
Joy langsung menarik tangan Nindy dengan kasar sekali hingga langkahnya terseret-seret dan Nindy pun dilempar keluar dari ruangan itu dengan kasar tapi Nindy berkata dengan kasar dan menghina Joy.
"Tunggu pembalasanku, kalian akan rasakan apa yang aku rasakan seperti ini lihat saja tuanmu itu akan membuangmu dengan segera hahaha." tawa Nindy pun meledak menghina Joy karena perlakuan Joy barusan itu.
"Saya akan tunggu pada hari itu, wahai ratu ular." Joy pun langsung meninggalkan Nindy.
"Dasar." makin Nindy ketika Joy melangkah pergi meninggalkannya.
Sementara itu di ruangan Tuan Yohan, operasi berjalan dengan lancar dan tuan Yohan pun dibawa di ruangan VIP yang ada di rumah sakit itu.
****
setelah kepergian Joy, Clara menatap Mimin dengan wajah yang menyeramkan bahkan bahkan Mimin pun tidak berani menatap wajah Clara, langkah kaki Clara mendekati Mimin sementara dokter dan suster yang merawat Mimin menggenggam tangannya erat karena takut terjadi sesuatu kepada Mimin sementara Joy belum datang.
"Apakah kamu mencintai Kak Yohan dengan tulus." tanya Clara dengan wajah yang menakutkan seperti kakaknya.
Mimin terdiam dia takut berkata karena bagaimanapun juga dirinya hanyalah seorang budak dan dirinya juga sangat membenci Tuan Yohan bahkan untuk mencintai tuan Yohan saja sama sekali tidak terpikir kan oleh Mimin.
"Ya saya menyukainya." jawab Mimin dengan tenang tapi jantungnya begitu berdebar-debar saat mengatakan itu setidaknya aku bakalan mengalah sedikit untuk menebus semua rasa salahku padanya.
ibu maafkan aku karena aku belum bisa membenci nya dengan seutuh nya semoga saja setelah ini ibu tenang di sana dan aku juga akan berusaha menerima semua derita ini karena hati ini benar-benar sangat sakit ketika melihat Tuan Yohan terluka entah ini perasaan bersalah atau perasaan yang lainnya Mimin berharap ini hanya lah perasaan yang bersalah. Mimin.
__ADS_1
"Kalo kamu benar-benar menyukai kak Yohan dengan tulus lantas kenapa kamu melukai nya, dengar ya wahai wanita kampung karena kamu telah melukai orang yang aku sayangi dan hormat kamu sudah berurusan denganku camkan itu baik-baik." ucap Clara.
"Nona ada salah walaupun saya tidak bermaksud untuk melukai nya dan juga tidak bermaksud untuk menyukai nya saya juga bingung dengan perasaan saya saya harus apa jika memang yang Nona katakan itu benar lantas saya harus berbuat seperti apa untuk menghilangkan rasa dendamku pada nya, jika Nona berada di posisi saya melihat ibu Nona tertembak dan mati di depan mata Nona sendiri dan Nona tahu yang melukai ibu nona itu adalah orang yang menyukai Nona dan dia seakan-akan merasa bahwa dia menjadi penolong nya, walaupun saya miskin tapi saya sama sekali tidak berkeniatan untuk memeras hartanya seperti perempuan tadi yang menuduh jika nona ingin saya pergi dari Tuan Yohan saya dengan senang hati menerima perintah itu." ucap Mimin dengan air mata yang terus mengalir di wajahnya dia mengatakan sambil gemetar setidaknya sebelum dia meninggal dia sudah mengeluarkan semua unek-uneknya kepada adik dari seorang pembunuh ibunya.
Clara terdiam mendengar semua penjelasan dari Mimin dia tidak menyangka sama sekali dengan perempuan kakaknya hingga melukai orang lain walaupun Clara tahu kak Yohan itu mempunyai sifat psikopat tapi Clara tahu seperti apa sifat Kak Yohan.
"Maaf, aku tadi menamparmu dan maaf juga untuk kak Yohan aku telah salah paham padamu tapi apakah benar yang kamu katakan itu mengenai kakakku yang membunuh ibumu apakah kamu sudah mencari tahu siapa dalang yang sebenarnya takutnya ada yang memfitnah kakakku soalnya banyak sekali musuh-musuh yang ada di dekat kakakku dan kamu sendiri tidak tahu." ucap Clara.
Mimin terdiam mendengar ucapan Clara dia tidak menyangka sama sekali kalau adik dari seorang psikopat itu mempunyai jiwa kemanusiaan bahkan dia mempunyai jiwa pengertian.
Tunggu, maksud perkataan nya apakah ada orang lain yang menunduh nya. Mimin
Mata Mimin membulat mengulangi lagi perkata nya itu dihati, jika benar dia selama ini telah keliru dari pada pusing memikirkan perkataan yang membuat nya pusing Mimin memutuskan langsung bertanya.
Clara menatap Mimin sambil menatap nya ragu kenapa bisa kakak nya mencintai gadis bodoh seperti ini.
"Mungkin, atau kamu hanya melihat dari sisi negatif nya saja." tebak Clara.
"Nona, anda tidak tau perkataan terakhir orang yang membunuh Ibu saya, dia mengatakan Tuan Yohan lah yang menyuruh nya." ucap Mimin kali ini sambil menahan tangis.
"Lantas, kamu percaya saja dengan pelaku nya, hey kamu polos atau bodoh sih. jika pelaku yang berbicara seperti itu terus kamu percaya tanpa mencari tau dulu yang sebenarnya, itu sama saja kamu mempercayakan pencuri." ucap Clara.
__ADS_1
Dan perkataan Clara lagi, lagi dan lagi menampar Mimin.
"Jika bukan Tuan Yohan, terus siapa disini saya baru dan saya tidak punya musuh." ucap Mimin bertanya.
Clara terdiam memikirkan ucapan Mimin perempuan bodoh tapi di sukai oleh Kakak nya entah apa yang disukai.
"Kamu yakin." tanya Clara.
"Yah." jawab Mimin.
"Terus kabar berita kamu berantem dengan mantan kekasih Kak Yohan itu bukan percikan sedikit permasalahan kamu, dan saya tau bagaimana nekat nya Perempuan itu." ucap Clara.
Mimin terdiam mendengar ucapan Clara, benar apa yang dikata kan Clara sebelum nya dirinya tidak punya masalah tapi setelah dari pesta itu berubah, dan begitu pun juga dengan sikap Tuan Yohan.
"Astaga." ucap Mimin menutup mulut nya sendiri.
Jadi Tuan Yohan benar benar menyukai ku, dia sudah menaruh rasa sejak dari pesta itu, tapi kenapa dia memperlakukan ku seperti itu, dan saat Tuan Yohan merebut kesucian ku apakah itu karna dia cemburu aku jalan dengan Ujang. dan kenapa dia tidak berbicara sebelumnya, kenapa harus melakukan hal kejam seperti ini dan membawa serta orang orang terdekat ku supaya apa, walaupun alasan nya Tuan Yohan seperti itu ini tidak bisa di beri sebuah alasan karna hati tidak bisa di rubah dengan apa pun. Mimin.
"Nona, Tuan Yohan sudah sadar." sebuah suara membuyarkan pemikiran mereka berdua.
Mimin yang sudah duduk dilantai menatap ke pintu disana ada Joy yang berdiri dengan wajah lega, sementara Clara berlari dengan cepat menuju ke ruangan Kakak nya.
__ADS_1
Joy menatap Mimin kaget karna hanya diam tanpa ekspresi dan hanya air mata yang keluar dari mata nya tanpa ada sedikit pun suara isakan tangis di bibir nya, seperti tertahan untuk menangis karena tidak mau menganggu Joy pun menutup pintu nya dan menuju ke ruangan Tuan Yohan tinggal lah Mimin sendiri.