membuka mata perlahan lahan dan dia melihat ruangan nya sendiri dan ada dokter serta perawat yang raut wajah nya nampak khawatir.


"Nona, bagaimana keadaan Nona, apa Nona merasa pusing." tanya dokter itu.


Mimin mengangguk.


Dengan cepat Dokter itu memeriksa tubuh Mimin dengan teliti begitu juga suster yang sedang membersihkan darah di tangan Mimin.


Darah. Mimin.


"Dokter, ini darah siapa." tanya Mimin langsung bangkit dari duduk nya.


Suster yang sedang membersihkan darah nya berhenti sejenak dan menatap Dokter begitu pun juga Dokter mereka saling tatap tatapan.


"Ehmm, Nona sebaiknya anda beristirahat dulu tenang kan pikiran Nona." ucap Dokter itu berusaha berkata dengan tenang.


Mimin terdiam mengingat sesuatu dan Mimin langsung shock menatap tangan nya yang masih ada darah yang menempel di tangan dan juga baju nya.


"Dok, Dokter apa ini daraah Tu, Tuan Yohan." tanya Mimin sambil gemetar.


Belum selesai Dokter ingin menjawab pintu ruangan itu dibuka dan menutup nya dengan kasar, perempuan cantik itu langsung menuju Mimin dan menamparnya hingga dengan keras sekali.


Plakk.


"Kamu apa kan Kak Yohan." bentak perempuan itu dengan wajah marah.


Mimin yang barusan ditampar hanya memegang pipi nya yang terasa sangat sakit sekali.


"Heyyy, perempuan gembel, sebelum kamu membunuh Kak Yohan aku lebih dulu akan membunuh mu." ucap nya dan langsung menaroh tas mahal nya dan meraih rambut Mimin.


Tubuh Mimin tidak seimbang dia pun jatuh tersungkur ke bawah tanpa merasa kasian wanita itu menjambak rambut Mimin.


"Tolong maaf kan saya Nona." ucap Mimin sambil menangis.


Sementara Dokter dan Suster itu tampak tertegun sebentar karna bingung harus ngapain dua orang yang sedang berkelahi itu mempunyai hak spesial di hati Tuan Yohan.

__ADS_1


"BERHENTII." bentak sebuah suara itu dengan keras.


Mata perempuan yang menampar Mimin pun menatap lelaki itu dengan wajah sangat marah sekali dia pun menghampiri dan langsung menampar nya.


Plak.


"Nona." ucap nya walaupun perih sakit dan panas akibat tamparan tadi pria itu hanya diam saja berdiri tegak tak mengusap sedikit pun bekas tamparan itu.


"Aku percaya kan Kak Yohan pada mu, tapi apa kamu bahkan sebagai kaki tangan nya tidak bisa melindungi Tuan nya bahkan dia terluka di depan mu, dasar peliharaan tak berguna." pekik nya keras sekali.


Tapi Joy hanya diam saja tak membalas sedikit pun perkataan adik dari Tuan nya itu.


"Sekarang juga bunuh perempuan itu." bentak nya.


"Nona, maaf kan saya. saya hanya menjalankan perintah dari Tuan Yohan saja walaupun Nona adik dari Tuan Yohan perintah Nona tidak wajib bagi saya." ucap Joy menekan kan perkataan nya tapi juga harus sopan kepada adik atasan nya.


"KAMUU." tunjuk nya.


"Clara." panggil seseorang yang ada di belakang Joy.


Mata Clara menatap wanita itu dengan sinis kaki perempuan itu mendekati Clara yang berdiri tak jauh dari nya.


"LEPAS." bentak Clara, langsung menepis tangan Nindy dengan kasar.


"Dengar yah hai wanita ular, apa pun yang menimpa Kak Yohan itu bukan urusan mu dan kalo Kak Yohan tau kamu datang ke sini mungkin hidup mu hanya tinggal NAMA, dan satu hal lagi yang membuat ku jijik disentuh sama kamu karna kamu tega mengkhianati Kak Yohan." bentak nya.


Tapi berbeda dengan Joy, Joy menatap Nindy curiga siapa yang memberi tau nya bahkan begitu cepat tau sambil terus mengamati dua macam yang sedang berantem itu, Joy hanya menonton sindiran pedas Clara untuk Nindy, tapi begitu tak tau malu nya Nindy dia bahkan masih sempat - sempat nya memohon.


Dasar, wanita ular. Joy.


"Clara kamu salah faham pada ku, gara gara wanita itu Yohan menjauhi ku dan menuduh ku selingkuh tapi sebaliknya Yohan selingkuh di belakang ku, bahkan Mammy tau yang sebenarnya." ucap nya lagi masih sambil menangis.


Mimin yang masih shock karna perlakuan Clara barusan semakin menciut nyali nya saat mata Clara menatap nya dengan wajah marah tapi Joy hanya diam dengan tenang seakan sedang menonton drama di depan nya.


Clara terdiam saat Nindy mengatakan itu.

__ADS_1


Nona seperti nya anda gampang sekali di hasut. Joy.


"Beri aku bukti jika kamu tidak berselingkuh." ucap nya lagi mulai terhasut.


Senyum Nindy pun mengembang gampang sekali membodohi wanita abg di depan nya itu.


"Bukti, kamu bisa lihat sendiri dia sekarang seperti apa diperlukan oleh Kakak mu." ucap nya.


Joy yang melihat wajah Clara sesekali menatap Mimin dan sesekali sedang berfikir entah memikirkan apa.


"Joy apa benar begitu." tanya Clara pada Joy.


"Buahahahaaha." Joy tidak bisa menyembunyikan lagi tawa nya karna sikap polos nya Clara.


Nindy dan Clara menatap Joy bersamaan sementara Mimin mata nya menatap Joy kaget karna baru kali ini Joy tertawa sebahagia itu.


Seperti nya joy kesurupan tante kunkun, sudah tau suasana nya tegang malah tertawa tidak jelas lagi. Mimin


"Heyy, orang nanya tuh dijawab bukan malah ketawa, luuh sehat." bentak Clara karna kesal dengan tawa Joy yang seperti mengejek dirinya bahwa dirinya benar-benar anak abg yang bodoh.


"Maaf Nona." ucap Joy dan langsung membetulkan sikap nya kembali ke posisi dirinya yang datar.


"Non masih percaya dengan ratu ular, sebelum Nona Mimin datang, Tuan Yohan dan Nindy sudah putus dan Nona tau sendiri kan Kejadian waktu dipesta bahkan dia tak tau malu nya datang kesini lagi seakan seperti bayi polos yang tidak punya dosa sama sekali." ucap Joy mata elang nya langsung mengarah ke Nindy.


"Clara dia berbohong." Nindy membela diri nya.


"Ohh yah, lantas kamu tau dari mana Kak Yohan terluka." jawab Clara menatap Nindy.


Pertanyaan yang bagus Nona, anda benar benr sehati dengan saya. Joy


Nindy pun menelan ludah nya sendiri.


Sial, karna lelaki jengglot yang tak tau diri itu clara tidak berhasil ku tipu. Nindy.


"Ehmm, ada yang memberi tau saya lewat pesan, Clara kamu harus percaya pada ku, kamu tau kan aku sangat mencintai Yoyo dengan tulus." ucap nya.

__ADS_1


"Hahaha kasian yah, banyak sekali di dekat Kak Yohan pengemis dan juga pelacur, sayang nya aku tak sebodoh itu, Joy usir ratu ular ini dan perempuan kampung itu dari sini." ucap nya dengan wajah dingin.


Joy terdiam, yah seperti ini lah sifat asli adik Tuan Yohan dia memang terlihat kadang polos tapi dia adalah perempuan yang mematikan jika berurusan dengan nya.


__ADS_2