Tobatnya Psikopat Bucin

Tobatnya Psikopat Bucin
Bab 43 Rasa Cemburu


__ADS_3

Cemburu?


Hey cemburu itu tidak mengenal tempat dan kondisi, ketika seseorang yang kita sayang akrab dengan orang lain.


Bahkan pada peliharaannya sekalipun.!


Melihat Mimin diam saja tanpa menoleh sedikitpun membuat Yohan merasa aneh.


"Hey, sayang kamu kenapa." tanya Yohan.


Mimin diam.


"Kamu marah." tanya Yohan lagi.


Kembali Mimin diam.


Melihat sikap Mimin yang tak menanggapi nya bahkan terkesan males menjawab ucapan nya.


Membuat Yohan marah.


Yohan pun langsung mencium Mimin paksa.


Mimin berusaha menolak.


"Bicara, sebelum aku melakukan nya disini." ancam Yohan.


Mimin yang tadi marah, kini mulai khawatir mata Mimin melihat Joy yang hanya fokus menyetir.


Melihat Mimin diam saja bahkan Yohan tadi sempat melihat Mimin melirik Joy.


"Kau fikir, aku tidak akan bisa melakukan nya disini." ucap Yohan sudah melepas paksa kancing baju Mimin.


"Lepas." ucap Mimin tapi tak dihiraukan nya oleh Yohan.


Malahan Yohan menciumi leher Mimin.


"Tuan geli." ucap Mimin.


Yohan menghendaki aksinya mendengar kalimat Mimin.


"Apa, tadi kamu manggil apa." ucap Yohan lagi wajah nya menahan marah.


Mimin bisa melihat dengan jelas gurat wajah menahan marah itu.


Bodo amat, intinya hari ini aku mau ngambek. Mimin.


Melihat Mimin yang masih mengacuhkan nya.


Yohan pun menyuruh Joy berhenti kan mobilnya.


Wajah Mimin tegang saat melihat Joy keluar dari mobil dan berdiri tak jauh dari mobil.


Yah walau pun wajah nya membelakangi mobil, tapi kan pikiran mesum tau sedang ngapain didalam mobil.


"Karna kamu membuat aku kesal." ucap Yohan.


menarik paksa baju Mimin.


Dan mobil pun berderit.


"Tuan, hentikan aku lelah." ucap Mimin masih tetap posisi semula.


Yohan tanpa ampun masih menjadi dominan diaksinya.


"Kata kan, tadi kamu kenapa." ucap Yohan sambil berusaha meraih pipi Mimin.


Memalukan, bahkan aku harus melayani nya di siang hari bolong begini. Mimin.


Karna tak mendapatkan jawaban dari Mimin.

__ADS_1


Yohan mengigit leher Mimin.


Meninggalkan jejak abadi nya.


"Tu,Tuan." belum sempat ucapan Mimin.


Yohan langsung mencium bibir Mimin dengan ganas menahan semua rasa marahnya.


satu jam berlalu sepertinya tak ada tanda-tanda Tuan nya keluar dari mobil yang ada hanya teriak kan Nona nya.


*Hentikan


Hey sialan sakit


Iyah, aku akan bicara


Berhenti, mengigit.


Lepaskan*.


Ucap Joy dalam hati mengulangi perkataan Mimin.


ting.


Bunyi pesan dari handphone Joy.


Dengan cepat Joy membuka pesan itu.


Pesan


Carikan baju ganti untuk istriku.


Melihat pesan itu Joy kalang kabut, karna sekarang posisinya ada ditengah-tengah hutan.


Tuan, apa anda manusia harimau sampai merobek baju Nona segala. Joy.


Joy pun menyetop taksi dan meninggalkan Tuan nya mencari pesanan Tuan nya.


"Jadi kamu cemburu." ucap Yohan bibir nya tak henti-henti nya tersenyum.


Cihh, bahkan wajah nya sekarang nampak sangat menyebalkan. Mimin.


"Aku suka, kamu cemburu itu tanda nya kamu menyukai ku." ucap Yohan dengan pede nya.


"Sayang, dengar aku sama Lisa itu teman." ucap Yohan lagi mulai menjelaskan.


"Tapi, kalian terlihat menyukai." ucap Mimin lagi tak ingin kalah.


"Hey, menyukai. kau dapat imajinasi dari mana sih, kalo aku menyukainya tak mungkin aku bertindak seperti ini sama kamu sayang." ucap Yohan.


Mimin melihat wajah Yohan, entah sejak kapan dirinya mulai tergila-gila pada pria didepan nya ini.


Tok tok tok.


Pintu kaca mobil diketuk disana Joy berbicara apakah sudah boleh masuk.


Yohan membuka jendela kaca nya dan menuruni kaca mobilnya Joy berdiri tepat disamping nya.


"Ini Tuan." ucap Joy.


Yohan pun menerima baju itu dan menutup kembali kaca mobilnya.


Mimin yang didalam mobil pun masih menyembunyikan wajah nya karna malu.


Bagaimana Yohan tidak malu sedikit pun, lihat lah bahkan dia dengan cool nya menerima baju itu. Mimin.


Yohan membuka pemberian Joy disana ada dua baju.


"Sini aku bantu pakaikan." ucap Yohan pada Mimin.

__ADS_1


"Sayang kamu keluar dulu. aku sendiri juga bisa kok." ucap Mimin.


"Kenapa, katanya kamu mencintai ku." ucap Yohan sambil menampilkan senyuman manis nya.


Siapa sih yang gak menyukainya.


Lihat dia bahkan tersenyum, membuat hatiku berhenti saja.


Mimin pun tanpa malu-malu langsung Menganti baju nya supaya cepat sampai di pulau jeju rasanya sangat lelah berdebat dengan Mr Psikopat ini.


Setelah selesai memakaikan bajunya.


Joy pun masuk kedalam mobil, melanjutkan kembali perjalanan nya yang sempat tertunda.


Mobil pun memasuki Villa tak jauh dari pulau jeju pemandangan dibalkon nya memaparkan jelas.


Keindahan pulau jeju ini, Mimin yang menikmati sunset diatas balkon pun menatap takjub akan keindahan nya.


Sementara Yohan dan Joy sibuk entah menyibukan apa, karna sedari tadi datang ke kesini hanya sibuk diruangan nya.


Mimin melihat keindahan lagi tempat yang dipijak nya sekarang.


Tempat yang sangat ingin dia kunjungi dulu dengan Ujang tapi kini tempat ini menjadi saksi dirinya yang tidak akan mempunyai hubungan lagi dengan nya.


"Kau sedang melamuni siapa." sebuah suara mengkagetkan Mimin.


"Tidak sayang, aku bahagia sekali bisa melihat langsung pulau jeju yang indah disore hari apalagi musim gugur seperti ini." ucap Mimin.


Yohan pun menjentikan jari nya menyuruh Mimin mendekatkan dirinya.


Tanpa berpikir panjang lagi Mimin berhambur ke pelukan lelaki dihadapan nya.


"Nanti malam kita makan dicafe dekat sini, kamu mau menu makanan apa." tanya Yohan sambil melihat wajah Mimin.


Bukan hanya sekali dua kali Yohan selalu menanyakan makanan apa yang akan dimakan istrinya.


Karna Yohan tau, rasa disini dan negara asal nya berbeda.


"Aku pengen makan kesukaan kamu." ucap Mimin mata mereka bertatapan.


"Maksudnya si junior." ucap Yohan sudah mulai panik.


Melihat raut panik Yohan membuat Mimin tertawa.


"Bukan itu, makanan yang kamu sukai." ucap Mimin sambil berusaha menghentikan tawa nya.


"Kirain kamu mau makan Juniorku." ucap Yohan malu-malu.


Nie, kucing bule otak nya banyak meses seres nya. Mesumm mulu. Mimin.


"Oke, karna aku sangat suka sekali makanan yang pedas bagimana kalo kita makan kamu." ucap Yohan sambil mencubit pipi Mimin.


"Kok aku sih." protes Mimin cemberut.


"Iyah, habisnya kamu bikin nagih sih." ucap Yohan sudah mulai mendekat.


"Tidak Mau." ucap Mimin meninggikan suara nya sambil berjalan menjauhi Yohan.


"Ohh tidak bisa." ucap Yohan.


Dan terjadi lah kejar-kejaran di atas balkon, sementara matahari sudah terbenam pada tempatnya mengantikan bulan yang akan datang.


Tak jauh dari mereka Joy sudah ada dibawa villa menyiapkan menu makan malam nya, saat melihat kebalkon hatinya merasakan bahagia.


Melihat senyum penuh kebahagiaan dari Tuan yang sudah di jaga nya.


"Tuan semua sudah siap." ucap Pelayan yang menyiapkan tempat makan ini.


"Tunggu perintah selanjutnya." ucap Joy.

__ADS_1


"Baik Tuan." ucap pelayan itu.


Sementara Joy melangkah pergi.


__ADS_2