Transmigrasi Ara

Transmigrasi Ara
Bersihin Laptop


__ADS_3

"Engghh, " lenguh Ara.


Ara membuka matanya perlahan dan melihat ke sekeliling kamar yang asing bagi nya. "Ara dimana? " heran Ara karena dia tidak pernah melihat tempat itu sebelum nya.


Ara menguap sambil mengucek mata nya, lalu dia bangkit dari kasur dan dia menelisik kamar luas dengan nuansa abu campur hitam.


"Kamarnya serem, hihh. " Ara bergedik ngeri karena kamar itu menurut nya serem seperti tidak ada kehidupan.


Ara memasuki kamar mandi dan mencuci muka, setelah selesai Ara bingung mau apa, ingin keluar dia tidak tau sekarang dia dimana. Bukankah tadi dia bersama Panglima? Pikir Ara.


"Ini kamar bang Lima kayaknya, " monolog Ara seraya berjalan mendekati meja belajar Panglima dan terlihat lah disitu ada foto dirinya tapi versi cupu alias Bella.


"Ini foto Ara kah? Ihh kenapa bang Lima simpan yang jelek. " cemberut Ara. Dikamar Panglima bersih tanpa foto kecuali foto Bella yang ada dimeja belajar itu. Foto Ara? Kenapa cuma foto Bella? Ahh jawabannya hanya bisa Panglima yang jawab guys xixi.


"Ara mau keluar, huhu! "


Ara berjalan menuju pintu.


Ceklek


Ara membuka pintu dan mengintip keluar, apakah ada seseorang yang bisa dia tanyai untuk turun kebawah, Ara merasa lapar dan ingin segera makan tapi dia bingung melihat banyaknya ruangan di lantai atas yang entah itu lantai berapa Ara tidak tau.


"Gak ada siapa-siapa, nanti-nanti Ara tersesat, huhu! " Ara berjalan melewati ruangan itu satu persatu, lalu Ara ada melihat satu ruangan yang sedikit terbuka, karena penasaran Ara memasuki ruangan tersebut. Ara melihat banyak buku-buku tersusun rapi di dalam rak buku yang besar, Ara berjalan mendekat kearah meja yang ada di ruangan tersebut.


"Mirip ruangan Daddy dan Ayah kalau lagi liat-liat laptop. " ujar Ara yang pernah masuk keruangan kerja Bram dan Bima.


Ara duduk di kursi kebesaran itu dan melihat-lihat banyak tumpukan kertas dan dua laptop di atas meja tersebut.


"Ihhh, laptopnya kotor! " jijik Ara saat melihat satu laptop yang terkena debu. Ara menggerakkan matanya menatap sekeliling seraya mencari sesuatu. Saat Ara melihat sesuatu yang bisa dia gunakan untuk memegang laptop kotor itu pun jadi tersenyum. Ara mengambil dua lembar tisu yang ada di meja dekat sofa lalu dia kembali ke meja tersebut dan mengambil laptop tersebut dengan tisu yang ada ditelapak tangan mungilnya itu.


"Ara bersihin biar bang Lima senang, hihi! " ucapnya seraya membawa laptop tersebut ke kamar mandi yang ada di ruangan tersebut.


***


"Kata Lima kita ke mansion nya pulang sekolah nanti, ada yang ingin Lima kasih tau. " ucap Brian setelah membaca pesan dari Panglima.


"Sesuatu apa? Menyangkut apa? " bingung Lian, biasanya mereka tidak akan membahas sesuatu yang penting kecuali ada yang mengusik mereka. Bukankah tidak ada yang mengusik mereka? Tapi kenapa Panglima menyuruh berkumpul? Itu pun di mansion bukan di markas.


Brian mengedikkan bahu acuh, dia pun bingung tapi dia tidak ambil pusing karena saat ini juga adeknya sedang di mansion Panglima.


"Mungkin ingin bahas pertandingan futsal nanti. " ucap Juna.


"Tapi kenapa di mansion nya? Biasanya di markas kan? " tanya Lian.


"Kan adek gue di mansion nya, dodol! " geram Brian.


Lian cengengesan, "Hihi, iya juga ya. "


Brian menatap datar Lian seraya mengejek nada bicara Lian, "Hihi, iyi jigi yi. " ejeknya dan membuat yang lain tertawa kecuali Bryan.


"Sekarang aja yukk! " ajak Juna.


"Sekarang apa? " tanya Hendra.

__ADS_1


"Ke mansion Lima. " ujar Juna tanpa beban, padahal saat ini mereka sedang belajar.


"Heh dodol, lo gak liat guru didepan hah? " kesal Hendra.


"Gue li.... "


"Berisik!! " ucap Bryan menyela kalimat Juna. Mereka semua pun mingkem karena Bryan sudah menegur mereka.


Juna dan Hendra saling lempar pisau ehh canda deng, mereka saling lempar pandang seakan sedang berperang lewat sinar laser mata,xixixi.


****


"Mommy, Ara masih tidur? " tanya Panglima menghampiri sang Mommy di dapur yang sedang memasak dengan beberapa pelayan.


Puteri_Mommy Panglima itu berbalik dan melihat kearah putra satu-satunya itu. "Mommy dari tadi disini, Boy! Dan Mommy gak lihat Ara turun, padahal Mommy ingin sekali berbicara dengan nya. " seru Puteri, sungguh dia langsung menyukai Ara walaupun dia belum pernah berbicara, tadi saat putra nya itu membawa Ara yang sedang terlelap digendongan Panglima, Puteri menyambut antusias. Puteri terkekeh melihat cara tidur Ara yang seperti anak kecil, yaitu mengemut jari jempolnya sendiri. "Cantik, menggemaskan! " itulah yang di ucapkan Puteri saat melihat Ara.


"Yaudah, Aku ke atas dulu ya, Mom! " pamit Panglima.


"Iya, sayang. " sahut Puteri, kemudian dia melanjutkan acara masaknya.


Panglima memasuki lift dan menekan tombol tiga yang dimana letak kamar nya ada di lantai tiga.


Tingg!


Lift terbuka dan Panglima segera menuju kamar nya, Panglima heran melihat kamar nya yang sedikit terbuka itu.


"Ara... " panggil Panglima saat memasuki kamar nya. Panglima menatap sekeliling kamar nya dan tidak melihat keberadaan Ara disana.


"Sayang! " panggil Panglima lagi tapi tidak ada sahutan.


Panglima pun keluar dari kamar nya, kkalau Ara diculik tidak mungkin, karena penjagaan dibawah sangat ketat jadi besar kemungkinan Ara hanya tersesat dan berada disalah satu ruangan yang ada dirumahnya.


"Abanggggggg!!!! " panggil Ara saat melihat Panglima ingin memasuki ruangan yang berada disamping kamar Panglima itu.


Panglima berbalik saat mendengar suara Ara, Ara berlari menuju Panglima dengan tangan yang merentang.


Hap


Cup


Panglima menangkap Ara ke dalam gendongan koala nya lalu mencium gemes ujung hidung Ara.


"Dari mana, hm? " tanya Panglima lembut.


Ara terkikik karena Panglima mencium hidung nya, "Ara, dari sana! " tunjuk Ara kearah ruangan kerja Panglima.


Panglima mengikuti arah tunjuk Ara, "Ngapain? Baca buku? " tanya Panglima.


Ara menggeleng kuat, "Ara tadi bersihin laptop, abang. " seru Ara.


Panglima terkekeh, "Rajin banget sih, lain kali jangan bersihin lagi ya? Itu bukan tugas kamu. " ujar Panglima lalu dia melangkah menuju ruang kerja tersebut.


Panglima dan Ara masuk kedalam ruangan itu lalu Panglima mendudukan Ara di sofa yang ada di ruangan tersebut.

__ADS_1


"Laptop yang ini kamu bersihin? " tanya Panglima menunjuk laptop yang ada dimeja kerja tersebut.


Ara menggeleng lucu, "No, Laptop nya dikamar mandi. " sahut Ara polos.


Panglima menautkan kedua alisnya, dan perasaannya pun mulai tidak enak, seperti apa Ara membersihkan laptopnya sehingga laptop tersebut ada dikamar mandi? Bingung Panglima.


"Kenapa bersihin dikamar mandi, hm? " tanya Panglima.


Ara mengerjapkan matanya polos, "Karena disini gak ada air! " sahutnya polos.


Ahh


Panglima menghela nafas berat, tepat sekali dengan yang dia pikirkan sekarang, Ara mencuci laptop itu! Pikir Panglima.


"Kamu cuci? " tanya Panglima lembut, ahh Panglima pria idaman, disaat seperti ini pun dia masih bisa berkata lembut, untung Ara yang melakukan itu, kalau bukan Ara sudah dipastikan Panglima akan berkata kasar, karena laptop yang Ara cuci itu banyak tersimpan data-data misi yang dia jalankan selama ini. Sebenarnya Panglima bisa memulihkan data tersebut dengan laptop lain tapi kan ribet! Uhh mau bagaimana lagi, ini ulah gadisnya, dia tidak boleh marah, dia harus sabar xixi.


Ara mengangguk polos, "Hu'um."


Panglima tersenyum lalu dia mendekatkan diri nya kearah Ara, "Lain kali kalau laptop kotor cukup dibersihin pake tisu ya, Little girl. " bisik Panglima lalu dia mengecup singkat pipi chubby Ara.


Ara memiringkan kepalanya lucu, "Kata abang tadi, Ara-Ara gak perlu bersihin laptop lagi. " ucap Ara lucu.


Panglima menarik ujung hidung Ara gemes, "Iya sayang, jangan bersihin apa-apa lagi yaa. " gemes Panglima.


"Hu'um, " ujar Ara seraya memeluk leher Panglima.


"Ara mau cium-cium lagi. " pinta Ara lucu.


"Disini, boleh? " tunjuk Panglima pada bibir ranum Ara.


Ara mengangguk senang, "Boleh." sahut Ara.


Panglima tersenyum lalu dia mencium bibir Ara, bukan hanya mencium tapi Panglima juga ******* sedikit dan menggigit kecil bibir Ara.


Ara mendorong Panglima sehingga membuat ciuman mereka terlepas. Ara menatap Panglima dengan mata berkaca-kaca yang membuat Panglima heran.


"Heyy! kamu kenapa, hm? " tanya Panglima lembut lalu memeluk tubuh Ara.


"Hikss bang Lima, mam bibir Ara, hikss. " isak Ara.


Ahh iya, Panglima lupa kalau gadisnya itu polos dan tidak tau soal ciuman, gadisnya itu hanya tahu ciuman itu adalah kecupan biasa. Padahal kan ciuman dan kecupan itu berbeda.


Panglima mengelus lembut punggung Ara, "Sstt, tenang sayang! Abang bukan mam bibir kamu. " beritahu Panglima.


"Hikss abang bohong, tadi abang gigit-gigit bibir Ara walaupun enak. " sahut Ara polos.


Panglima terkekeh mendengar kalimat terakhir gadisnya itu. "Kan tadi abang udah minta izin sama kamu. " ucapnya.


"Hu'um, tapi-tapi abang bukan cium bibir Ara. " sahut Ara dengan bibir maju beberapa senti.


Panglima yang melihat Ara manyun menjadi gemes, "Bibir nya jangan gini, entar abang mau mam bibir kamu lagi! " ujar nya gemes.


Ara dengan cepat menutup bibirnya dengan kedua telapak tangan mungilnya itu seraya menggeleng lucu yang membuat Panglima semakin gemes dengan kepolosan Ara dan melupakan perihal laptop yang di cuci Ara.

__ADS_1


***


Author post part yang manis-manis nih buat kalian, sebagai gantian part sebelum nya yang tidak ada Ara nya xixi. jangan komen ya biar author makin semangat 🤭


__ADS_2