Transmigrasi Gadis Cupu

Transmigrasi Gadis Cupu
Chap.11


__ADS_3

Echa dan Resti pun tak percaya kenapa kemarin papahnya Raiina ke sekolahnya untuk menuntut orang yang sudah mencelakainya tapi saat ini kondisinya malah terlihat baik-baik saja.


"coba lo fotoin dia" titah Vina pada Resti.


tak menunggu lama Resti memotret Rainna yang sedang bersama dengan ibunya itu.Dia tampak Sehat dan baik-baik saja,tak seperti yang Pak Ryan katakan.


"udah ayo kita pergi,"ajak Vina.


"Vin, lo kepikiran gak kalo Rainna nanti ngadu sama yang lain kalo kita yang udah bikin dia pingsan di toilet" tanya Echa yang malah ketakutan.


"maksud lo?"


"iya si Rainna bilang sama orang tuanya kalo kita yang udah bully dia"jelas Echa.


"sttt.. lo bisa kecilin dikit gak sih suara lo, lagian kalo pun dia mau nuduh kita jadi pelakunya dia gak punya bukti apa-apa kan" ucap Vina dengan percaya diri.


akhirnya Vina dan teman-temannya pergi meninggalkan mall tersebut.Meskipun ada sedikit rasa takut dari Vina mengingat ucapan Echa tapi dia yakin jika Rainna tidak akan bisa menuduhnya jika tanpa bukti.


*


*


*


Pagi harinya Rainna sudah siap memakai seragam sekolah, dia merasa aneh karena jika diusianya Karin adalah anak kuliahan tapi kini dia harus kembali lagi menggunakan seragam putih abu.


"pagi mah" sapa Rainna yang membawa tas sekolahnya.


"pagi sayang" jawab Ibu Rena yang menyiapkam sarapan untuk suaminya dan Rainna.

__ADS_1


"kamu udah beneran kuat untuk sekolah sayang?" tanya Pak Ryan yang menghampiri meja makan dan duduk disana.


"sudah kok pah,papah liat kan aku udah baik-baik aja" ucap Rainna meyakinkan papahnya.


"baik-baik saja bukan berarti kuat sayang, kalo kamu masih ngerasa lemah atau pusing, kamu izin buat ke UKS aja ya" titah Pak Ryan.


"siaap pah" jawab Rainna semangat.


ibu Rena yang membawakan secangkir kopi hanya tersenyum melihat perkembangan Rianna saat ini.Rainna yang biasanya pendiam kini berubah suka berceloteh.Perkembangan itu disambut baik oleh Bu Rena karena Rainna bisa bersikap seperti dulu lagi.


"kamu berangkat sama papah aja ya" ucap Bu Rena.


"iya mah, kalo papah gak kerepotan sih"sindir Rainna.


"mana ada papah kerepotan sih sama anak sendiri."


"baguslah kalo gitu, kalian habisin sarapannya lalu siap-siap berangkat ya, tuh liat udah jam berapa" tunjuk Bu Rena pada jam dinding yang ada di ruang makan itu.


Setelah semuanya selesai akhirnya Pak Ryan dan Rainna bersiap untuk berangkat.mereka pamit pada Bu Rena.


tiga puluh menit dalam perjalanan akhirnya sampai di depan gerbang sekolah.Pak Ryan masih meyakinkan keadaan Rainna.


"inget ya,kalo kamu gak kuat jangan maksain ya" ucap Pak Ryan yang masih khawatir.


"iya pah, tenang sekarang ada ponsel jadi kalo ada apa-apa aku bisa langsung hubungin papah atau mamah" ucap Rainna yang mencoba menenangkan Papahnya.


"iya udah kalo begitu papah berangkat dulu ya"


"iya pah, ati-ati ya " pamit Rainna.

__ADS_1


Rainna benar-benar merasakan bahagia kali ini, belum pernah dia merasakan kekawatiran yang diberikan oleh kedua orang tuanya.Ternyata meskipun itu hal sederhana tapi membuatnya bisa sebahagia itu.


Rainna kini berjalan menuju koridor sekolah mencari dimana ruang kelasnya berada.Dia mengingat dulu semasa sekolah,cukup melelahkan menurutnya karena dia pun harus mencari kerja partime untuk membantu biaya sekolah dan biaya kegiatan sekolah dulu.


Rainna pun berjalan menyusuri setiap lorong kelas ,mencoba mencari kelas yang dia tuju Tapi saat dia berjalan seseorang menghampirinya dan mengagetkannya.


"Rainn??"


"Rainna lo udah sembuh" ucap Tika teman sebangkunya selama ini.


Rainna yang kebingungan saat melihat Tika yang mengenalinya.


"lo kenal gue?" tanya Rianna.


"iya kenallah, gue kan temen sebangku ko" jawabnya.


"syukurlah" gumam Rainna.


"syukur,kenapa lo bersyukur segala" ucap Tika yang tak mengerti apa yang dimaksud Rainna saat ini.


"maksud gue syukur gue ketemu lo, jadi gak bingung nyari kelas,dari tadi gue pusing cari-cari kelas"


mendengar Rainna yang mengucapkan itu,Tika merasa aneh kenapa Rainna bisa lupa dimana kelasnya.Baru juga seminggu tak masuk sekolah masa iya dia sampe amnesia.


"lo gak amnesia kan nna?" tanya Tika.


"sedikit sih,makanya gue lupa hehe" ucap Rainna yang malah cengengesan.


akhirnya Rainna dan Tika pun berjalan kemana kelanya berada dan membawa Rainna ke bangku tempat duduknya.

__ADS_1


__ADS_2