
"sayang,kamu ga inget papah?" tanya Pa Ryan terkejut.
Rainna hanya menggeleng, memang baru pertama kali ini dia bertemu dengan Pa Ryan.Sejak kemarin dia belum sadarkan diri jadi belum pernah bertemu dengan papah barunya itu.
"mulai sekarang kamu harus inget,aku papah kamu" ucap Pa Ryan penuh penekanan dengan candaan.
Bu Rena tersenyum melihat tingkah Suaminya itu.Memang jika di rumah Pa Ryan dan Rainna sangat dekat dan manja.Rainna bisa lebih manja pada papahnya dari pada dia,ibunya.
"maaf ya pah, soalnya aku masih pusing jadi belum inget semuanya" bohong Rainna.
"iya sayang gak apa-apa" ucap Pa ryan yang mengusap kepala Rainna.
Karin merasa bahagia bisa merasakan kasih sayang yang di berikan kedua orang tua ini.Meskipun Bunda di panti asuhan pun selalu menyayanginya.Namun berbeda ketika kedua orang tua yang menyayanginya secara tulus.Rainna beruntung memiliki Ayah dan Bunda yang sangat menyayanginya begitu pemikiran Karin.
"kamu istirahat ya,biar besok kita bisa pulang" ucap Pa Ryan yang mencoba memberi semangat pada Rainna.
Rainna mengangguk mengiyakan perkataan Pa Ryan.
"Mamah pulang dulu aja istirahat biar papah yang jagain Rainna" ucap Pa Ryan menghampiri Bu Rena yang terduduk di sofa ruangan itu.
"papah ga cape gitu sekarang harus ngejaga Rainna?" tanya Bu Rena.
__ADS_1
"papah gak apa-apa kok,Kalo ngantuk bisa tiduran di sofa." ungkap Pa Ryan.
"iya udah kalo gitu,mamah pulang dulu ya,besok pagi mamah langsung kesini" ucap Bu Rena yang pamit pada suaminya dan Anaknya Rainna.
"mamah pulang dulu ya sayang, kamu cepet sembuh jadi besok kita pulang ke rumah"
"iy-ya mah makasih banget ya" ucap Rainna yang tak enak hati merepotkan mereka.
"sama-sama sayang apapun pasti akan mamah dan papah lakuin buat kamu,asal kamu sehat dan jadi anak yang sayang keluarga ya" ucap Bu Rena.
"iya mah" ucap Rainna.
Rainna akhirnya merebahkan tubuhnya di atas ranjang rumah sakit setelah tadi mencoba duduk untuk mengobrol dengan kedua orang tuanya.
"vin, gimana ini,papahnya si Rainna mau menyelidiki penyebab Rainna pingsan di toilet" ucap Echa teman geng Vina.
"lo tenang jangan panik gitu,justru dengan lo panik lo bakal jadi orang yang di curigai" ucap Vina yang menenangkan Echa dan Resti.
"lo yakin bisa setenang itu?" tanya Resti.
"lo ga liat gue biasa aja, gak keliatan panik sedikit pun kan?" ucap Vina.
__ADS_1
padahal sejak kemarin Pa Ryan,papah Rainna datang ke sekolah di rumahnya dia benar-benar panik.Dia takut jika ada bukti yang menyangkut pautkan dirinya.
Vina tak menyangka jika Rainna bisa separah itu sampai di rawat di rumah sakit dan sekarang di kabarkan tak sadarkan diri.Padahal dirinya pun sama sekali tak menjenguk Rainna ke Rumah sakit.
"yang jelas kalo gue terseret lo juga bakal gue bongkar" ancam Resti.
"yee lo tenang aja kata gue juga,jangan panik kaya gitu.Ntar yang lain ngira kita pelakunya"
"emang bener kita pelakunya kan" celetuk Echa.
"sssttt ..lo bisa kecilin suara lo ga sih,kita udah di sekolah ini bukan di jalan" ucap Vina.
Vina dan yang lainnya memang baru saja sampai di parkiran sekolah mereka berjalan menuju lorong koridor kelas.
"iya,,iya sorry" ucap Echa.
"makanya lo tuh punya mulut dijaga jangan berkoar-koar kaya gitu" bisik Vina.
Echa dan Resti memasang muka kesal saat Vina berbicara seperti itu.Padahal itu pun semua gara-gara Vina yang mengajak mereka untuk membully Rainna.
Sedangkan saat itu kondisi mereka sangat berbahaya.Jika saja ketahuan mereka bisa dihukum atau pun diskors.Kalau Vina dia punya backingan Ayah seorang Kepala sekolah sehingga Vina lebih sok berkuasa di sekolah ini.
__ADS_1