Transmigrasi Ara

Transmigrasi Ara
3 HP baru


__ADS_3

Dani membuang nafas kasar mendengar permintaan Ara, kenapa Ara itu gak ada takut-takut nya sama dia? Pikir Dani.


"Gak sekalian minta mobil sama rumah kata readers, " ucap Dani yang menyuarakan saran dari pembaca author xixi.


Ara memiringkan kepalanya lucu, "Om penculik mau beliin Ara mobil sama rumah? " tanya nya polos.


"Gak, Om mau buang kamu ke jalanan. " sewot Dani, selalu saja begini kalau dekat sama Ara, di bikin emosi.


Ara cemberut mendengar ucapan Dani, "Ara gak like om penculik, " sedihnya dengan bibir yang maju beberapa senti.


Dani gemes dengan pemandangan bibir manyun tapi dia juga kesal karena sifat polos Ara itu, kalau polos nya cuma kaya manusia diatas rata-rata sih gak apa-apa ya? Lahh ini polosnya diatas rata-rata balita, gak tau apa-apa dia (keluhan Dani) xixi.


Untuk kesekian kalinya Dani membuang nafas kasar, "Kenapa gak minta beliin ayah kamu aja? " tanya Dani.


"Nunggu ayah beliin lama perlu dapat nilai ulangan tinggi dulu, kakak cantik gak mau kasih tugas jadi Ara gak bisa dapatin nilai tinggi. " ujar Ara polos.


"Itu derita kamu, " sahut Dani.


Kyuttt


Tiba-tiba Ara menjambak rambut Dani, "Om penculik jahattttt... " teriak Ara tepat didepan telinga Dani, Ara kesal karena Dani menyahuti ucapannya seperti itu.


Dani terkejut membuat nya Spechles, kepala nya sakit, kuping nya berdenging, ini namanya penyiksaan terhadap penculik, ada gitu penculik yang kena siksa? Dimana-mana yang diculik yang disiksa kan? Tapi ini? Ahh rasanya harga diri Dani sebagai mafia turun kalau didepan gadis polos xixi.


"Om... " karena Dani diam Ara mengguncang tubuh Dani dengan sebelah tangannya, dan sebelah tangannya lagi masih di rambut Dani.


"I-iyaa. " sahut Dani yang sudah pusing, tenaga Ara emang gak kaleng kaleng pikir Dani.


Kyutt


Ara menguatkan jambakan nya, "Mau beliin Ara gak? " tanya Ara garang-garang lucu, gemes, imut tapi wajah itu membuat Dani takut.


"I-iya Om beliin. " sahut Dani.


Ara tersenyum lalu berhenti menyiksa Dani, 'Bocil bukan sembarang bocil, 'ringis Dani dalam hati.


"Yeayy sayang om penculik banyak-banyak, " Ara memeluk erat Dani.


Dani hanya bisa tertawa hambar karena diperas sama gadis kecil.


"Ayo cepatan mobilnya om, " desak Ara.


"L-lepas dulu, ini gimana om mau nyetirnya. " keluh Dani karena Ara masih memeluk erat diri nya.


Ara terkikik lalu dia melepaskan pelukan nya dan sekarang sudah duduk anteng di kursi samping. Dani menghela nafas tenang. Dani melajukan mobilnya menuju Apple Store untuk membeli kan Ara ponsel.


"Yeayy udah sampai, " seru Ara saat mobil Dani sudah diparkiran toko ponsel Apple Store. Mereka turun dari mobil dan berjalan memasuki toko tersebut.


"Selamat sore tuan, nona. " sapa ramah satpam toko tersebut, Dani hanya mengangguk dan mengekor Ara dari belakang.


Ara melihat takjub disekeliling toko tersebut yang banyak terdapat ponsel IPhone keluaran terbaru. Dani menuntun Ara menuju kasir.


"Selamat sore tuan, ada yg bisa kami bantu? " tanya pegawai cantik itu ramah.

__ADS_1


"Selamat sore, ambilkan iPhone 11 pro max, " ujar Dani, cuma iPhone 11 guyss bukan iPhone keluaran terbaru xixi.


"Baik tuan, " pegawai itu mengambil kan iPhone yang diminta Dani, "ini tuan. " ucap nya.


Dani menyuruh Ara melihat-lihat ponsel itu dan Ara mengambil nya sambil meneliti.


"Ara gak mau HP ini, Ara mau kayak HP yang dibeliin ayah. " tolak Ara.


"Turuti permintaan nya dan carikan HP yang dia mau. " ucap Dani lelah.


"Baik tuan, mari nona. " ajak pegawai itu. Mereka berdua berjalan-jalan melihat ponsel yang Ara mau, sedangkan Dani memainkan ponselnya untuk menanyakan apa tujuan Soni menelponnya.


"Om penculik Ara mau yang kayak gini, " Ara menyodorkan iPhone keluaran terbaru yang membuat Dani heran. Heran kenapa anak kecil itu tau mana benda yang bagus dan lebih mahal.


"Hm, bungkus mbak. " ucap Dani datar dan dia kembali fokus ke ponselnya.


"Yeayy, " seru Ara, "Om.. " panggil Ara.


"Hm, " sahut Dani tanpa melihat kearah Ara.


"Ara boleh beli 2," Ara menunjukkan 2 jari mungilnya itu.


Seketika Dani berhenti memegang ponsel dan menatap Ara lekat. "Satu aja. " ucap nya.


Ara menggeleng lucu, "No, Ara mau dua, " kekeuh Ara.


"Buat siapa satunya? " tanya Dani lelah.


"Bang Ian, " sahut Ara polos, berarti Ara masih memikirkan Brian ya guyss xixi.


"Karena Ara rusakin HP bang Ian. " sahut Ara.


Dani membuang nafas kasar. "Kamu yang gantilah, kenapa Om yang beliin. " protes Dani.


"Udah Ara ganti, tapi Ara mau yang baru aja. " sahut Ara polos.


Para pegawai yang menyaksikan perdebatan kecil antara Ara dan Dani hanya bisa tertawa gemes karena wajah polos Ara yang penuh tuntutan itu. Sedangkan Dani lagi-lagi membuang nafas kasar dan diam untuk mencerna sikap polos Ara yang sebenarnya polos nya itu agak lain, kecil? Polos? Tapi bahayaa buat jantung guyss.


"Om, " sentak Ara dan membuat Dani terkejut.


Karena lelah dengan Ara, Dani hanya iya iya saja, "Mau beli sepuluh juga gak apa-apa, " pasrah Dani.


"Really om? " semangat Ara lalu dia melompat kecil, "Kakak Ara mau HP kayak ini tiga yah. " minta Ara gak main-main.


Dani terbelalak dengan mulut nya terbuka lebar, hari ini dia rugi hampir 60jt hanya karena mengantar Ara pulang saja? Ahh rasanyaa Dani lebih rela duitnya dibagikan ke fakir miskin saja dari pada membelikan Ara ponsel.


Para pegawai hanya toko tersebut hanya bisa mengulum bibir menahan tawa melihat wajah aneh Dani. Pegawai perempuan tersebut membungkus kan tiga iPhone dengan warna yang berbeda-beda.


"Ini nona, " pegawai tersebut menyerah kan paperbag yang berisi tiga ponsel keluaran terbaru itu.


"Yeayy, terimakasih. " Ara menyambut paperbag itu dengan riang gembira. "Om bayar, " titah Ara.


Dani tersadar dan dia dengan berat hari mengeluarkan dompetnya dari persembunyian nya. Dengan pergerakan tangan lambat ani menyerahkan black card tersebut.

__ADS_1


Sett


Ara mengambil kartu itu dari tangan Dani dan menyerahkan itu dengan cepat kepada pegawai tersebut yang membuat orang-orang yang melihat itu tertawa.


"Om lama, " kesal Ara sedangkan Dani hanya bisa melongo ditempat, bukannya pelit tapi dia heran aja dengan gadis polos seperti Ara yang pandai memeras orang tersebut. Soal uang Dani bisa mudah mendapatkan gantinya bahkan sampai lima kali lipat, yang jadi permasalahan itu kenapa Ara gak ada takut-takut nya meminta barang pada orang asing, bahkan Ara berani menyiksanya seperti rambut dijambak tadi.


'Tau gini gak usah aku nawarin dia pulang, 'sungut dalam hati.


"Terimakasih sudah berbelanja ditoko kami, " ucap pegawai tersebut dan menyerahkan kembali black card Dani, Dani mengambil black card tersebut tanpa berbicara sedikit pun, baru kali ini dia dibuat Spechles oleh gadis kecil polos. Dani keluar tanpa berbicara dan Ara mengekor dari belakang.


"Papayy, Ara pulang dulu.. " Ara berpamitan kepada seluruh pegawai toko yang masih mengulum bibir menahan tawa dan gemes secara bersamaan.


Dani masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya setelah Ara duduk manis disamping nya, Dani benar-benar Spechles dan tidak menanggapi ricauan ehh celotehan Ara lagi.


***


"Bun adek belum pulang? " tanya Bryan yang baru turun dari atas. Setelah pulang sekolah Bryan dan Brian langsung keatas untuk mandi karena badan mereka sudah lengket sehabis latihan futsal disekolah tadi.


"Belum, " sahut Radella.


"Ayah mana bun? " tanya Brian.


"Ayah ketemu sama Om Bram katanya. "


Bryan dan Brian mengangguk lalu duduk disamping kanan dan kiri Radella.


"Emang adek kemana? " tanya Radella.


"Kami latihan futsal bun jadi Ara pulang sama guru baru, Brian udah chat ayah kok dan ayah mengizinkan, tapi kayaknya mereka jalan-jalan dulu deh makanya lama pulangnya. " jelas Brian.


Radella mengangguk, "Iya gak apa-apa Ara jalan-jalan dulu, biar seger otaknya. " sahutnya. "Ehh tapi telpon dulu deh. " ujar Radella.


"Gak bisa nelpon bun, " ujar Bryan.


"Loh kenapa? " bingung Radella.


"Tadi di kantin Ara ngasih HP nya ke Brian bun buat gantiin HP Brian yang rusak. " jelas Brian.


"Tumben Ara mau ngasih HP nya?" heran Radella.


Brian mendengus kesal, "Katanya biar dia minta beliin ayah yang baru. " gerutu Brian.


Radella menoleh kearah Brian detik berikutnya Radella terkekeh, "Adek kalian emang cerdas. " Radella tertawa kecil.


Bryan hanya tersenyum tipis kala mengingat kepolosan adeknya itu, sedangkan Brian jangan di tanyakan lagi, kalian sudah tau kan bagaimana karakter Brian? Xixi.


"ASSALAMU'ALAIKUM, ARA PULANGGGGG...... " teriak Ara kencang saat memasuki rumah dengan berlarian kecil.


"Busett kagett.. " kaget Brian mendengar suara teriakan Ara.


"Astagfirullah, " kaget Radella.


Uhuk uhuk

__ADS_1


Bryan yang sedang minum tersedak karena suara melengking adeknya itu. Sedangkan Ara hanya menampilkan wajah polosnya itu.


__ADS_2