Transmigrasi Gadis Cupu

Transmigrasi Gadis Cupu
Chap.16


__ADS_3

Bel Istirahat pun berbunyi Kelas pun ramai oleh suara siswa yang tak sabar untuk keluar kelas.Rainna dan Tika pun membereskan bukunya ke dalam tas.Mereka berjalan menuju kantin.


"lo mau ke kantin lagi?" tanya Tika.


"iyalah, gue juga laper kali" jawab Rainna.


Rainna dan Tika pun keluar kelas berjalan menuju kantin,namun di jalan dia di cegat oleh Evan yanhg menunggunya di depan kelasnya.Karena jika ke lantin mereka pasti akan melewati kelas Evan dan Vina.


"hey, mau kemana?" tanya Evan yang merasa dekat dengan Rainna.


"ke kantin" ketus Rainna.


"kok kamu tumben sih sekarang lebih sering ke ka tin," ucap Evan.


Rainna yang mendengar itu pun langsung menghentikan jalannya.lalu menjawab pertanyaan Evan tadi.


"emang di pintu kantin ada tulisan kalo nama gue gak boleh masuk situ?"Rainna kesal pada Evan karena selalu saja mengikutinya di Sekolah.


Vina ,Echa dan Resti yang melihat itu tambah kesal pada Rainna.Karena mereka berpikir jika sekarang ini Rainna merasa wanita paling cantik hingga bisa membentak Seorang Evan seperti itu.Padahal di sekolah otu tak ada yang berani membentaknya dan malahan mereka sangat ingin sekali di sapa oleh Evan.


"cih, lo liat gak gayanya si Rainna itu ,sok jual mahal banget sih" ucap Echa yang mencoba memanasi Vina.


"padahal dulu aja dia suka nempel-nempel sama Si Evan" ucap Resti.


Bukannya Vina senang jika Rainna sudah mencoba menjauhi Evan,Tapi malah Vina tambah membenci Rainna karena sikapnya merasa dia dikejar-kejar oleh Evan.


"kita kasih dia pelajaran nanti siang" ucap Vina pada Echa dan Resti.


"siang? gak salah" ucap Echa.


"gudang belakang kan kosong, nanti lo ajak dia kesana" Vina yang sudah merencanakan apa yang akan dia perbuat pada Rainna.


Sedangkan Rainna yang kini malah risih pada Evan membuatnya kesal.


"Lo bisa gak sih gak usah deket-deket sama gue" bentak Rainna pada Evan.


Evan kaget kenapa Rainna berubah saat dia sembuh, padahal dia dulu memintanya untuk selalu menjaganya tapi malah dia sendiri yang menyuruhnya untuk menjauhinya.


"kok kamu kasar gitu sih" ucap Evan.


"kasar gimana,biasanya gue gini kan." ketus Rainna.


Tika yang melihat perubahan Rainna hanya terdiam,karena kaget.Tika tak mengira jika selama ini Sikap Rainna bisa menjadi kasar seperti ini juga.Padahal sejak dulu Dia dikenal sebagai murid lemah dan sedikit penyakitan.

__ADS_1


"nna, udah lo tenang jangan marah-marah gitu' ucap Tika yang tak enak pada siswa lain yang mendengar bentakan Rainna pada Evan.


"udah, lo mending pergi dulu deh, mungkin Rainna butuh waktu sendiri" ucap Tika mencoba mengusir Evan dari sana.


...****************...


Saat bel Pulang berbunyi, sebagian siswa dari kelas lain sudah keluar.Termasuk Vina dan kawan-kawannya.Rainna dan Tika masih sibuk membereskan Tas mereka dan memasukkan bukunya ke dalam tas sambil mengobrol.


"untung aja lo tau tadi jawabannya kalo ga berdiri kesemutan gue didepan" ucap Tika.


"hhehe makanya lo tuh harusnya banyak-banyak belajar" sindir Rainna.


"gue udah belajar cuma kapasitas otak gue yang gak muat" celetuk Tika.


Rainna dan Tika malah tertawa mendengar jawaban Tika itu.Setelah semuanya beres Tika pamit terlebih dahulu pada Rainna karena dirinya sudah di jemput di depan gerbang sekolah.


"gue duluan ya, jemputan gue udah nunggu nih" sambil memperlihatkan pesan yang baru muncul dari sopirnya.


"iya udah ati-ati di jalan ya" ucap Rainna.


Vina dan Resti Menunggu di gudang belakang sekolah, sedangkan Echa sedang berdiri di depan pintu kelas Rainna melihat situasi kelas Rainna.


Setela dilihat hanya tinggal Rainna dan beberap orang,Echa pun berjalan menghampiri Rainna yang memainkan ponsel untuk memesan ojek online,dia tak mau seperti kemarin kelelahan di jalan.


"Ehh iya? kenapa? lo siapa ya"tanya Rainna yang baru melihat Echa.


"lo gak kenal sama gue?" tanya Echa yang malah kaget mendengar ucapan Rainna.


"iya gak lah,lo bukan anak kelas ini kan" ucap Rainna.


"masa lo sama temen sendiri gak kenal sih" ucap Echa yang malah memanfaatkan ketidak tahuan Rainna ini.


"teman?"


"iya kita kan temen kelas sebelas dulu" ucapnya bohong.


" oh gitu,sorry gue gak ingat, ada apa lo nyari gue?" tanya Rainna penasaran.


"gue mau ngomong sesuatu sama lo, tapi gak disini" bisik Echa pada Rainna.


tanpa berpikiran yang aneh Rainna pun mengiyakan apa yang diucapkan Echa,Karena dirinya yang mengaku jadi teman Rainna.


"ya udah lo ngomong aja" ketus Rainna.

__ADS_1


"tapi ga mungkin gue ngomong disini, ayo lo ikut gue dulu" ucap Echa menarik lengan Rainna.


dengan Terpaksa Rainna ikut kemana Echa membawanya.Tanpa berpikir jika Vina dan Resti sudah menunggu kedatangannya di gudang belakang sekolah.


"lo mau ngajak kemana sih" ucap Rainna yang melepaskan tangannya dari genggaman Echa.


"bentar aja gue mau ajak lo ngomong" ucap Echa yang mencoba meyakinkan Rainna.


Rainna dan Echa pun berjalan menuju belakang sekolah, dia menuju gudang kosong yang terlihat jarang ada orang disekitar sana.


"ayo nna" ucap Echa.


"ngapain sih jauh-jauh kesini" jawab Rainna yang melihat ke sekeliling gudang itu.


hingga sampai di pintu menuju gudang Echa yang berjalan di belakang Rainna.Langsung saja Rainna di dorong untuk masuk ke ruangan itu oleh Echa hingga Rainna terjatuh.


Rainna jadi ingat kejadian ini jika dia adalah teman Vina yang Tika ceritakan tempo hari agar tidak mencari masalah dengannya.Bagaimana dia bisa lupa dengan sosok Echa ini.


"awwh" Rainna pun meringis kesakitan karena tersungkur ke bawah.


"hahaha kok lo lama banget sih bawa dia" protes Vina yang sudah duduk di dalam gudang.


"sorry sorry,,kirain gue dia tau siapa gue.waktu ditanya dia malah gak ngenalin gue" ucap Echa.


"kok bisa gak ngenalin lo sih Cha" ucap Resti yang malah heran.


" gue juga gak tau, mungkin amnesia kali"celetuk Echa.


"kalian tuh siapa sih, ada urusan apa manggil gue ke sini?" tanya Rainna yang mencoba berdiri.


"gak nyangka lo udah mulai berani bentak gue" ucap Vina yang menghampiri Rainna.


Vina yang tadinya akan menampar Rainna malah ditahan tangannya oleh Rainna.


"lepasin" teriak Vina.


"lo yang mulai, " sambil menyingkirkan tangan Vina hingga terdorong ke belakang.


"vin, lo gak apa-apa kan" tanya Echa khawatir


"lo belum kapok dengan siksaan yang udah gue kasih kemarin"


Rainna diam saat mengingat kapan dirinya disiksa oleh Vina.Apa sebelumnya Rainna asli selalu mendapatkan bullyan seperti ini pikir Karin.Ini tak bisa di biarkan jika dirinya memgalah pasti Vina akan terus menerus membully nya.

__ADS_1


__ADS_2