Transmigrasi Gadis Cupu

Transmigrasi Gadis Cupu
Chap.19


__ADS_3

Tak lama obrolan itu terhenti saat Rainna kembali dari dapur dengan membawa segelas minuman dingin.


"sayang jangan banyak-banyak minum minuman dingin gitu ya"ucap Mama Rena yang khawatir dengan kesehatan Rainna.


"iya mah, Aku cuma mau coba aja kok,lagian di luar udah panas banget mah" ucap Rainna.


"Tapi kamu happy?" tanya Papah Ryan.


"Seneng dong pah, tapi pah" ucap Rainna.


"tapi apa?"


"boleh gak aku nanti minta beliin baju olah raga yang lain, soalnya di lemari aku ternyata cuma ada baju ini aja yang bisa di pakai buat olahraga" ungkap Rainna.


"Emang kamu mau olahraga lagi?" tanya mamah Rena.


"iya mau dong mah, minggu depan pasti aku lari oagi lagi, kan supaya badan aku sehat sama lihat-lihat sekeliling komplek yang belum aku temuin" ucap Rainna.


"emm, iya udah nanti siang aja kalo gitu kita ke mall" ajak Mama Rena.


"siang ini mah?" tanya Rainna yang kaget karena malah mendadak mengajaknya langsung untuk berbelanja.


"iyalah siang ini, lagian kan besok-besok mana ada waktu kamu buat keluar kamu kan sekolah" ucap mama Rena.


"iya bener sekarang aja, papah anter deh sekalian paph juga mau cari baju olahraga buat lari juga, liat kamu semangat papah jadi pengen ngerasain lari di sekitaran komplek" ucap Papah Ryan yang semangat melihat Rainna antusias untuk berolah raga.


Akhirnya siangnya Rainna dan kedua orangtuanya pun bergegas menuju salah satu mall,untuk membeli keperluan yang Rainna butuhkan.


Baru kali ini Rainna bisa merasakan jalan-jalan lengkap dengan orang tua, meskipun mereka bukan orangtua kandungnya.Tapi sejak di panti dulu Karin mendambakan ingin diadopsi oleh orang tua yang baik dan tulus menyayanginya.Namun tak ada yang memilihnya menjadi anak adopsi hingga dewasa dan berjuang sendiri untuk kebutuhan hidupnya.


"mah, ini bagus gak?" tanya Rainna yang memperlihatkan satu stel pakaian olahraga yang menurutnya cocok.


"bagus kok sayang, kamu mau ambil aja" ucap Papah Ryan.

__ADS_1


"boleh pah?" tanya Rainna.


"boleh dong kenapa harus ngelarang, itu juga pakaiannya lumayan ketutup kok" ucap mamah Rena yang melihat baju olahraga yang modis dan tidak terlalu terbuka.


setelah beberapa jam berbelanja hingga berbelanja yang tak di rencanakan.Mereka kini berada di salah satu restoran untuk makan siang, Tak sengaja bertemu dengan Pak Rizal dan anaknya Vina.


Pak Ryan yang menyadari jika mengenal Pak Rizal langsung menyapanya Dan dia ingat bagaimana permintaannya waktu itu.


"siang pak Rizal" ucap pak Ryan pada Pak Rizal dan keluarganya .


"ehh siang pak" jawab Pak Rizal sambil mengingat siapa orang itu.


"saya Ryan pak, papahnya Rainna yang tempo hari ada masalah di sekolahnya,dan saya mau menanyakan apa ada perkembangan dengam kejadian kemarin itu" ucap Pak Ryan yang menekankan pada Pak Rizal untuk mengusut masalah anaknya.


"oh iya pak Ryan, maaf saya belum memberi anda kabar, tapi kalau di lihat anak bapa baik-baik saja" sindir Pak Rizal melihat Rainna.


"dia baik-baik saja karena udah sembuh, tapi mana tanggung jawab sekolah sampe detik ini saya belum terima" ucap Pak Ryan yang menahan emosi pada Pak Rizal.


"tapi kan dengan kesembuhan putri bapak,berarti masalah ini selesai dong" ucap Santai Pak Rizal.


"bukan berarti masalah ini selesai,dan bisa saja anak saya di bully lalu si pelaku malah enak-enakan gak tanggung jawab " ucap Pak Ryan.


"Bapak kan gak ada bukti kalo anak bapa ini di bully dan coaba sekarang tanyakan pada anak bapa apa yang dia ingat saat terakhir dia pingsan" tantang Pak Rizal.


"bukan berarti saya lupa kejadian saya sewaktu saya pingsan, pelaku bisa di biarin gitu aja ya pa, saya sebenarnya tahu siapa yang udah bully saya, tapi bapak gak akan percayakan kalo saya bilang sekarang tanpa bukti" ucap Rainna yang tak tahan dengan sikap Pak Rizal dan Vina yang seolah meremehkan mereka.


"ok, kalo ada bukti saya akan percaya sama kalian,saya akan keluarkan murid itu dari sekolah " ucap Pak Rizal yang terpancing emosi.


Vina yang mendengar itu langsung terdiam, dia langsung berubah menjadi pucat karena ucapan papahnya itu.


tanpa banyak omong lagi pak Ryan dan Bu Rena meninggalkan mereka tak jadi untuk makan disana.Rainna yanhg melihat itu memghampiri Vina.


"gue bakal buktiin kejahatan lo selama ini" bisik Rainna pada Vina.

__ADS_1


Vina hanya diam, jika dia membalas pada seluruh orang akan melihatnya.Tapi dia bersikap tenang seolah tak terjadi apa-apa.


Rainna pun mengejar kedua orang tuanya keluar dari restoran itu.


Dengan muka kesal Bu Rena dan Pak Ryan malah tak jadi makan siang mereka memilih pulang kembali ke rumah.


"papah bener-bener akan usut tuntas masalah ini" ucap Pak Ryan yang menahan kekesalannya.


"iya pah, mamah juga kesel banget masa ada kepala sekolah kaya gitu sih" jawab Bu Rena yang sama kesalnya.


" mah, pah tenang ya, maaf gara-gara aku gak inget kejadia kemarin jadi gak bisa buktiin apa yang terjadi sama aku" ucap Rainna yang menyesal.


"gak kok sayang, kita gak nyalahin kamu, tapi emang dari pihak sekolah gak ada sama sekali sikap tanggung jawab, kamu bayangin aja tiga hari kamu koma gak ada satu pun pihak sekolah yang datang untuk menjenguk kamu" kesal Bu Rena.


" keterlaluan sekali ,di kasih enak malah nyepelein tanggung jawab"


'maksudnya di kasih enak apa ya pah?" tanya Rainna yang tak mengerti ucapan Pak Ryan.


"kamu lupa sayang, perusahaan kita juga kan udah ikut kontribusi dalam sumbangan sekolah itu"


"wah masa iya mah?" tanya Rainna yang kaget mendengar ucapan Bu Rena.


"iya dong sayang masa boong, mulai bulan depan papah akan berhenti ngasih subsidi sumbangan pada sekolah kamu sebelum masalah kamu cepet selesai" ancam Pak Ryan.


setelah tiga puluh menit dalam perjalanan ,akhirnya mobil mereka sampai di garasi rumahnya.


Rainna pun masuk ke dalam rumah dengan membawa barang-barang belanjaannya.


"mah aku pamit ke kamar dulu ya" ucap Rainna membawa beberapa kantong belanjaan menuju tangga ke kamarnya.


setelah di buka dia menyimpan lumayan barang belanjaan tadi.Padahal niatnya hanya membeli pakaian olahraga ,tapi mama Rena menawarkan baju yang menurutnya pun cocok dengan gayanya.


"lo beruntung banget tau ga Rain, kedua orang tua lo kaya, terus sayang juga sama lo., tapi kenapa ko malah kasih tubuh lo ini sama gue sih, kan gue jadi keenakan hehe" gumam Karin yang membereskan barang belanjaan tadi sambil mengobrol sendiri dengan si pemilik tubuh.

__ADS_1


Walaupun kini Karin tak tahu kemana Perginya jiwa Rainna asli.Tapi dia berharap suatu saat Rainna asli bisa kembali meski dirinya bingung entah kemana.


__ADS_2