
Semua mata menuju Mimin dengan tatapan mengejek karna Yohan membela Nindy tapi pandangan mereka salah.
Yohan menarik tangan Nindy dengan kasar hingga membuat wajah nya menahan sakit.
"Yohan." ucap Nindy karna Yohan memegang tangan dengan kasar sekali.
Semua mata tertuju pada Yohan dan Nindy, sementara Mimin di tinggal sendiri di ruangan pesta yang besar itu wajah Mimin terlihat pucat dan takut dengan sekitar nya.
Seorang pria mendekati Mimin dia mengelus leher Mimin dengan tangan nya membuat Mimin begitu kaget dan ketakutan.
"Maaf Tuan." ucap Mimin dia pun langsung mundur menjauhi pria itu.
Tapi ada seorang cewek yang iseng menyiram Mimin dengan minuman hingga mengenai baju nya.
"Maaf, aku tak sengaja." ucap wanita itu yang menumpahkan minuman dibaju Mimin.
"Iyah tidak apa apa." ucap Mimin dengan senyum diwajah nya sementara tangan nya dia membersihkan baju nya itu.
"Hey manis kau mau kemana." seorang pria yang menyentuh leher mimin tadi datang menghampiri Mimin.
Mimin terkejut dengan ucapan pria itu semua orang yang ada disitu melihat Mimin dengan tatapan benci sekali, Pria itu menarik tangan Mimin kasar sementara Mimin berusaha memberontak.
"Tolong lepaskan aku." ucap Mimin dengan wajah sedih sekali.
"Temani aku malam ini saja, aku akan bayar berapa pun uang yang kamu inginkan" ucap Pria itu dia menyentuh dagu Mimin sementara Mimin dia berusaha memberontak.
"Lepaskan." teriak Mimin marah dia sangat benci dengan lelaki yang kurang ajar macam bule di depan nya itu.
Plak.
Mimin di tampar hingga terjatuh tersungkur ke tanah bibir nya mengeluarkan darah segar pria itu pun langsung menjambak rambut Mimin tanpa rasa belas kasian sementara semua orang yang hadir di pesta itu hanya menatap nya dengan senyum mengejek.
"Tuan aku mohon lepaskan aku." pinta Mimin sambil berderai air mata.
__ADS_1
"Layani aku baru aku lepaskan." ucap Lelaki itu dengan senyum di wajah nya.
"Tidak Tuan jangan." ucap Mimin menahan tangan lelaki itu yang mau merobek baju nya karna tenaga Mimin tak sebanding dengan dirinya ,gaun dress yang dipakainya pun robek hampir memperlihat kan dadanya.
Saat tangan lelaki itu hendak meraih dada Mimin sebuah pukulan mengenai wajah pria bule itu.
Brugg.
"Lancang sekali kamu menodai wanita yang aku cintai." ucap Yohan dengan wajah marah.
Sementara Mimin dia nampak shock Karna kelakuan pria barusan itu, Yohan langsung membuka jas nya dan menutupi tubuh Mimin dengan jas nya.
"Tuan." panggil Mimin air mata nya sudah mengalir deras di pipinya.
Melihat wajah Mimin sedih dan mengeluarkan air mata membuat Yohan marah dia pun langsung memukul pria bule itu tanpa rasa belas kasian hingga darah keluar dari mulut pria itu.
Karna masih kesal Yohan pun tak segan segan membanting tubuh pria itu hingga nafas nya tersengal sengal dia berkali kali meminta maaf tapi Yohan memukulinya tanpa rasa kasian.
Yohan berdiri di atas tubuh pria yang hampir menodai Mimin, wajah masih datar tak menyirat kan rasa kasian sedikit pun.
"Siapa yang menyuruh pria ini." ucap Yohan.
Semua orang terdiam, tidak berani menjawab apalagi menatap mata Yohan sementara Mimin dia masih duduk lemas di lantai entah mimpi buruk apa yang barusan dia lihat itu.
Yohan Menatap mereka satu persatu senyum menakutkan terlihat dibibir nya Joy yang baru datang karna membereskan Nindy pun kaget melihat situasi itu dia melihat Mimin yang pucat basi ingin menangis tapi tak bisa menangis.
Saat Joy hendak mendekati Mimin, Yohan mengulurkan tangan nya kepada Mimin dengan takut takut Mimin mulai menerima uluran tangan Yohan.
Mereka pergi dari pesta itu, diperjalanan Yohan menatap Mimin sementara Mimin dia hanya menunduk sambil tangan nya tergenggam kuat hatinya berdebar takut, bayangan perkelahian itu masih terekam jelas didepan matanya.
"Tuan." ucap Mimin kaget saat tangan Yohan mengelus bibir nya yang terluka mata mereka beradu.
Mobil yang disopiri Joy pun berjalan dengan kecepatan sedang tapi tidak dengan hatinya Mimin jantung nya semakin tak karuan.
__ADS_1
"Joy." panggil Yohan tapi matanya masih menatap Mimin.
"Iyah Tuan." ucap Joy.
"Beri dia uang 100jt." ucap Yohan.
Tangan Yohan kembali mengelus bibir Mimin yang terluka Mimin hanya terdiam tidak berani menepis tangan Yohan walau sejujurnya dia tidak suka disentuh Yohan.
"Baik Tuan." Joy melihat sekilas dari spion nya melihat Tuannya yang mulai merasakan kejanggalan.
Mobil pun sampai di rumah Yohan dan berhenti didepan pintu Joy turun dari dalam mobil dia membukakan pintu mobil Yohan sementara Mimin turu sebelum Joy membukakan pintu Mimin cukup tau diri.
Elsa dan Manda yang sedari tadi mengkhawatirkan Mimin terlihat bisa bernafas lega karna melihat Mimin sudah pulang tapi mata mereka sedikit kaget saat melihat pakaian yang dipakai Mimin rusak ditambah lagi Mimin memakai jas Tuan Yohan.
"Tidur lah, kamu sudah bekerja keras." ucap Yohan pada Mimin yang berdiri diruang tamu sementara Yohan duduk disofa.
"Makasih Tuan." ucap Mimin.
Dengan langkah cepat Mimin meninggalkan ruang tamu yang mewah itu menuju kamar nya yang ada dibelakang nya rumah itu, saat sampai di kamar Mimin terisak menangis memukul mukuli dadanya yang terasa sesak sekali dari luar kamar Mimin.
Elsa dan Manda mendengar suara rintihan itu mereka saling pandang ada perasaan sedih yang menjalar direlung hati mereka.
Saat Manda ingin mengetuk pintu kamar Mimin tangan Manda ditahan oleh Elsa dengan isarat mengelengkan kepalanya menyuruh nya jangan dulu ganggu Mimin.
Mereka pun pergi ke kamar masing masing memikirkan nasib Mimin dan juga dirinya sendiri.
Keesokan harinya Mimin sudah sekuat baja dia bagus sebelum para pelayan yang lain bangun semalam Mimin menelvon Mamah nya dia mendengar tawa bahagia Mamahnya yang baru beberapa hari kerja sudah bisa melunasi hutang nya.
Oke, Mimin bertahan sampai habis kontraknya demi kebahagian keluarga mu apa pun yang terjadi disini berhenti mengeluh jalanin dan jangan berbuat kesalahan sedikit pun maka hidup kamu disini akan tenang. Mimin.
Senyum cerah dibibir Mimin tak hilang Mimin menatap wajah nya didepan cermin walau pun kamar pembantu tapi dikasih fasilitas mewah itu sudah keberuntungan untuk dirinya karna tidak harus capek capek mengeluarkan keringat cukup patuh pada Tuan mu saja.
Sebuah ketukan dari pintu Mimin membuyarkan lamunan nya dengan cepat Mikin membuka kan pintu nya betapa terkejutnya Mimin melihat siapa yang berdiri didepan nya itu.
__ADS_1