
" lo jangan tersinggung ya, tapi gue penasaran Si Vina kenapa sih suka banget gangguin lo?'" tanya Abimana pada Rainna.
" lo tau kalo gue selalu aja di ganggu sama dia?" tanya Rainna.
" gue gak tau banyak sih, tapi sering kali gue pergokin Vina gangguin lo, tapi dulu lo gak pernah mau ngelawan dia, tapi setelah ini lo baru berani ngelawan" ungkap Abim yang tahu bagaimana perbedaan Rainna dulu dan sekarang.Meskipun dulu dia tak terlalu dekat seperti ini dengannya.
*
*
*
"gue juga gak tau kenapa dia selalu aja ngusik hidup gue di sekolah, gue belum inget semua kejadian setelah gue koma itu" ucap Bohong Rainna agar tak selalu ditanyain lebih dalam Tentang Rainna.
"ups, sorry gue malah bikin lo keingat kejadian kemarin itu ya" ucap Abimana yang merasa bersalah karena mengingatkan Rainna pada saat koma.
"gak apa-apa kok santai aja, gue cuma perlu waktu buat mengingat semuanya" jawab Rainna.
Abim dan Rainna pun menghabiskan pesanan mereka.Lalu Abim memgantarkan Rainna pulang menuju ke rumahnya.
*
*
*
Malam hari saat makan malam ,Mamah Rena, Papah Ryan dan Rainna berkumpul di ruang makan untuk makan malam.
"gimana sekolah kamu nna?" tanya Papah Ryan pada Rainna.
"iya gitulah pah, mungkin sekarang-sekarang lagi ada masalah di sekolah" ungkap Rainna.
"masalah apa sayang?" tanya mamah Rena khawatir.
mengingat kemarin Rainna sempat di hukum karena bermasalah dengan Vina anak dari Kepala Sekolahnya.
"tadi sempet berantem sama Vina anaknya kepala sekolah" ucap Rainna yang tak bisa jika menyembunyikan semua yang terjadi di sekolahnya.
"vina?" tanya Pak Ryan.
"iya pah, dia anaknya kepala sekolah aku itu" jawab Rainna.
"terus gimana lagi."
"kemarin sempet berantem tapi cuma Rainna doang yang di hukum sedangkan anaknya gak di hukum" mamah Rena ikut kesal dengan laporan Rainna kemarin padanya.
__ADS_1
"kenapa bisa kamu aja yang di hukum?" tanya Papah Ryan yang terbawa emosi.Dia tak terima jika anaknya saja yang di hukum padahal Rainna juga adalah korbannya.
" iya mungkin dia punya jabatan pah," ucap Rainna.
"besok papah akan ke sekolah kamu, papah gak terima ya, kamu gak di perlakukan adil seperti itu"ungkap Papah Ryan.
sebenarnya Rainna tak ingin memperpanjang masalah ini,tapi jika terus-terusan seperti itu.Rainna sendiri yang malah menjadi bahan bullyan Vina dan kawan-kawannya.Padahal Rainna merupakan anak dari seorang donatur di sekolah itu, dia pun sebenarnya bisa bertindak sesuka hatinya tapi sejak dulu Rainna selalu menutup diri jadi tak ada yang tahu jika dirinya anak seorang Pendonatur sekolah itu.
"tapi pah.." Rainna sempat menolak .Tapi dia tak bisa berbuat banyak lebih bagus jika papahnya langsung menindak tegas perbuatan Vina itu padanya.
"udah kamu jangan khawatir,lagian papah masih kesel dengan masalah kamu yang waktu itu aja belum ada tanggapan dari pihak sekolah" ucap Papah Ryan.
"iya pah" ucap Rainna.
*
*
*
pagi hari seperti biasa Vina berangkat sekolah bersama Pak Rizal.Berangkat lebih pagi karena takut jika terjebak macet.Sebenarnya dulu keluarga Pak Rizal bukanlah keluarga yang kaya, tapi dulu mereka berasal dari keluarga pas-pasan saat Pak Rizal masih menjadi seorang guru.
Sesudah empat tahun menjadi guru, Pak Rizal diangkat menjadi kepala sekolah oleh Pak Wijaya, yaitu ayah dari Abimana.
Sejak saat itu perekonomian Pak Rizal membaik.Dan hidup Vina pun menjadi berubah, sifatnya yang dulu terbilang baik dan rendah hati.Kini dia berubah menjadi angkuh karena ayahnya menjabat menjadi seorang kepala Sekolah di tempatnya bersekolah.
"abimana?"ucap Pak Rizal yang mengingat satu persatu nama siswanya.
"Abimana kalo gak salah dia anak pemilik sekolah, emang kenapa, jangan bilang kamu ada masalah sama dia ya?" ucap pak Rizal yang mengingatkan Vina agar tak mencari masalah dengan Abimana karena itu bisa mengganggu kedudukannya sebagai Kepala Sekolah.
"Ehh, engga kok pah" ucap Vina gugup.
Dia baru tahu jika Abimana itu adalah anak pemilik Sekolah karena penampilan Abim yang sederhana tak menyangka jika dia adalah anak pemilik sekolah.
"pokonya papah gak mau kalo kamu sampe ada masalah sama dia, kalo sama yang lain terserah kamu deh" ucap Pak Rizal yang malah membebaskan Vina bermasalah dengan Siswa lain.
tapi bukannya Vina senang, dia malah benar-benar terlihat takut.Vina memikirkan jika ancaman Abim benar-benar terjadi bagaimana.
"kamu kenapa? kok pucat gitu?' tanya Mamah Vina melihat wajah Vina yang tiba-tiba pucat.
"eng-ngga apa-apa kok mah, " ucap Vina gugup.
setelah semuanya selesai ,Vina dan Pak Rizal pun berangkat ke Sekolah bersamaan.
*
__ADS_1
*
*
"rainna" teriak Tika yang melihat Rainna baru saja turun dari mobil Papah Ryan.Rainna pun menoleh dan tersenyum ke arah Tika.Dan dia berpamitan pada papah Ryan.
"aku masuk dulu ya pah" pamit Rainna pada papah Ryan.
"iya hati-hati, maaf ya papah gak jadi ke sekolah kamu karena ada meeting dadakan " ucap Papah Ryan pada Rainna.
"iya pah gak apa-apa kok" Akhirnya Rainna pergi meninggalkan Papah Ryan dengan perasaan lega.Dia tak ingin nantinya malah bertambah besar masalahnya di sekolah jika Papahnya itu datang ke sana.
"lo gak apa-apa kan?" tanya Tika pada Rainna mengingat kemarin dia bermasalah dengan Vina.
"gue gak apa-apa kok, kemarin mungkin gue emosi aja sih" ucap Rainna.
"gue takut lo hari ini gak sekolah" ucap Tika.
"hehe lebay banget sih lo" ucap Rainna tertawa mendengar ucapan Tika.
tak lama dari belakang mereka Vina malah menyenggol badan Rainna hingga akan terjatuh, untung saja dia bisa menahan kakinya.
"awwhh, pagi-pagi jangan ngalangin jalan bisa gak sih" ucap Vina yang masih mencari gara-gara debgan Rainna.
"yee, lo yang jalan gak liat-liat, gak punya mata lo?" kesal Tika yang membantu Rainna agar tak jatuh.
"lo" ucap Vina kesal menunjuk ke arah Tika.
"udah, ayo Tik kita ke kelas gue males ladenin biang rusuh" ucap Rainna yang cuek dan menarik tangan Tika menuju ke kelas.
"tapi dia belum minta maaf nna" ucap Tika kesal.
"udah biarin,gak ada untungnya juga dia minta maaf sama gue" jawab Rainna.
"lo lama-lama berani sama gue ya" ucap Vina yang mendengar obrolan Rainna dan Tika.
Rainna pun berhenti saat Vina mengatakan itu.Dia berbalik arah menghampiri Vina.
"gue berani sama lo karena gue gak pernah ada salah sama lo, jadi gak masalahkan?" ucap Rainna yang menantang Vina.
Saat lengan Vina melayang akan menampar Rainna, dia langsung menangkap lengan Vina dan mencengkramnya dengan kuat.
"jangan lo coba-coba kotorin pipi gue dengan tangan lo ini" dia langsung menghempaskan lengan Vina hingga terdorong.
"awwh" Vina meringis saat lengannya tadi di pegang erat oleh Rainna.
__ADS_1
"gue bakal aduin ini semua ke bokap gue" ucap Vina langsung meninggalkan mereka berdua di lorong kelas.