Transmigrasi Gadis Cupu

Transmigrasi Gadis Cupu
Chap.20


__ADS_3

"lo beruntung banget tau ga Rain, kedua orang tua lo kaya, terus sayang juga sama lo., tapi kenapa ko malah kasih tubuh lo ini sama gue sih, kan gue jadi keenakan hehe" gumam Karin yang membereskan barang belanjaan tadi sambil mengobrol sendiri dengan si pemilik tubuh.


Walaupun kini Karin tak tahu kemana Perginya jiwa Rainna asli.Tapi dia berharap suatu saat Rainna asli bisa kembali meski dirinya bingung entah kemana.


*


*


*


Pagi hari kini Rainna sudah rapi dengan pakaian sekolahnya.dia kini bersiap-siap untuk turun menuju ke lantai bawah bergabung dengan papah Ryan dan Mamah Rena untuk sarapan bersama.


"pagi mah, pagi pah" sapa Rainna yang muncul ke ruang makan.


"pagi sayang, " ucap Mamah Rena.


"pagi , kamu yakin mau sekolah?" tanya Papah Ryan yang masih kesal dengan sikap kepala sekolah Rainna kemarin siang.


"iya lah pah,emang kenapa? lagian aku udah sembuh kok" ucap Rainna.


"bukan masalah kesehatan kamu sayang, tapi masalah kepala sekolah yang bermasalah itu" jawab Papah Ryan.


"ouh papah tenang aja ya, nanti aku inget-inget lagi siapa pelaku yang udah ngebully aku itu, biar paoah juga ada bukti kalo mau laporin mereka ke dinas pendidikan" ucap Rainna yang mencoba menenangkan Papah Ryan.


"iya sayang,tapi jangan di paksain ya mamah gak mau kamu kenapa-napa.Tapi pah ,sebaiknya bulan depan kamu cabut dulu aya dana donasi pada sekolah itu sebelum kepala sekolah Rainna menyelesaikan masalah kita ini" ucap kesal mamah Rena.


"iya mah, pasti papah cabut mulai bulan depan" jawab papah Ryan.


setelah sarapannya selesai ,papah Ryan dan Rainna pun berpamitan pada mamah Rena.Selama perjalanan ke sekolah Rainna malah yang menenangkan Papah Ryan yang benar-benar merasa kesal pada Pak Rizal.


"udah pah ,serahin masalah ini sama aku ya,papah fokus kerja aja" ucap Rainna yang turun dari mobil .


karena mereka kini sudah tiba di depan gerbang sekolah Rainna.


"iya papah percaya kamu,kalo butuh apa-apa kamu tinggal telepon papah ya, yang rajin belajarnya" ucap papah Ryan lalu melajukan kembali mobilnya menuju ke perusahaannya.


Rainna pun berjalan menuju ke gedung sekolah, berjalan menuju lorong kelasnya.Akhirnya dia tiba di depan kelasnya,tapi Vina yang sudah datang mencegat Rainna untuk masuk ke dalam kelas.


"ehh, pagiii" sapa Rainna yang tak takut pada tatapan Vina.


"lo jangan berani-berani ngadu sama bokap lo tentang apa yang terjadi kemarin" ancam Vina.


"upss, ngadu? gue bukan anak TK kali yang ngumpet di ketek bokap." sindir Rainna tepat di depan wajah Vina.


"maksud lo apa?" tanya Vina.

__ADS_1


"lo tahu kan kejadian sebelum gue koma kemarin, dan gue yakin lo juga terlibat disana.Untung aja sekarang gue amnesia jadi gue belum bisa buktiin kalo lo pelakunya" bisik Rainna tanpa rasa takut.


saat Tangan Vina melayang akan menampar Rainna, tangan Rainna ternyata lebih cepat dari yang Vina duga.


"kalo lo mau maen Fisik gue rasa jangan disini deh," ucap Rainna sambil melihat sekeliling sekolah yang masih tampak sepi.


"gue saranin aja kalo berani kita duel aja"


puk


puk


puk


ucapn Rainna sambil menepuk-nepuk bahu Vina.


Mendengar ucapan itu emosi Vina benar-benar tak bisa tertahan Tapi dia juga tak bisa marah di depan siswa lain.Bisa jadi citta dia sebagai anak Kepala sekolah malah buruk.


"lo mending balik kelas giih, disini bukan tempat lo" ucap Rainna lalu melangkah masuk ke dalam kelas.


Vina terkejut dengan ucapan Rainna barusan.Sejak kapan dia berani bersikap itu padanya.Apakah benar itu Rainna yang selalu dia tindas.


baru saja dia akan berjalan menuju ke kelasnya terlihat Evan yang berjalan mendekatinya tapi dia malah belok ke kelas Rainna.


"iiikkhh , kenapa sih Evan selalu saja nyariin si pembawa sial itu" gumam Vina kesal.


"pagii Rainna" sapa Evan yang berada di ujung pintu.


Rainna yang baru saja mendudukkan dirinya di bangku, merasa kesal.Baru saja dia bertemu dengan bocah aneh, kini dia harus meladenin bocah Rese.


"ya ampun nna kenapa sih lo di kelilingi sama temen macam gini" gumam karin yang malas melihat kedatangan Evan.


"ngapain lo kesini" ketus Rainna pada Evan yang mepet ingin duduk di sampingnya.


"kok lo jutek gitu sih" jawab Evan.


"bodo amat, lo tuh pagi-pagi udah ganggu pemandangan gue tau gak" ucap Rainna.


"pagii naa" ucap Tika yang baru saja datang sebagai penyelamat.


"akhirnya lo datang tika, awas lo sana, temen gue mau duduk" ucap Rainna mengusir Evan.


Tika hanya bengong melihat tingkah Rainna yang berani mengusir Evan dari sana.


"Rain, lo kenapa sih sekarang berubah"tanya Evan.

__ADS_1


"gue gak berubah ya, emang gue dari dulu gini sih" ucap Rainna pada Evan.


setelah evan berdiri dan pindah ke bangku depan Tika pun menyimpan tas sekolahnya di atas meja.


Tak lama Bel masuk berbunyi , memaksa Evan untuk kembali ke kelasnya.


"Gila ya tuh anak gak ada bosennalya datengin gue mulu" gerutu Rainna pada Tika.


"emang sejak dulu kali dia deketin lo, dan baru sekarang-sekarang aja sih yang gue tau lo berani buat ngusir dia" ucap Tika yang menjelaskan bagaimana kedekatan Rainna dan Evan dulu.


"Emang gue dulu sedeket itu ya"


"iya menurut lo gimana, lagian lo emang berubah sih nna" ucap Tika.


"Berubah apanya sih?" tanya Rainna.


"lo tuh sekarang jadi lebih banyak ngobrol, terus lo tuh sorry ya, jadi sedikit kasar, dan lo inget kemarin,"


"inget apa?"


"lo bisa ngerjain tugas matematika yang sulit wooy" ucap Tika.


"emang dulu gue sebego itu apa?"


" iya lumayan" jawab Tika.


"akkhh gila , berarti bagus dong gue sekarang jadi lebih pinter " ucapnya menyombongkan diri.


"iya pinter sih tapi malah gue yang takut." ucap Tika.


"kok lo takut sih,"


"entahlah ,tapi gue seneng sih gue bisa akrab sama lo" ucap Tika yang tidak membayangkan jika dirinya bisa dekat dengan Rainna saat ini.


Pelajaran pun sudah dimulai karena Guru sudah masuk ke dalam kelas mereka.Anak-anak disini benar-benar sangat serius karena ini merupakan pelajaran yang sangat menakutkan bagi mereka.Yaitu pelajaran IPA yang merupakan jurusan mereka.


Setelah selesai mengerjakan Ulangan dadakan yang di berikan oleh guru killer mereka, beberapa wajah dari siswa kelas Rainna tampak pucat ,tapi tidak dengan Rainna yang tenyata menguasai pelajaran itu.Dia tampak santai saja setelah memberikan kertas jawaban pada guru itu.


sambil guru memeriksa hasil dari ulangan Siswa.Tak ada satu pun siswa yang berani mengeluarkan suara hingga guru tersebut memanggil satu nama.


"Rainna?" ucap Guru itu.


.seketika siswa yang lain terdiam ada juga yang melirik ke arah tempat Rainna duduk.


Rainna heran mengapa nama dirinya yang dipanggil.Saat melihat ke arah Tika,dia hanya menggelengkan kepalanya tak mengerti.

__ADS_1


"mati, mungkin dia salah semua?"batin tika


__ADS_2