
Vina dan teman-temannya kini sudah berada di ruang kelasnya.Semua siswa yang sudah berdatangan ribut membicarakan kejadian yang menimpa Rainna kemarin.Mereka juga banyak yang menduga-duga dan mereka-reka semua kejadian.
Hingga heboh Rainna seperti itu karena di bully.Echa dan Resti yang tahu kejadiannya pun sedikit ketakutan dengan pembicaraan Kasus Rainna.
Sedangkan Vina si pelaku utama,dia bisa sesantai itu menghadapi masalah yang dirinya pun terlibat.
"kalo ada yang tahu,kalo gue pelaku dan kalian juga saksi matanya.Berarti salah satu dari kalian yang buka suara" ancam Vina sambil berbisik di bangku tempat duduknya.
"tapi kan kita gak mungkin ngasih tau orang kalo lo pelakunya," ucap Echa.
"namanya bunuh diri kaya gitu mah" celetuk Resti yang terlanjur kesal dengan sikap Vina.
"iya udah pokoknya gue gak mau tahu, kalian jangan sampe bocorin semua kejadian itu" ucap Vina.
Bel Sekolah pun kini berbunyi,seluruh siswa kini masuk ke dalam kelasnya masing-masing.
sedangkan Evan,siswa lelaki yang mengagumi Rainna sejak lama kini masih di luar Sekolah.
sepertinya dia merasa sedih ketika Rainna ditemukan pingsan di toilet sekolah.Evan sebenarnya ingik sekali melihat keadaan Rainna saat ini tapi dia tak tahu dimana Rainna di rawat.
__ADS_1
kemarin saat Rainna tak sadarkan diri laku di bawa ke rumah sakit dia sedang tak berada di sekolah.Dia mengikuti kejuaraan Bela diri antar SMA.
"kemana gue harus nyari lo" gumam Evan yang sedang bingung.
Jika masuk ke sekolah pun dia sudah terlambat,tapi Evan sekarang berada di luar sekolah tak tahu tujuannya kemana.
*
*
*
Rainna yang pagi ini sedang disibukkan dengan membereskan beberapa perlengkapan yang kemarin Bu Rena bawa,semuanya dimasukkan ke dalam Tas yang di bawa oleh Bi Minah.Pengurus Rumah Tangga yang ada di rumah Rainna.
"e-eh gak kok mah, udah baikan kok" ucap Rainna tersenyum canggung.
Dia berpikir kemana dia akan di bawa pulang oleh keluar Rainna.Sedangkan dirinya selama ini tinggal di sebuah kontrakan kecil dekat dengan kampusnya.
Karin juga berpikir bagaimana kondisi tubuhnya jika Jiwanya saja kini berada di tubuh Rainna.Apakah dia malah bertukar jiwa dengan Rianna.
__ADS_1
"haduh gimana kalo kaya gitu?' gumam Karin.
Karena Karin sendiri tak tahu bagaimana karakter Rainna yang sebenarnya.Apakah dia nakal,jutek atau bar-bar seperti dirinya.
Jika bertanya pada Ibunya Rainna,Karin bakal kembali di curigai.Dia tak mau jika nantinya harus di rawat lagi di rumah sakit.
Setelah semuanya siap ,perlengkapannya di bawa oleh Bi Minah ke dalam mobil.Sekarang Pa Ryan menuntun tangan Rainna agar tak terjatuh saat berjalan nanti.Sedangkan Bu Rena berjalan di depan mereka setelah selesai membereskan biaya administrasi Rainna.
"pah,kita mau kemana?" tanya Karin pada Pa Ryan yang menuntunnya.
"kita akan pulang sayang, pulang ke rumah kita" ucap Pa Ryan.
Setelah berada di lobi rumah sakit, mobil mewah terparkir di depan pintu utama.Bu Rena membuka pintu itu lalu menyuruh Rainna masuk ke dalam.Sedangkan Pa Ryan masih saja memegangi tangan Rainna takut terjatuh saat dilepaskan.
"ayo naik sayang" ucap Bu Rena.
sedangkan Bi Minah sudah duduk di kursi bagian belakang,membawa tas yang dia bawa dari rumah sakit.
"i-iya mah'" ucap Karin gugup.
__ADS_1
Dia baru kali ini menaiki mobil mewah seperti ini.Tak henti-hentinya karin mengatakan juka Rainna beruntung hidup dengan Keluarga yang harmonis dan kekayaan yang sangat mencukupi menurut Karin.
"kamu naik,papah duduk di depan." ucap Pa Ryan yang menyadarkan lamunan Karin.