
belum menjawab pertanyaan Bu Rena,Raina malah sudah menghabiskan satu gelas minuman itu.
"ahh, lumayan seger mah, makasih ya"ucap Rainna.
bu Rena hanya tersenyum kaget melihat kelakuan anaknya itu.Baru sekarang dia bisa melihat lagi anaknya menjadi lebih ceria daripada biasanya.
"kamu emang beneran lupa alamat rumah kita?" tanya Bu Rena yang tadi mengirimkan alamat rumahnya lewat pesan.
"iya mah, aku lupa. Pas pagi aja untung ada temen aku yang nyapa duluan,padahal aku pusing nyari kelas aku dimana" ungkap Rainna menceritakan kejadian tadi pagi.
"kamu tuh ada-ada aja sih, lagian kalo belum sembuh betul kenapa gak istirahat dulu aja sampai pulih" jawab Bu Rena.
"lagian aku udah sehat mah, cuman ingetan aja yang berkurang hihi" ucap Rainna cengengesan.
"kamu ini ada-ada aja" jawab Bu Rena menertawakan tingkah anaknya itu.
"iya udah mah,aku ke kamar dulu ya mau ganti baju, gak enak kalau pakai seragam sekolah" ucap Rainna lalu bangun dan berjalan menuju ke kamarnya.
Bu Rena bersyukur setelah kejadian koma itu, Dia bisa lebih dekat dengan Rainna.Meskipun dia awalnya terpukul dan sedih melihat anaknya yang tidak berdaya di ranjang rumah sakit.
Rainna berjalan menaiki tangga menuju ke kamarnya.Setelah masuk ke dalam kamar bukannya mengganti pakaian tapi dia merebahkan lagi tubuhnya di kasur yang menurutnya itu empuk, berbeda dengan kasur yang dia miliki di tempat kostnya dulu.
"ahh ,Sorry Rainna bukan gue yang pingin buat nempati posisi lo ini" gumam Karin yang malah mengantuk saat dia nyaman dengan posisinya.
Tak lama Rainna pun malah tertidur.
*
*
sore hari Rainna baru terbangun dan kaget kenapa dia bisa tidur selama itu.Rainna pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.setelah semuanya siap, Rainna kembali ke lantai bawah untuk menemui Ibu Rena.
"sore mah," ucap Rainna yang melihat mamanya sedang menonton televisi sambil memakan camilan.
"mamah kirain kamu mau ngurung diri lagi di kamar, tapi pas mamah ke atas liat ke kamar kamu ehh taunya tidur" ungkap mama Rena.
"hehe iya mah maaf ya tadi kan janjinya aku mau nemenin mama tapi malah ketiduran saking capenya" ucap Rainna yang tak enak pada Mama Rena.
__ADS_1
"iya,gak apa-apa kok sayang lagian kasian kamu juga pasti cape pulang sekolah kan." ucap Mama Rena yang mengelus kepala Rainna yang merebahkan diri di dekat mama Rena.
"ternyata sebahagia ini disayang orang tua, ko beruntung Rainna punya mama yang sayang banget sama lo" batin Karin yang merasakan belaian Mama Rena.
*
*
*
Kini Rainna, Pak Ryan dan Bu Rena berkumpul di ruang makan, mereka sedanh makan malam.
"rain, gimana Sekolah kamu hari ini?" tanya Papa Ryan.
"biasa aja sih pah, cuma aku tadi sampe lupa alamat rumah jadi telepon mama buat kirimin aku alamat rumah" ucap Rainna.
"hahh kamu lupa alamat Rumah ini?" tanya Papa Ryan.
"iya pah, untung aja kemarin kita beli Ponsel buat Rainna kalo gak, gak tau deh dia mau nanyain alamat rumahnya sendiri sama siapa" ucap Mama Rena.
"untunglah kamu bisa sampe "
"iih mama, gimana gak merah cuaca diluar panas banget mah, turun dari angkot kan aku jalan ke komplek" ucap Rainna.
"kamu naik angkot?" tanya papah Ryan.
"iya lah, ya udah naik apa pah?" tanya Rainna.
"biasanya kan kamu naik ojek online atau gak taksi online.makanya mamah sama papah ngasih uang kamu lebih juga" ungkap Bu Rena.
Mungkin karena sudah terbiasa Karin naik angkot jadi kebiasaan itu terbawa saat sekarang dirinya menjadi Rainna.Tak Terpikir di benak Karin untuk pulang menggunakan ojek online atau taksi online meskipun sisa uangnya masih tersisa banyak.
"iya pah,mah maaf aku lupa" ucap Rainna.
"iya gak apa-apa , mamah gak larang kamu buat naik angkot kok.Selama kamu nyaman gak jadi masalah juga" ucap Bu Rena.
Setelah mereka menyelesaikan makan malamnya tak biasanya Rainna ikut membantu mama Rena untuk membereskan semua piring kotor, Rainna membawa piring kotor itu ke wastafel dapur dan Mengambil sabun cuci piring lalu mencuci satu persatu piring itu.
__ADS_1
Mama Rena yang melihat itu sempat melarang Rainna untuk ikut membantunya.Tapi Rainna tetap memaksa membantu mencuci piring bekas makan malam mereka.Karena sejak dulu dia diam di panti ,Karin selalu saja membantu Bunda panti untuk membereskan panti.
"sayang udah biar mamah aja yang beresin itu" ucap Bu Rena yang membenahi sisa makanan tadi
"gak apa-apa kok mah, lagian kan aku juga sambil belajar cuci piring" ucap Rainna.
"iya udah.kalo kamu cape bilang mama ya, biar mama yang lanjutin semua" ucap mama Rena lalu meninggalkan Rainna menuju ruang tengah.
"Rainna mana mah?' tanya Pak Ryan.
"lagi cuci piring pah' ucap Bu Rena.
"hahh cuci piring, gak salah mah?" tanya Pak Ryan yang tak percaya.
Biasanya setelah makan malah, Rainna pasti akan pamit untuk ke kamarnya terlebih dahulu.
"beneran pah, lagian aku udah ngelarang tapi katanya mau belajar" ucap Bu Rena lalu duduk di samping Pak Ryan dengan membawakan secangkir teh hangat.
Akhirnya Rainna selesai mencuci piring,dia melap tangannya yang masih basah.
"sorry Nna, tangan lo yang mulus ini gue pake buat cuci piring, seengganya gue ada kontribusi di rumah ini, dan ngak tinggal gratis juga kan disini " gumam Karin.
Dia lalu berjalan menuju ke ruang tengah melihat papa Ryan dan mama Rena yang disana sedang menonton televisi.
"udah selesai rainn?" tanya mama Rena pada Rainna.
lalu dia menyuruh Rainna untuk duduk di sebelahnya.
"udah kok mah, semua udah beres" Rainna langsung berlari menuju tempat yang ditunjuk Mama Rena.
"kamu gak cape ?" tanya Papa Ryan yang melihat wajah Rainna.
"gak ko pah,lagian aku cape apa sih, tadi siang aja aku malah ketiduran tadinya mau bantuin mama masak" ucap Rainna yang tak enak pada Mama Rena.
"gak apa-apa kok sayang, lagian kamu juga masih harus banyak istirahat kan belum pulih bener kamu ini"
"iya denger tuh kata mama, kamu jangan terlalu cape-cape.Kalo gak kuat istirahat aja" ucap Papa Ryan.
__ADS_1
"siaap pah, nanti kalo aku cape pasti banyak banyak banyak istirahat deh" ucap Rainna yang malah bercanda dengan papa nya itu.
namun bukannya marah mama Rena dan papa Ryan malah tertawa melihat wajah lucu anaknya itu, mungkin sudah cukup lama mereka tak merasakan bersenda gurau seperti ini.Meskipun hanya berkumpul bersama tapi terasa kehangatan keluarga yang Karin rasakan dari keluarga Rainna ini.