Transmigrasi Gadis Cupu

Transmigrasi Gadis Cupu
Chap.36


__ADS_3

"lo kenapa gak kesana?" tanya Rainna.


"gak ah, gue lebih tertarik sama lo dari pada liat bokap gue" jawab Abim santai.


Rainna yang sedang menyedot minumannya itu langsung menyemburkan air jeruk itu.Dia kaget dengan jawaban Abimana.


entah kaget dengan penyataan jika dia tertarik padanya atau bokapnya yang berarti pemilik sekolah ini.


"lo gak apa-apa?" tanya Abim panik saat Rainna tersedak.


"elo yang apa-apaan? bikin gue keselek tau gak!" ucap Rainna kesal.


"loh kok gara-gara gue sih?" ucap Abim yang tak mengerti dengan ucapan Rainna.


"gue kaget sama jawaban lo itu tau" ucap Rainna.


"jawaban yang mana?" pura-pura tak mengerti sambil tersenyum.


"issh ,lo tuh nyebelin juga ya" ucap Rainna kesal.


"haha, iya-iya sorry, gue gak bermaksud ngagetin lo tau" jawab Abim yang mengambil tissu untuk mengelap air yang tadi Rainna semburkan ke arahnya dan di atas meja.


Rainna pun malu dan mengambil tisu yang berada di meja itu untuk mengelap mulutnya yang basah.


"lo tuh kalo ngomong pake perasaan dikit kek" ucap Rainna.


"jangankan ngomong sama lo, jalan sama lo gue bakal pake perasaan" celetuk Abim pada Rainna.


"lo tug becanda mulu ya" Rainna tak menanggapi ucapan Abim dengan serius, dia pun bangkit meninggalkan bangku di kantin, tadinya dia ingin menyusul Tika.Tapi setelah melihat area lapangan yang sudah rame dia memilih menuju ke kelas saja.


"nna, tungguin gue dong" ucap Abim yang mencoba menyusul Rainna.Tapi Abim lalu mengurungkan niatnya setelah melihat papahnya tiba di lapangan.


Dia mencoba menelepon Papahnya,agar jangan hari ini dia muncul di hadapan siswa lain.


Vina yang sejak tadi pucat pun memilih berdiam diri di kelas, dia tak ingin ke lapangan karena takut jika ancaman Abim itu benar.Dan membuat papahnya malu di hadapan semua siswa.


"Vin, ayo dong kita ke lapang, gue penasaran tau sama anak pemilik sekolah. kali aja dia ganteng" ucap Resti pada Vina.


"lo kenapa pucet gitu sih" tanya Echa yang memperhatikan wajah Vina sejak tadi,dan hari ini dia lebih banyak diam saat bel masuk tadi berbunyi.

__ADS_1


"lo gak apa-apa kan?" tanya Echa sekali lagi,karena tadi tak ada jawaban dari Vina.


"kalo kalian mau ke lapang,kalian duluan aja gue nanti nyusul" jawab Vina bohong pada Echa dan Resti.


Resti dan Echa pun mengangguk, mereka meninggalkan Vina sendiri di kelasnya.


"lo liat gak kalo si Vina aneh hari ini?" tanya Echa pada Resti.


"aneh gimana maksud lo?" tanya Resti yang tak mengerti dengan ucapan Echa.


"iya aneh, dari pagi jadi pendiem dia sekarang aja dia gak mau di ajak keluar kelas buat liat cowo cakep" ucap Echa


"tapi kan kita gak tau anaknya pemilik aekolah ini cakep atau engga" jawab Resti.


Echa pun langsung terdiam membenarkan ucap Resti, memang benar mereka belum tahu bagaimana wajah anak pemilik sekolah ini.


*


*


*


Pak Rizal menyambut kedatangan Pak Kyandra dengan sopan, dia tak tahu apa yang akan terjadi setelahnya saat itu.


"mari pak kita ke ruangan saya" ucap Pak Rizal yang menyambut ke datangan Pak Kyandra.


"baik" jawab Pak Kyandra.


"tapi maaf sebelumnya, bukannya bapak kesini dengan putra bapak" tanya Pak Rizal.


memang sejak dia menjabat sebagai kepala sekolah,Pak Kyandra tak pernah memperkenalkan anggota keluarganya.


*


*


*


"pak Rizal, bapak tau apa maksud kedatangan saya kesini ?" tanya Pak Kyandra yang sedang duduk di sofa ruang kepala sekolah.

__ADS_1


pak Rizal menggelengkan kepalanya, dia kira hanya kunjungan biasa pemilik sekolah datang kesini.


"maaf pak saya tak tahu maksud dan tujuan anda kemari" jawab Pak Rizal.


Pak Kyandra hanya tersenyum ,melihat sekeliling ruangan Pak Rizal.


"saya kesini mendapatkan laporan jika salah satu murid disini sedang bermasalah?" ucap Pak Kyandra.


"murid, setahu saya sampai saat ini tak pernah terjadi masalah apapun pak" jawab Pak Rizal gugup, dia tak mengingat tentang masalahnya dengan orang tua Rainna.


"apakah disini ada yang namanya Rainna?" tanyanya lagi.


"Rainna?" ucap Pak Rizal mencoba mengingat salah satu muridnya.


Tak lama dia ingat Rainna yang dimaksud apakah murid yang baru saja tadi pagi membuat nasalah dengan anaknya.


"Ayahnya,Pak Ryan menelepon saya jika beliau mendapatkan perlakuan buruk dari anda.Apakah benar Pak Rizal?" sarkas Pak Kyandra menanyakan kebenarannya.


sejak dulu Pak Kyandra dan Pak Ryan adalah teman semasa Sekolahnya.Maka dari itu Pak Ryan mau berdonasi di sekolah itu karena merupakan milik teman lamanya.Tapi ternyata sekolah itu tidak di kelola oleh orang yang tepat.


"ehmm itu Pak,, ehmm memang benar bulan kemari ada sesuatu masalah pada Rainna,murid dari sekolah ini di temukan pingsan di toilet, dia langsung di larikan ke Rumah Sakit dan Pihak keluarga meminta tanggung jawab" ungkap Pak Rizal yang gugup takut terbongkar semua kebohongannya.


"tanggung jawab dalam artian?" tanya Pak Kyandra.


"beliau meminta rekaman CCTV dalam toilet. padahal sejak dulu tidak ada CCTV dalam toilet dan bisa jadi itu suatu pelanggaran" Pak Rizal mencoba menjelaskan.


"memang tak ada CCTV dalam toilet tapi anda bisa kan menunjukkan Rekaman CCTV di lorong toilet saat itu" tanya Pak Kyandra.


"saat itu CCTV di lorong toilet sedang rusak pak,makanya saya tak memberikan rekamannya.Dan menurut saksi mata yang melihatnya disana situasinya sedang sepi tak ada siapa-siapa"


"Jika sepi bukan berarti dia bisa pingsan dan koma secara tiba-tiba kan itu pun dalam keadaan basah kuyup" jelas Pak Kyandra


"anu, pak saya juga kurang mengerti bagaimana itu semua terjadi. " Pak Rizal mencoba menutupi semuanya.Karena bisa saja ini perbuatan anaknya hingga tak ada barang bukti.


Pak Rizal benar-benar di buat ketakutan dengan kejadian ini.Dia tak mengira jika Pak Ryan papah Rainna bisa mengenal dekat dengan pemilik sekolah,sehingga secara khusus datang ke sekolah untuk menanyakan kejadian itu.


"saya tak ingin tahu bagaimana pun caranya , pak Rizal harus segera mencari Bukti jika Rainna tidak mengalami pembullyan disini , apa Anda mau citra sekolah ini buruk karena adanya pembullyan di dalamnya.Apakah Pak rizal tau dampak kemarin masalah ini tak diselesaikan Pak Ryan akan mengancam memberhentikan dana donasi untuk Sekolah ini dan siapa yang akan bertanggung jawab jika Beliau menghentikannya.Apa Bapak Rizal mau menggantikannya"


Degh.

__ADS_1


seketika jantung Pak Rizal mendadak berdebar kaget bagaimana masalah seperti ini Pemilik sekolah yang harus turun tangan.Dan dia juga diancam jika semuanya tak selesai maka tamatlah karirnya selama ini menjadi Kepala sekolah.


__ADS_2