
Ujang sampai disebuah apartemen miliknya, disana sudah ada 4 lelaki berjas, saat Ujang datang semuanya menunduk hormat pada Ujang.
"Bawa mereka dari situ, dan sebisa mungkin jangan sampai mereka tau." ucap Ujang pada lelaki itu.
Setelah menerima tugasnya mereka menunduk kembali dan pergi Ujang menatap kepergian ke empat pria itu.
Sebisa mungkin aku akan melindungi mu. Ujang.
****
Sementara Mimin masih berdiam diri dikamar yang mewah tapi pengap itu, sebuah ketukan dari pintu membuyarkan lamunan Mimin dengan waspada Mimin menatap pintu itu.
Pintu terbuka menampilkan dua pelayan wanita dengan tersenyum mereka langsung mengisyaratkan dengan telunjuk tangan nya suoaya Mimin jangan berbicara.
Melihat pelayan itu membawa pesan dari Ujang Mimin hanya diam menerima surat dari pelayan itu dengan cepat Mimin menerima tepat Yohan datang.
"Kamu boleh keluar." ucap Yohan pada pelayan yang mengantarkan makanan.
Mimin sebisa mungkin menetralkan mimik wajahnya, Yohan menatap Mimin dengan curiga.
"Berikan." ucap Yohan dengan nada sedikit lembut.
Mimin kaget wajah nya mulai ketakutan, tanpa menunggu Mimin menyerahkan nya Yohan langsung meraih tangan Mimin dengan kasar dan merebut kertas itu.
"Gak usah malu malu pake kertas segala, kalo mau makan tinggal bilang aja." ucap Yohan menatap Mimin.
Walaupun ekspresi nya tak menakutkan justru membuat Mimin merasa aneh, Yohan duduk di samping Mimin.
"Maaf, aku telah membuat orang yang kamu sayangi terluka." sambil merebahkan kepalanya di pundak Mimin.
Mimin sedikit terlonjak karna kaget dengan tingkah Tuan Yohan ini, tangan Yohan pun meraih wajah Mimin yang masih tegang.
"Akhirnya aku mengetahui perasaan ku, tanpa sadar sikap mu sudah membuat aku jatuh cinta." ucap Yohan kali ini menatap Mimin lekat.
sementara tangan satu nya lagi meremas kertas itu yang berisi tulisan dari Ujang.
Min, aku mencintaimu.
"Tuan maaf aku tak pantas menerima perasaan itu, aku tak memiliki perasaan sedikit pun pada Tuan, jadi Tuan tolong bebas kan saya dan keluarga saya dan saya janji tidak akan melaporkan sikap Tuan kepada saya selama ini." ucap Mimin.
"Kamu bisa melangkah pergi dari kamar ini, tapi setelah kamu melahirkan anak ku." ucap Yohan langsung memcium bibir Mimin dengan kasar.
__ADS_1
Mimin berusaha melepaskan nya tapi tangan nya dicengkeram Yohan dengan kuat sementara tangan satu nya lagi berusaha merobek baju Mimin.
Dengan sekuat tenaga Mimin memberontak tapi tenaga nya sia sia, tapi justru membuat Yohan mengebu gebu harsat nya ingin disalurkan.
Saat Yohan melepaskan ciumannya mata Yohan menatap Mimin tangan nya menghapus air mata Mimin sudah berjatuhan.
"Menikahlah dengan ku." ucap Yohan.
Mimin menatap wajah Yohan yang begitu dekat dengan nya, Mimin tak mengatakan ya atau tidak.
"Jika kamu berani menolak ku hari ini juga orang yang kamu sayangi akan." ucapan Yohan terhenti karna Mimin langsung mencium bibir Yohan.
Persetan, aku akan membalaskan semua ini ibu maaf kan anak mu yang sudah kotor. Mimin.
Mendapat kan ciuman yang tiba tiba dari wanita ini Yohan pun tanpa menunggu lama langsung melakukan aksinya.
***
"Tuan, sekarang apa boleh aku melihat Ibu dan Kak Manda." ucap Mimin.
Yohan yang sudah kelelahan menatap wajah Mimin di samping nya dan mengelus wajah Mimin dengan lembut.
"Belum, sebelum kamu menikah dengan ku." ucap Yohan.
Banyak sekali tanda merah ditubuhnya, entah berapa kali Yohan membuat nya, air mata Mimin kembali terjatuh.
Aku mencintaimu Ujang. Mimin.
******
Joy melangkah masuk ke ruang kerja Yohan sambil membawa air putih dingin dan beberapa buah yang sudah dikupas, meletak kannya dengan penuh hati hati dimeja Tuan Yohan.
"Tuan anda pasti lelah aku bawa kan minumam dan buah yang sudah dikupas." ucap Joy.
Yohan yang sedang memejamkan mata nya membukanya perlahan menatap gelas yang berisi air dingin itu dengan cepat Yohan meneguk gelas itu hingga tandas tak tersisa.
"Joy semuanya sudah kamu siapkan." tanya Yohan.
"Sudah Tuan." ucap Joy.
"Bagus bawa pelayan ke kamar Mimin bantu dia bersiap hari ini juga saya akan menikah dengan nya." ucap Yohan langsung berdiri dan melangkah pergi dari ruangan itu.
__ADS_1
"Baik Tuan." ucap Joy menunduk lalu pergi dari tempat itu.
Mimin yang sudah selesai mandi betapa kaget nya saat keluar dari kamar mandi sudah ada 10 pelayan yang berbaris di depan pintu.
Salah satu pelayan itu menunduk Mimin tau siapa pelayan yang menunduk itu yah dia Priska pelayan yang pernah membantu nya berdandan waktu itu.
"Nona mari saya bantu bersiap." ucap Priska sopan.
"Maaf ada apa ini, emm Kak jangan panggil saya seperti itu." ucap Mimin dengan wajah masih bingung.
Tapi Priska tak menjawab dia malah menyuruh pelayan yang berdiri tak jauh dari tempat nya membukakan alat make up lengkap.
"Nona Mari." ucap Priska lagi.
Mimin pun duduk ditempat yang sudah disediakan.
Pelayan itu dengan cekatan membantu Priska mendandani Mimin, tak butuh waktu lama hasil riasan nya sudah tertata dengan sangat rapih dan cantik.
Sementara pelayan dua laginya fokus ke kuku tangan Mimin dan kaki Mimin, sejujurnya Mimin agak risih dan berlebihan tapi Mimin hanya diam saja mengikuti semua nya.
Setelah selesai Pelayan yang berdiri datang menghampiri Mimin dan memakaikan nya gaun pengantin yang mewah elegan dan mahal.
Jadi malam ini aku akan menikah dengan lelaki itu. Mimin.
Mimin menatap gaun yang begitu cantik sekali tanpa sadar Mimin mengelus baju pengantinya dan melihat mutiara asli yang tertempel digaun pengantin.
"Kak apa ini Mutiara asli." tanya Mimin pada pelayan yang membantu nya memakai gaun itu.
"Iyah Nona, pernak pernik ini terbuat dari mutiara asli dan bahan dari gaun ini juga dari sutra Nona, apa Nona tidak suka." ucap pelayan itu dengan wajah sudah takut desain nya tidak bagus.
"Tidak sama sekali tidak, justru aku terpesona dengan gaun nya." ucap Mimin dengan senyum cerah.
Kalo aku kabur mengunakan gaun ini sampai tuju turunan aku bisa bertahan hidup dengan menjual semua mutiara nya. Mimin.
wajah Mimin tersenyum membayang kan dirinya bisa kabur membawa gaun mahal ini.
"Tuan." ucap pelayan itu saat melihat Yohan sudah ada dibelakang nya.
"Kamu suka." ucap Yohan bertanya pada Mimin yang sama juga terlonjak kaget.
"Kalian boleh keluar saya mau berbicara dulu dengan nya." ucap Yohan wajah nya masih sama datar.
__ADS_1
Tanpa menunggu perintah selanjutnya kesepuluh pelayan itu langsung keluar bahkan Mimin tak mendengar langkah kaki mereka.
Kini hawa yang tadi nyaman berubah mencengkam Mimin membenarkan duduk nya saat Yohan melangkah mendekatinya.