
Air mata Elsa jatuh di pergelangan tangan Mimin, melihat Mimin yang seperti mayat hidup.
"Apa yang sebenarnya terjadi dengan mu Min, setelah kepergian ku." tanya Elsa pada Mimin.
Tapi tidak ada jawaban dari Mimin sedikit pun hanya suara tangisan nya yang terdengar di ruangan itu.
"Min, bangun. maafin Kak Elsa Min." ucap Elsa lagi.
Kali ini air mata Kak Elsa membangun kan Mimin mata Mimin berusaha membuka tapi masih terasa berat Mimin mendengar tangisan orang disamping nya.
Apa kah ini sudah ada disurga. Mimin.
Mimin pun perlahan lahan membuka mata nya dan melihat Kak Elsa yang sedang menangis disamping nya.
"Kak Elsa." ucap Mimin lemah.
Elsa yang mendengar suara Mimin pun menatap Mimin dengar wajah bahagia dan langsung memegang tangan Mimin erat.
"Mimin kamu sudah bangun, Mimin sebentar yah Kak Elsa mau panggil dokter dulu." ucap Elsa hendak bangun tapi di tahan oleh Mimin.
"Bagaimana keadaan Ibu." tanya Mimin mata nya menatap lekat wajah Elsa menunggu jawaban nya
"Ibu." tanya balik Elsa karna Elsa belum tau apa yang sebenarnya terjadi.
"Kak, Ibu tertembak dia jatuh pingsan di pelukan ku, bahkan Ibu menahan sakit di luka nya, Kak Elsa dimana Ibu, bagaimana keadaan nya." ucap Mimin menangis mengebu gebu.
Elsa yang mendengar ucapan Mimin pun langsung memeluknya menenangkan nya begitu kejam takdir menerpa gadis ini.
"Min, kamu istirahat dulu nanti Kak Elsa akan bertanya pada Tuan Yohan." ucap Elsa lembut.
__ADS_1
"Apaa? Tuan Yohan, Kak Elsa dia orang yang telah membuat hidup ku hancur aku tak sudi melihat wajah nya." ucap Mimin sambil menahan amarah.
"Min, kamu salah paham Tuan Yohan yang merawat mu dan melindungi mu dirumah sakit ini bahkan kamu di perlakukan spesial oleh Tuan Yohan, dia yang membiayai rumah sakit ini selama kamu koma satu bulan Min." ucap Elsa menjelaskan.
Mimin pun hendak bangun dari tidur nya tapi luka nya terasa sakit sekali dan ditambah mendengar ucapan Kak Elsa barusan itu.
"Aww." pekik Mimin memegang luka bekas tembak nya.
"Min, kamu gak papa." tanya Kak Elsa khawatir sambil membantu Mimin bangun dari tidurnya dan menyandarkan tubuh Mimin di bantal.
"Kak Elsa tidak tau apa pun, selama Kak Elsa pergi dari sini, lelaki psikopat itu menyuruh anak buah nya menembak ku dan juga Ibu ku, dan dia telah." ucapan Mimin terhenti air mata nya mengalir dengan deras di pipinya tak sanggup mengatakan hal yang menjijikan itu.
"Tuan Yohan telah melakukan apa Min." tanya Elsa menunggu ucapan Mimin itu.
"Kak aku sudah kotor." tangis Mimin meledak mengucapkan kata itu.
Elsa yang mendengar kan perkataan Mimin barusan terkejut dan menatap Mimin yang menangis, dengan cepat Elsa memeluk tubuh Mimin dengan erat.
Tangan Elsa mengelus kepala Mimin yang masih menangis, dan pintu ruangan Mimin pun terbuka disana Joy berdiri dengan dokter dan juga perawat mata Joy menatap Elsa dengan tajam.
"Periksa dia, dan kamu Elsa ikut saya." ucap Joy.
"Baik Tuan." ucap Dokter itu.
"Kak." panggil Mimin menahan tangan Elsa berusaha untuk tidak pergi dari nya.
"ELSAA." Teriak Joy yang sedari tadi memperhatikan Elsa hanya diam saja.
"Maaf Tuan, Min aku akan kembali lagi. kamu harus fokus pada kesehatan mu." ucap Elsa memberi kan nasihat lalu berdiri menuju Joy yang menunggu nya dari tadi.
__ADS_1
Joy pun melangkah kelorong rumah sakit tak jauh dari ruangan Mimin, Joy menghentikan langkah kaki dan berbalik menatap Elsa dengan amarah yang memuncak.
"Kamu tau kesalahan mu Elsa." ucap Joy penuh penekanan.
Elsa menundukan kepala nya baru kali ini Joy memarahinya sebenarnya apa yang telah terjadi kenapa suasana sudah berubah.
"Elsa." panggil Joy karna tak ada jawaban dari Elsa.
"Tuan sebenarnya Tuan Yohan telah melakukan apa pada Mimin." tanya Elsa dengan tangan gemetar tapi berusaha memberanikan diri.
"Itu bukan urusan mu, yang harus kamu tau kamu disini hanya babu dan harus melakukan tugas mu sebagai babu dan jangan berfikir kamu orang terdekat Tuan Yohan." ucap Joy tinggi.
Elsa yang mendengar kan perkataan Joy barusan itu tersulut emosi entah sejak kapan Elsa tersinggung dengan perkataan Babu, walaupun yang dikatakan Joy benar tapi perkataan itu terasa sangat hina dan merendahkan nya.
Elsa menatap mata Joy dengan tangan mengepal kuat dan melangkah maju mendekat ke wajah Joy.
"Saya memang babu Tuan Yohan, tapi anda juga jangan lupa status anda juga sama Babu seperti saya, hanya yang membedakan jabatan anda sebagai sekertaris Tuan Yohan atau istilah kasar nya hanya seekor anjing peliharaan." ucap Elsa dengan wajah tenang tapi penuh penekanan.
Plaakk.
Joy mentampar wajah Elsa hingga terjatuh karna saking keras nya Joy menampar Elsa memegang pipi nya yang terasa sakit dan perih.
"Dasar wanita murahan, anda tidak tau apa pun tentang saya dan Tuan Yohan, sebelum anda bekerja pada Tuan Yohan saya mengenal nya sedari kecil jadi jangan ucapan mu itu, kali ini perbuatan mu tidak saya laporan pada Tuan Yohan tapi lain kali jika kamu melanggar perintah Tuan Yohan saya tidak segan segan membunuh mu." ucap Joy dan melangkah pergi meninggalkan Elsa yang menatap nya dengan tatapan sedih.
Air mata Elsa jatuh di pipi, dengan cepat Elsa menghapus dan berdiri dari duduk nya, kepala Elsa mengadah keatas menahan air mata supaya tidak terjatuh.
Hari ini Elsa sekarang tau posisi nya di hati Tuan Joy, Elsa bodoh kenapa dia menganggap lelaki itu sangat mencintai nya harusnya dia sadar diri siapa dirinya hanya seorang babu.
Sementara itu Joy duduk ditempat nya tadi dia menatap tangan nya yang telah menampar wajah wanita yang selama ini dia rindukan keberadaan nya.
__ADS_1
Kenapa kamu sampai berbuat sekasar ini Joy, Elsa maaf kan aku, aku tidak mau kamu terluka oleh Tuan Yohan karna sikap perduli itu, maaf kan aku. aku melakukan ini supaya kamu fokus bekerja dan jangan membantah apa lagi mencoba menghianati Tuan Yohan karna aku tak sanggup melihat mu seperti Manda. Joy.
Joy pun mengusap wajah nya dengan kasar dia sudah memberitau Tuan Yohan bahwa Mimin sudah bangun dari koma nya tapi ketika melihat Elsa yang tak memberi tau apa pun padanya membuat Joy marah.