Tobatnya Psikopat Bucin

Tobatnya Psikopat Bucin
Bab 28 Belum waktunya


__ADS_3

Penjaga itu yang melihat Joy turun kembali menunduk wajah nya sudah tegang sekali langkah kaki Joy semakin dekat.


"Mengaku atau masih berpura-pura." ucap Joy yang kini sudah berdiri di depan ketika pria itu penjaga yang ada di depan pintu pun berlari menuju gerbang.


Kini penjaga yang tadi berlari sudah ada dibelakang Joy dan melihat sekilas duduk permasalahan nya.


"Tuan saya akan mengurus mereka." ucap salah satu penjaga pintu rumah Tuan Yohan.


"Sean, kamu tau kan penghianat dirumah ini harus di hukum seperti apa." ucap Joy kali ini menatap satu persatu pria itu.


"Iyah Tuan." ucap Sean mengerti.


Saat Joy akan pergi dari situ ketika penjaga gerbang itu hendak menembak Joy tapi Sean dan yang lainya langsung memukul mereka.


Joy yang melihat kejadian itu pun melihat anak buah Sean dan ketiga pria berjas itu sedang bergulat.


Joy hanya terdiam dan mengambil pistol di kantong nya dan der der deeer, Joy membunuh dua orang sementara mereka yang tadi bergulat hendak melarikan diri tapi Sean berhasil menangkap nya.


"Sean, aku percaya kan dia pada mu." ucap Joy lalu melangkah menuju mobilnya.


Mobil Joy pun berjalan dan keluar dari gerbang Tuan Yohan sambil menyetir Joy menelvon Tuan Yohan dan beberapa detik telfon pun diangkat.


"Siapa penghianat itu." ucap Yohan yang sudah tau kejadian di depan gerbang rumah nya.


"Tuan sepertinya dia suruhan Nindy." ucap Joy masih tetap fokus menyetir.


"Nindy." ucap Yohan .


Telvon pun hening sebentar Yohan seperti sedang berfikir.


"Joy, cepat cari Mimin temukan Mimin sepertinya Nindy sedang bermain main dengan ku, dan cari juga laut di mana tidak ada seorang pun yang pernah kesitu." ucap Yohan.


"Baik Tuan." ucap Joy.


Yohan pun langsung mematikan telvon nya itu sementara Joy pun tau maksud dari ucapan Yohan.


"Sial, menambah beban ku saja, awas kau perempuan murahan." pekik Joy dan langsung menyetir dengan kecepatan tinggi.


*******


Tubuh Mimin kini terluka parah dan tubuh nya di penuhi dengan alat alat rumah sakit tapi mata Mimin tak kunjung juga membuka sudah satu bulan lebih Mimin koma.

__ADS_1


"Joy." panggil Yohan yang sudah menemani Mimin lebih dari satu bulan.


"Iyah Tuan." ucap Joy.


"Apakah kamu sudah menemukan persembunyian Nindy." tanya Yohan karna sudah lebih dari satu bulan Joy tidak melaporkan perkembangan tugas nya itu.


"Tuan, sebenarnya saya tidak menemukan jejak Nindy sedikit pun bahkan Nindy seperti tertelan bumi, saya merasa ada orang yang berkuasa dan yang mempunyai kekuatan yang besar untuk melindungi Nindy." ucap Joy memberi tau.


Yohan terdiam tangan nya memegang pelipis nya yang terasa berdenyut karna sebulan ini tubuh Yohan melemah melihat Mimin terbaring koma.


"Tuan." ucap Joy yang melihat Yohan seperti menahan sakit.


"Joy, jangan ada yang mencari persembunyian Nindy biarkan musuh bernafas dulu, saya yakin mereka akan keluar dan menunjukkan sendiri, tunggu saat itu tapi kamu harus juga mengawasi perkembangan nya." ucap Yohan.


"Baik Tuan, Tuan. Istirahat dulu Tuan sudah berhari hari tidur Tuan terganggu saya takut Tuan kenapa-kenapa." ucap Joy


Yohan menatap wajah Mimin yang tertidur pulas sejak mengetahui Mimin tertembak Yohan serasa tubuhnya lemas entah apa yang Yohan rasa kan ingin rasa nya membunuh orang yang menyakiti Mimin.


"Tuan." tegur Joy yang melihat Yohan hanya terdiam.


"Aku akan istirahat sebentar tolong kamu jaga dia." ucap Yohan akhirnya.


"Baik Tuan." ucap Joy.


"Tuan, maaf saya terlambat datang." ucap Elsa menunduk.


Yohan menatap wajah Elsa yang terlihat sedih mata nya bengkak dan tubuhnya terlihat sangat kurus entah apa yang terjadi pada Elsa Yohan pun menatap Elsa.


"Kamu kenapa." tanya Yohan.


Elsa yang mendengar pertanyaan Yohan pun yang tadinya menundukkan kepala karna takut dimarahi tapi yang di dengar Elsa justru lebih menakutkan.


"Saya, saya mengkhawatirkan kondisi Mimin." ucap Elsa sambil gemetar takut dirinya dipukul.


"Bagus, karna kamu mengkhawatirkan kondisi Mimin sebaiknya kamu jaga Mimin sampai sembuh sementara Joy suruh dia menjaga diluar ruangan." ucap Yohan.


Dan kali ini Elsa dibuat terkejut dengan ucapan Tuan Yohan, karna yang Elsa tau Tuan nya sama sekali tak pernah memperdulikan orang tapi setelah dirinya pulang dari negara dalam waktu satu bulan Tuan Yohan benar benar berubah bahkan sekarang cara bicara nya seperti manusia.


Ada apa dengan Tuan Yohan, kenapa Tuan Yohan berubah sikap nya, astaga aku baru menyadari kalo wajah Tuan Yohan tampak tak terurus dan bahkan kurus. Elsa.


"Baik Tuan." ucap Elsa menunduk.

__ADS_1


Yohan pun lalu berlalu pergi meninggalkan Elsa yang masih berdiri menundukkan kepala Yohan keluar dari rumah sakit menuju mobil nya, yang sudah ada disana.


Di dalam mobil Yohan tertunduk, air mata nya terjatuh, tubuh dan otak nya benar benar bukan dirinya yang sekarang bahkan Yohan seperti bukan dirinya.


Sementara dirumah sakit, Elsa melangkah kan kakinya menuju ruangan Mimin dengan mengetuk pelan menunggu jawaban dari dalam.


Tok, tok, tok.


Joy yang duduk tak jauh dari Mimin sambil mengerjakan tugas nya pun menatap pintu itu lalu berdiri menuju pintu itu dan ketika dibuka pintu nya.


Betapa terkejut nya siapa yang berdiri sekarang dihadapan nya itu begitu juga dengan Elsa yang sangat merindukan lelaki di hadapannya ini.


"Elsa." ucap Joy.


"Tuan." ucap Elsa


Hampir bebarengan.


Mereka berdua pun berpelukan melepaskan rindu yang membendung di hatinya, setelah cukup lama berpelukan Joy melepaskan pelukan nya bergitu juga dengan Elsa.


Suasana kembali canggung dan mereka berdua tersipu malu dan gugup.


"Ehmm." ucap Joy membuyarkan suasana yang canggung itu.


"Elsa sini masuk, kamu yang menjaga Mimin biar saya diluar." ucap Joy dan berjalan masuk ke dalam mengambil laptopnya.


Elsa yang melihat Joy membereskan peralatan nya pun terdiam harus nya dia yang memberi tau Joy begitu tapi ini malah Joy nya yang sudah peka.


Saat Joy akan melewati Elsa yang berdiri sambil menatap nya pun kini berhenti berjalan dan menatap wajah Elsa.


Mata mereka saling bertatapan.


"Jaga diri kamu baik baik." ucap Joy sebelum keluar dari ruangan itu.


Setelah kepergian Joy, Elsa terdiam ucapan Joy seperti sebuah peringatan seakan kondisi disini sedang tidak baik baik saja.


"Astaga, karna Joy aku lupa kalo tujuan ku kesini ingin melihat keadaan Mimin." ucap Elsa.


Yang langsung melempar kopernya dan berlari ke arah Mimin saat melihat tubuh Mimin yang tertidur dengan lelap macam putri tidur yang cantik tapi lihatlah di tubuhnya banyak dipasang alat alat rumah sakit.


"Mimin." panggil Elsa.

__ADS_1


__ADS_2