
"iya gue tau lo kok, gue janji bakal bantuin siapa dalang penyebar foto itu nna" ucap Abim pada Rainna.
"iya secepatnya deh lo temuin dalangnya, gue bikin bonyok tuh anak, main-main sama Rainna" ucapnya kesel.
"hehe, sabar..nanti gue kabarin kalo udah ketemu siapa dalangnya. yang terpenting kondisi lo sekarang baik-baik aja dulu,udah cukup buat gue" ucap Abim.
Rainna pun langsung menutup sambungan teleponnya itu dengan sepihak karena kesal, Abim malah terus menggodanya.
"lo beruntung banget sih Nna, orang di sekeliling lo pada khawatir sama lo karena masalah yang gue buat ini, sorry ya kalo nama lo jadi tercemar gue janji bakal balesin siapa yang berani nyebarin berita bohong ini" gumam Rainna di depan kaca.
Rainna pun memilih untuk istirahat dari pada memikirkan dulu berita itu.Besok dia akan cari siapa dalang di balik ini semua.Jadi lebih baik dia mengumpulkan tenaganya untuk besok di sekolah.
*
*
*
Beruntung,hingga pagi ini kedua orang tua Rainna masih belum mengetahui berita itu.Mereka oun sarapan seperti biasa dengan obrolan-obrolan ringan mereka untuk menghangatkan suasana keluarga.Sejujurnya Karin benar-benar iri dengan kehidupan Rainna ini, dia memiliki Ayah yang pengertian dan Ibu yang selalu perhatian padanya.Dulu dia selalu bermimpi mendapatkan keluarga yang seperti ini.
"udah ayo kita berangkat sekolah,jangan ngelamun aja" suara Pak Ryan membuyarkan lamunan Rainna.Dia pun bergegas merapihkan dirinya, meskipun Rainna tak bermake up tapi kulitnya yang mulus sudah memperlihatkan kecantikannya yang natural.Rainna hanya merapihkan rambutnya saja sudah terlihat cantik.
"ehh, iya pah ayo" ucap Rainna.
Pak Ryan dan Rainna pun pamit seperti biasa ke mamah Rena, mereka pun langsung menyusuri jalanan yang sudah mulai padat.
"kamu beneran gak apa-apa nna?" tanya Pak Ryan, yang sejak tadi melihat Rainna malah banyak melamun.
"aku engga apa-apa kok pah, papah tenang aja ya, tapi aku mau bilang sesuatu sama papah tapi papah jangan marah ya" ucap Rainna.
"emang mau bilang apa?" tanya Pak Ryan penasaran.
"gini pah sebenarnya kemarin kan aku izin pulang telat sama mamah, belajar kelompok, terus pulangnya aku mampir dulu ke sebuah yayasan panti asuhan gitu pah, " ungkap Rainna yang mencoba menjelaskan apa yang terjadi kemarin.
"iya terus kenapa?" ucap Pak Ryan.
__ADS_1
"aku kan mampir sebentar kesana soalnya cari seseorang yang udah nolongin aku waktu itu" bohong Rainna.
"nolong kamu? emang kenapa waktu itu? kenapa gak bilang papah"Pak Ryan yang sudah tampak khawatir.
"engga sih pah waktu itu aku ketinggalan dompet di rumah terus kakak itu bantuin aku, aku jadi inget mau ngembaliin uang ongkos waktu itu.Nah kemarin kan aku dateng ke sana ke tempat yayasan gitu, bukannya ketemu aku malah dapet masalah" ucap Rainna menunduk dan menyembunyikan kebohongan itu.
"emang masalah apa? kamu bikin onar disana?" ucap Pak Ryan.
"engga lah pah, masa aku bikin onar sih,sejak kapan anak papah ini jadi preman hehe" jawab Rainna dengan bercanda.
"kamu ini, hehe, terus masalahnya apa dong, kenapa kamu keliatan cemas gitu?" tanya Pak Ryan yang memang sejak tadi sarapan Rainna tidak seperti biasanya.
"ini coba papah lihat" Rainna menyodorkan ponselnya yang berisikan berita tentang dirinya yang masuk ke dalam panri dan mengira jika dirinya adalah anak adopsian.
"kurang aj*r sekali, siapa yang buat berita ini?" tanya Pak Ryan sedikit emosi.
"aku juga gak tau pah, sekarang lavgi rame disekolah tentang masalah ini.Aku jujur sama papah takutnya papah nanti dengernya cuma dari orang, dan aku beneran emang kesana cuma sekedar mau nyari orang yang udah bantu aku.Apa aku salah pah?" tanya Rainna yang saat ini sedang curhat pada papahnya.
"engga kok, kamu gak salah, lagian itu juga bukan tempat terlarang , yang seharusnya di salahkan itu yang udah nyebarin fitnah kaya ginu.Kamu itu anak kandung mamah dan papah" ucapnya.
"papah yakin kamu bisa nyelesain masalah ini, kalo ada apa-apa cepet hubungin papah, pasti papah bantu kamu" ucapnya lalu mengemudikan mobilnya menuju ke kantor.
" gue pasti nemuin siapa yang udah fitnah Rainna"gumamnya dalam hati dengan kesal.
saat Rainna berjalan menuju ke ruang kelas, ponselnya berbunyi, ada notifikasi pesan dari Abim.Dia mengirimkan bukti siapa yang menyebarkan foto itu.
dengan emosi Rainna langsung mencari keberadaan Vina ke kelasnya.
Brughhhh ..
"lo apa-apan sih, pagi-pagi nyari ribut, dasar anak pungut' ucap Vina yang kaget melihat kedatangan Rainna.
PLAK ..
"jaga mulut lo itu," emosi Rainna.
__ADS_1
"awhh, apa-apaan sih lo" bentak Vina yang memegang pipinya yang sakit akibat tamparan Rainna.
"maksud lo apa, nyebarin fitnah tentang gue haah" bentak Rainna.Kali ini Rainna benar-benar di buat emosi oleh Vina.Karena tak henti-hentinya Vina selalu mengganggunya.
"siapa yang fitnah , emang bener kenyataankan lo ini anak pungut" ucap Vina yang tak ingin kalah dengan Rainna.
Dengan Kesal Rainna pun menjambak Rambut Vina dan di bawa ke luar kelasnya.Agar semua siswa tahu jika berita yang Vina sebarkan itu ada lah berita bohong.
"awwh, lo mau bawa gue kemana?" tanya Vina sambil memegangi rambutnya yang Rainna tarik.
Saat itu Echa dan Resti belum tiba di sekolah,maka dari itu tak ada yang bisa membantu Vina.
Siswa lain melihat Rainna dan Vina yang sedang bertengkar.
Brugh.
Rainna langsung melepaskan genggaman Rambut Vina,hingga Vina terjatuh ke lantai.
"gue udah pernah bilang berapa kali sama lo, jangan pernah gangguin gue" ancam Rainna.
sedangkan siswa lain hanya sibuk merekam dan menonton kejadian itu, tak ada yang berani mendekati mereka.
"maksud lo apa, berita yang gue buat itu memang kenyataan kan lo tuh cuma anak panti asuhan yang udah di pungut sama kedua orang tua lo" teriak Vina di hadapan Rainna.
Rainna yang tak terima dengan ucapan Vina langsung menamparnya sekali lagi.Meskipun itu berada di kawasan sekolah, Rainna tak takut jika nanti dia di hukum.Lebih baik dia dihukum dari pada Rainna harus menanggung malu karena berita bohong itu.
" gue bakal bilang ke bokap gue kalo lo tuh udah nyiksa gue" ancam Vina.
" gue gak akan takut dan gak akan pernah takut sama anceman lo itu, asal lo tahu, gue pun bakal bikin lo bertekuk lutut dihadapan gue secepatnya" setelah itu Rainna langsung menepuk kedua tangannya seperti membersihkan kotoran yang sudah dia pegang.
"kalian juga, kalo kalian berani ngatain gue atau beritain gue macem-macem, gue bakal bales semua itu berkali-kali lipat" ancam Rainna pada Siswa-siswa yang sedang menonton mereka berdua.
sontak saja siswa yang lain langsung membubarkan diri.Setelah melihat perlakuannya pada Vina, tak ada yang berani mendekati Rainna.
kini Rainna memilih meninggalkan Vina yang terduduk di lantai.Rainna berjalan menuju ke kelasnya.Abim pun berada di antara siswa-siswa yang tadi berkumpul, tadinya Dia ingin menolong Rainna.Tapi setelah melihat perlakuan Rainna tadi dia memilih menontonnya terlebih dahulu.Ternyata Rainna yang sekarang tak selemah Rainna dulu.
__ADS_1