
"Ujang." ucap Mimin.
Reflek langsung memeluk tubuh Ujang, air mata pun langsung keluar begitu saja seakan sudah saat nya turun membasahi pipi.
Ujang yang mendapat respon Mimin berlebihan pun kaget tapi tidak menghentikan Mimin memeluknya senyum terukir dibibir Ujang pria berkulit sawo tapi manis.
"Ehhemm." suara deheman seseorang membuat Mimin dan Ujang Kaget.
"Maaf." ucap Mimin saat tersadar apa yang telah dia lakukan ini.
"Min, kamu kenal." tanya Elsa.
"Ujang sahabat kecil Mimin, kebetulan rumah kami bertetanggaan sudah lama Ujang menjadi TKW kalo gak salah hampir 4 tahun, Kak Elsa." ucap Mimin menjelaskan.
Sementara Ujang terus tersenyum dia tidak percaya bisa bertemu dengan Cinta monyet nya dulu, Elsa yang sudah tau situasinya pun mengangguk paham.
"Alhamdulillah, kalo disini ada orang yang dikenal. Ohh yah Min, Ujang ini kerja di Tuan Yohan juga dia salah satu pengawal dikediaman Ibunda Tuan Yohan bisa dibilang Seketaris nya tapi tugas Ujang ini hanya melindungi adik Tuan Yohan." ucap Elsa menjelaskan.
Mimin menatap Ujang ada perubahan di tubuhnya Ujang sekarang memakai pakaian jas rapih sekali walau kulit nya terlihat tidak seputih orang bule Ujang sekarang terlihat maskulin dan gagah.
Epilog.
"Assalamualaikum Mah." ucap Mimin sambil suaranya berusaha tidak menangis.
"Walaikumsalam, Min ndo gimana kabarnya." sahut suara ditelepon genggam milik Mimin.
"Sehat Mah, Mamah disana sehat." tanya balik Mimin.
"Alhamdulillah sehat Min, Mimin makasih sudah mau bantu Mamah melunasi hutang." Mamah nya Mimin mulai bercerita.
"Maksudnya Mah." tanya Mimin tak paham, karna selama dia kerja dirinya belum sepersen pun mengirimi ibunya uang.
"Loh, itu uang di ATM kamu kan yang ngirim 100jt, Mamah dapet pesan kayak gitu jadi Mamah langsung ke ATM ngambil dan langsung bayar hutang di Bu Lin disana Mamah juga cerita sama Bu Lin kalo Mimin dapet majikannya baik baru kerja 5 hari sudah dikirimin uang." ucap Mamahku Mimin menjelaskan.
Mimin terdiam, otak nya berputar Mimin pun mengingat perkataan Tuan Yohan, tapi bukan uang nya yang Mimin pikirkan dari mana Tuan Yohan bisa tau nomer ATM dan juga NO Handphone Mamah, entah ini berita baik atau berita buruk yang jelas Mimin masih takut jika suatu saat nanti Keluarga nya kenapa kenapa.
"Min, Min. Hallo." panggil Mamahnya Mimin membuyarkan lamunan panjang Mimin.
" Ehh, Iyah Mah. maaf tadi Mimin ketiduran sebentar." jawab Mimin dengan diselingi tawa.
"Ya sudah, kamu pasti capek ngantuk juga Mamah sudahi telvon nya, Ohh yah Min jaga diri baik baik disana inget sama gusti Allah Mamah tunggu kamu jadi kerja yang bener jangan sampai majikan kita tidak suka cara kerja Mimin." Sebuah nasehat panjang yang penuh akan makna.
"Iyah Mamah, Mamah juga yang sehat sehat tunggu Mimin abis kontrak." ucap Mimin.
__ADS_1
Sambungan telvon pun terputus, Mimin mendapatkan transfer semangat didalam tubuhnya, sementara di Mamahnya dia bercerita tentang Mimin ke Bu Lin yang tak lain Mamahnya Ujang.
Bu Lin pun menyuruh Ujang anak nya disana menjaga Mimin karna pesan dari Mamahnya Mimin yang memberitau ke Bu lin.
Epilog selesai.
Senyum merekah dibibir Ujang, Kak Elsa pun meyuruh Mimin dan Ujang mengobrol setelah mengatakan itu Kak Elsa pergi meninggalkan Mimin dan Ujang.
"Ujang udah duduk disini aja." pinta Mimin pada Ujang dia sudah jauh dari kamarnya sekarang berada ditaman dekat dengan kolam ikan.
Ujang pun baru menyadari kalo dirinya sudah berjalan sangat jauh dari rumah Tuan Yohan karna keasikan mengobrol dan bercerita dia sampai masih melangkah berjalan.
"Ohh iyah yah Min." ucap Ujang dengan senyum yang sedari tadi tak henti hentinya merekah.
"Min kamu kapan liburnya." ucap Ujang lagi.
"Dua hari lagi jang." ucap Mimin.
" Ohh dua hari lagi, gimana kalo Ujang ajak keliling Korea." ajak Ujang.
"Mau mau mau." ucap Mimin jawaban secepat kilat.
"Ujang." sebuah teriakan suara memanggil dengan nada tinggi terlihat sekali dari nada suaranya.
"Nona." ucap Ujang dia menunduk kan kepalanya hormat tapi Mimin masih menatap wanita itu tak berkedip sedikit pun.
"Ohh, gini tugas kamu tuh berpacaran dengan pembantu baru Oppa An. padahal sedari tadi Mamih memanggil kamu lewat telvon, malah asik pacaran." ucap wanita cantik itu sambil melirik tak suka pada Mimin.
"Maaf Nona saya lalai menjalani tugas, tolong maafkan saya Nona." ucap Ujang menunduk.
Mimin yang melihat situasi mulai tak kondusif pun ikut menunduk kan kepala karna dirinya Ujang mendapatkan teguran dari majikannya.
"Untuk kamu, kalo kamu mau hidup mu aman disini jalani perintah dengan patuh, Ujang ayok Mamih udah selesai bicara." ucap Wanita itu lalu berlalu meninggalkan Ujang dan Mimin.
Ujang pun langsung melangkah cepat meninggalkan Mimin tapi baru berapa langkah Ujang menoleh memberi kode pada Mimin bahwa jangan khawatir dengannya.
Selepas kepergian Ujang, Mimin kembali kekamar nya dia merenungi perkataan wanita tadi serendah ini kah menjadi pembantu dinegara orang lain.
Tanpa disadari air matanya menetes membanjiri pipinya menangisi nasib miskin nya, menangisi kekurangnya, menangisi semua kesialan nasib nya.
Sabar Min, kamu harus kuat dinegara orang ini pasti berlalu, kuat, tahan, sabar jangan biarkan kesedihan ini memgerogoti semangat mu. Mimin.
Dengan menyemati diri sendiri kadang kita bisa bahagia menutupi rasa sedih yang terus menerus mengikis kebahagian.
__ADS_1
Dret, dreet, dreet.
Bunyi lampu dikamar Mimin menyalah menandakan dirinya harus keluar mengerjakan tugasnya dengan cepat Mimin bangun dan mengapus air matanya.
"Sudahlah, jangan terlalu meratapi nasib kerjaan diluar sudah menumpuk." ucap Mimin pada diri sendiri.
Mimin pun langsung keluar dari kamarnya menuju taman disana sudah ada empat wanita tiga lelaki yang sudah berdiri menunggu intruksi Kak Elsa dengan tergopoh Mimin langsung berbaur dengan keempat pelayan wanita itu.
"Maaf telat." ucap Mimin pada mereka.
"Ehh iyah." ucap salah satu pelayan wanita itu dia sedikit gugup karna baru kali ini sesama pelayan mengatakan maaf.
Tak lama Mimin berbicara itu, Kak Elsa datang dia begitu anggun sekali berjalan sampai didepan pelayan yang berdiri menunggu kehadiranya.
Kak Elsa, kenapa mau yah jadi pelayan disini kalo dilihat dari fisik Kak Elsa sudah saatnya menikah memikirkan nasibnya sendiri, sudah lah jangan mencampuri kehidupan seseorang. Mimin.
"Kalian mengerti." ucap Kak Elsa.
Hah.? mengerti apa, sial karna melamun kemana kemana aku sampai gak fokus begini.
~~`~~£££€£££££
Maaf yah para pembaca Setia "Bos Ku Seorang Psikopat." Aku baru Up lagi ditahun 2022 ini aja aku sempet2in Up karna sekarang sibuk banget dengan aktifitas sekarang jadinya terbengkalai 😌.
Tapi jangan khawatir sekarang Novel "BKSP" ini akan selalu Up yah untuk menemani kalian dibulan puasa ini buat yang suka love sama Novel ini bantu dong Author dengan cara.
Like
Komen
Kasih Tips
Share
Kasih Koin
Buat yang pengen tau Author dan ingin berteman dengan Author silahkan kalian follow ig Author yah.
ig : Aamaminah45
Untuk yang pengen tau info seputar kerja atau Loker dipabrik kalian juga bisa kepoiin YT Author jangan lupa Subcribe juga yah supaya Author makin semangat lagi dalam memberi info tentang Loker. 😊.
YT : Aam Aminah
__ADS_1
Jangan lupa mampir yah, sekian dari Author salam manis untuk kalian para pembaca setia Novel Author 😘