Transmigrasi Gadis Cupu

Transmigrasi Gadis Cupu
Chap.43


__ADS_3

Tapi Abim ingat bukannya Vina suka dengan Evan,tapi kenapa di luar sekolah dia malah mempunyai kekasih.


Evan terus menyimpan bukti-bukti obrolan dan memotret mereka secara diam-diam.Tak ingin berlama-lama Abim memutuskan untuk keluar dari kafe itu setelah membayar pesanannya.


"gue gak nyangka ternyata dia bisa kaya gini" gumam Abim memandang ke arah Vina yang ada di dalam kafe itu.


Setelah tuga puluh menit dalam perjalanan, Abim pun sampai di rumahnya.Dia langsung menuju kamarnya.Karena seperti biasa Papahnya seorang pengusaha dan Ibunya yang seorang desainer cukup terkenal.Oleh sebab itu kedua orang tua Abim jarang sekali ada di rumah.


Abim pun mengecek dan menyalin semua bukti yang tadi dia temukan di kafe itu.


"ck, gue gak tau kenapa bisa lo sebenci itu sama Rainna" gumam Abim di depan layar komputernya.


*


*


*


"siang mah, aku pulang" teriak Rainna yang baru saja sampai di rumahnya.


"siang juga sayang" jawab mamah Rena yang baru selesai menyiapkan makan siang untuknya dan Rainna.


"wahh ,mamah masak apa? kayanya enak nih" ucap Rainna yang menghampiri mamah Rena di ruang makan.


"ada Ayam suwir sama capcay kesukaan kamu, cepet ganti baju dulu, nanti kita makan bareng." titah Mamah Rena pada Rainna.


Jika ada waktu memang mereka selalu menyempatkan diri untuk makan siang bersama.Meskipun tanpa Pak Ryan tapi mereka cukup senang.


Rainna yang baru selesai mengganti seragam sekolahnya.Lalu menuju ke dapur untuk mencuci tangannya terlebih dahulu.Dulu saat di panti dia selalu diajari untuk hidup sehat.


"ayo sini duduk, mamah udah siapin nasi buat kamu" ucap Mamah Rena yang sudah duduk di meja makan.


"iya mah sebentar" jawab Rainna.


Rainna pun ikut duduk bersama Mamah Rena, dia menikmati makanan yang mamah Rena buat.


"enak banget mah, makasih ya" ucap Rainna.


"makasih buat apa?" tanya Mamah Rena.


"iya buat semua makanan ini dong mah, kalo mamah gak masakin aku gak bisa makan dong" ucap Rainna sambil bercanda di meja makan itu.

__ADS_1


Mamah Rena yang mendengarnya cukup terharu, baru kali ini Rainna seperti memberi pujian yang sangat tulus menurutnya.


Setelah semuanya selesai, Rainna membantu mamah Rena untuk mencuci piring kotor bekas mereka.


" udah gak apa-apa sama mamah aja sini" ucap mamah Rena.


"gak apa-apa kok mah, sekalian aku juga belajar kan" ucap Rainna.


Mamah Rena pun membereskan yang lainnya.Setelah selesai mereka berdiam diri di ruang tenganmh, sambil menonton televisi.


"mah" sahut Rainna.


" iya kenapa sayang?" tanya Mamah Rena.


"tadi aku di panggil sama guru bidang kesiswaan" ungkap Rainna.


"Hahh kok bisa sih, kamu ada masalah?" tanya Mamah Rena yang belum tahu masalah kemarin.


"maaf ya mah, tadi pagi aku kelahi sama siswa lain," ucap Rainna yang sedikit menyesal.


"kelahi, kenapa bisa kelahi, setahu mamah kamu gak pernah kelahi kaya gitu deh" Mamah Rena mencoba menahan emosinya agar tak marah pada Rainna.


"ceritanya sih panjang mah, tapi Aku marah dan kelahi karena ada alesannya mah, dia ngatain aku anak pungut" ucap Rainna.


"mamah tenang ya, udah aku bales kok yang ngatain itu, tapi yang jadi masalahnya..ini" Rainna akhirnya menyodorkan selembar kertas yang harus di tanda tangani oleh orang tuannya itu.


"kenapa malah kamu yang di hukum jadinya?" tanya mamah Rena heran, seharusnya orang yang sudah menganggunya lah yang di hukum karena menyebarkan berita fitnah itu.


"kemarin kan aku pulang telat karena anter temen ke panti, terus sampai disana aku gak tahu kalo ada orang yang foto aku dari luar, dan nyebarin berita kalo aku tuh berasal dari panti asuhan.Tadi pagi aku tahu siapa yang nyebarin foto itu langsung aku datengin aja dan ajak kelahi hehe, maaf ya " ucap Rainna.


" hmm, kamu ini di ajarin kelahi dari mana sih" mamah Rena mencubit pipi Rainna dengan gemas.Tadinya mamah Rena ingin marah tapi mengingat jika sudah lama Rainna ingin berterus terang seperti ini membuat Mamah Rena bangga.


Sudah cukup lama mereka tak mengobrol dan menceritakan semua kejadian di sekolah.Namun saat bangun dari komanya, Rainna benar-benar berubah tidak pendiam lagi dan menyembunyikan masalahnya sendiri.


"iya maaf ya mah, ini di kasih buat peringatan dan harus di tandatangani oleh orang tua" Rainna menunjuk ke kertas yang sedang di baca oleh mamh Rena.


"mamah gak ngerti deh kenapa bisa temen kamu ini fitnah kamu kaya gitu sih" mamah Rena hanya menggelengkan kepalanya tak percaya jika pergaulan Rainna di sekolahnya sedikit kejam.Padahal Mamah Rena tak tahu jika Vina dan teman-temannya lebih kejam.


"entahlah mah, mungkin mereka terobsesi sama aku.Jadi nyebarin fitnah-fitnah kaya gitu" jawab Rainna cuek.


"kamu jangan temenan sama orang kaya gitu ya," ucap mamah Rena, lalu di beri anggukkan oleh Rainna.

__ADS_1


Sebenarnya Rainna enggan menceritakan kejadian tadi pagi pada mamahnya.Tapi Rainna berpikir bagaimana dia nanti meminta tanda tangan orang tuanya,sedangkan Pak Ryan sangat sibuk.


"kalo ada apa-apa kamu cerita ke mamah, kalo perlu kamu pindah deh dari sekolah itu" titah Mamah Rena pada Rainna.


" ehmm kayanya gak bisa deh mah, kan aku juga sekarang tahun terakhir, ribet banget kalo aku nanti mau pindah sekolah" ucap Rainna.


"kalo begitu mamah bakal datang ke sekolah kamu, buat nyari tuh anak yang udah fitnah kamu" ucap Mamah Rena kesal.


"gak usah mah, lagian nih surat juga ngebuktiin kalo aku udah bales anak itu" ucap Rainna dengan senyum jailnya.


" tapi kalo bisa jangan pake kekerasan ya nna, mamah gak mau nanti kamu kenapa-kenapa lagi" ucap mamah Rena mengusap rambut Rainna, karena mengingat beberapa bulan lalu Rainna terbaring koma di rumah sakit.


"pokonya mamah tenang aja,Rainna gak akan cari masalah sebelum ada yang gangguin Aku duluan baru aku bales"


"ehh ajaran siapa itu?" tanya Mamah Rena menentang ucapan Rainna.


" hehe abisnya masa iya aku di gangguin diem aja, dan lagi yang gangguin gak akan dapet hukuman cuma aku doang yang dapet" ungkap Rainna


"iya juga sih, ya udah gak apa-apa deh kamu mau ngelawan ,tapi kalo pendapat mamah sih mending ngelawan dia di luar sekolah hehe" ucap mamah Rena yang malah memberikan usul pada Rainna.


Setelah perbincangan mereka selesai mamah Rena kini bersiap untuk membuat makanan,untuk nanti makan malam.Sedangkan Rainna pamit ke kamarnya untuk mengerjakan tugas.Padahal dia ingin merebahkan dirinya dulu sebentar di kamarnya .Untuk tugas sekolah Rainna sudah mengerjakannya tadi.


meskipun Karin kembali ke sekolah SMA tapi Karin tak ingin menjelekkan nama baik Rainna.Dia mengerjakan semua tugas Rainna.


Saat Karin merebahkan dirinya di atas tempat tidur ,tak lama Karin malah terlelap.


Dia bermimpi jika Jiwa Rainna datang menemuinya, dan menyampaikan pesan pada Karin untuk menjaga tubuhnya.Karin tak mengerti mengapa Rainna harus menjaga tubuhnya ini.Belum jelas Rainna asli menyampaikan pesannya, Karin terbangun karena ketukan pintu kamarnya dari luar.


tok


tok


tok


"nna ayo turun, sebentar lagi kita makan malam" ucap Mamah Rena dari luar pintu kamarnya.


Rainna langsung tersadar dan melihat jam sudah menunjukkan pukul enam sore.Melihat dirinya yang masih memakai pakaian tadi siang.Rainna langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"iya mah aku nanti nyusul" teriak Rainna dalam kamar.


Rainna pun buru-buru bergegas ke kamar mandi.Sambil mengingat mimpinya tadi.

__ADS_1


"ngapain Raisya muncul di mimpi gue ya?' gumam Rainna terus bertanya-tanya.


__ADS_2