Tobatnya Psikopat Bucin

Tobatnya Psikopat Bucin
Bab 11 Kuat Bukan Berarti Bahagia


__ADS_3

Elsa melangkah masuk ke dalam rumah Tuan Yohan, namun hati ini ingin sekali menjerit meminta izin untuk pulang ke tanah air air mata kembali terjatuh.


"Kak." sebuah tepukan lembut di bahu Elsa membuyarkan lamunan nya.


"Ehh, Ya ada apa." ucap Elsa sambil sebisa mungkin tegar dihadapan Mimin.


Mimin melihat mata merah Kak Elsa terlihat jelas sekali kalo dirinya habis menangis tapi Mimin tidak berani untuk bertanya langsung.


"Kak Elsa sakit." hanya kata itu yang Mimin ucap kan akhirnya.


"Tidak, cuma sedikit lelah aja. Ohh ya Min kok kamu disini, bukan nya kamu belum ada tugas bersihin halaman." tanya Elsa sambil memperhatikan wajah Mimin.


"Hehehehe, iya Kak Elsa soalnya tadi Mimin laper banget jadi langsung kedapur eh liat Kak Elsa lagi ngelamun disini makanya Mimin tegur takut kerasukan hantu." ucap Mimin sambil dengan wajah nya yang terlihat meledek.


"Hahahaha, ngaco kamu Min. di Korea mana ada hantu." ucap Elsa sambil mengelengkan kepala.


"Ada loh Kak, barusan aku liat hantu." ucap Mimin dengan Mimik wajah serius.


"Masa sih." ucap Elsa sambil sedikit melirik sekitar.


Kalo dipikir pikir sih emang rumah ini tuh agak sedikit horor sih rumah segede gini pelayan nya banyak tapi yang punya rumah nya suruh pelayan nya jangan terlihat dirumah ini tapi emang hantu sejenis kunti, pocong dan yang lainya, emang bisa nyampe ke Korea.? Kak Elsa.


"Iyah." jawab ucap Mimin menyakinkan.


"Emang kamu tadi liat apa?" tanya Kak Elsa.


Mimin pun mendekati Kak Elsa lalu berbisik dengan sangat pelan sementara Kak Elsa langsung merapatkan diri mendengar ucapan Mimin.


"Tuan Yohan, setan nya." bisik Mimin sepelan mungkin mendengar ucapan Mimin itu Kak Elsa langsung menepuk lengan Mimin.


"Huuss, kamu Min." tegur Kak Elsa sambil melotot.


"Hehehehe, becanda Kak." ucap Mimin sambil jari tangan kanan nya membentuk dua yang artinya cuma becanda.

__ADS_1


"Tuan." ucap Elsa sambil menunduk didepan Mimin karna ada Tuan Yohan yang tiba tiba datang dia sekarang posisinya berdiri dibelakang Mimin.


Mimin yang melihat sikap Kak Elsa berubah pun berfikir kalo Kak Elsa sedang bercanda dengan nya dengan wajah secerah matahari di indonesia Mimin pun langsung menepuk kepala Kak Elsa pelan.


"Kak Elsa, udah deh Mimin ngaku salah maaf yah becanda nya gak lucu." ucap Mimin sambil mukanya dibuat sedih.


"Siapa yah becanda dibelakang kamu ada Tuan Yohan." ucap Kak Elsa cepat sambil menarik tangan Mimin supaya melihat kebelakang.


"Setan." pekik Mimin saat tubuhnya ditarik Elsa dan melihat langsung wajah seram Tuan Yohan.


"Apa itu Setan?" ucap Tuan Yohan dengan nada suara berusaha keras menyebut kata Setan.


Mati kamu Min. Kak Elsa.


Kak Elsa jangan menatap ku seperti itu aku makin takut. Mimin.


"Maaf Tuan kami sedang bergurau tadi." ucap Mimin dan juga Kak Elsa hampir bebarengan.


Drett.


"Ibu mu sakit." tanya Yohan langsung to the point aja karna dia hampir lupa tujuan dirinya ada disini.


"Eh, iya Tuan." ucap Kak Elsa sementara Mimin dia menatap wajah Kak Elsa pantes belakang ini Kak Elsa kerja nya tidak fokus.


"Saya izinkan kamu pulang dulu bulan depan kamu kembali lagi kesini." ucap Yohan setelah mengatakan itu dia melirik Mimin sekilas kata setan itu masih tergiang giang dikepalanya.


"Makasih Tuan atas kebaikan Tuan, sekali lagi makasih Tuan." ucap Kak Elsa dia langsung menunduk sedalam dalam nya.


Sementara Mimin juga ikutan menunduk mata Mimin menatap lantai marmer dengan wajah sedih tapi juga senang Kak Elsa bisa liat ibu nya tap sedih bakalan di tinggal Kak Elsa selama satu bulan.


"Tunggu apa lagi cepat berkemas." ucap Yohan karna Elsa hanya menunduk saja sambil terus mengucapkan terima kasih.


"Iya Tuan, kalo begitu saya permisi dulu." ucap Elsa sesopan mungkin sambil melangkah Mimin pun mengekor di belakang Elsa.

__ADS_1


Mata Yohan menatap punggung Mimin yang mulai menghilang jauh Mimin dan Elsa sekarang sudah ada dikamar Elsa.


"Min, aku pulang." ucap Elsa mata mulai berkaca kaca Mimin pun langsung memeluk begitu erat tubuh Elsa mereka menangis bersamaan.


Hidup di perantauan jauh dari keluarga membuat nya harus bisa akur sesama warga perantauan apalagi ini sudah lintas negara sehingga sikap harus terus dijaga jika ingin pulang baik baik ke negara.


"Udah dong Min, jangan nangis mulu." ucap Elsa menepuk nepuk bahu Mimin begitu berat Mimin mengatakan jangan pergi kak.


"Kak Elsa, janji yah harus balik lagi. Disini Mimin takut sendirian." ucap Mimin terbata bata karna sambil menangis sesenggukan.


Elsa hanya mengangguk saja dia kembali lagi memeluk Mimin, Elsa sudah anggap Mimin seperti adiknya.


Setelah selesai berkemas Elsa pamit pada teman pelayan nya tak juga lupa Elsa menitipkan Mimin ke Manda supaya jangan sampai Mimin kena teguran lagi, Elsa juga menitipkan surat untuk Joy di Manda ketika mencari dirinya.


Mobil datang menjemput Elsa saat akan melangkah masuk ke dalam mobil Elsa kembali lagi melihat sahabat kerja nya yang sudah menampung dirinya lebih dari sepuluh tahun Elsa pun melambaikan tangan pada teman kerjanya dan terakhir ke Mimin senyum begitu tegar dia perlihat kan.


"Kak Elsa." panggil Mimin sambil berlari memeluk tubuh Kak Elsa dan menangis seakan berat sekali ditinggal Kak Elsa.


"Min, udah kasian Kak Elsa nanti telat ke bandara nya." ucap Manda kepada Mimin.


Dengan berat Mimin melepas pelukan nya dan tersenyum sangat ceria Elsa pun balik tersenyum pada Mimin.


"Jaga diri baik baik yah Min dan yang lainya juga, inget jaga sikap kalian." pesan penuh amanat pun tertancap dihati para pelayan nya.


"Kak Elsa juga disana harus sehat yah, jangan lupa kembali lagi kesini bulan depan kami akan menyiapkan karpet buluk untuk Kak Elsa." ucap Manda sambil meledek.


Tawa mereka terdengar tanpa menunggu lama lama Elsa pun masuk ke mobil nya pintu tertutup dan meninggalkan area rumah mewah dan megah itu dinginnya salju bakal Elsa rinduiin saat di negaranya.


Joy, maaf aku tak bisa menemuimu malam ini. Kak Elsa.


Tangan Kak Elsa keluar membuka jendela mobil membiarkan hawa dingin menerpa pori pori wajahnya sambil iseng elsa mengeluarkan tangan nya menandah salju ditangan nya yang mulai berjatuhan.


Selamat tinggal Korea, tunggu aku bulan depan semoga suasana dan cinta ini tidak hilang begitu saja, Joy aku mulai merindukan mu. Kak Elsa.

__ADS_1


Mobil yang membawa Elsa pun kian mempercepat laju nya meninggalkan kediaman itu hendak memasuki jalan raya yang besar.


__ADS_2