Transmigrasi Gadis Cupu

Transmigrasi Gadis Cupu
Chap.41


__ADS_3

"kalian juga, kalo kalian berani ngatain gue atau beritain gue macem-macem, gue bakal bales semua itu berkali-kali lipat" ancam Rainna pada Siswa-siswa yang sedang menonton mereka berdua.


sontak saja siswa yang lain langsung membubarkan diri.Setelah melihat perlakuannya pada Vina, tak ada yang berani mendekati Rainna.


kini Rainna memilih meninggalkan Vina yang terduduk di lantai.Rainna berjalan menuju ke kelasnya.Abim pun berada di antara siswa-siswa yang tadi berkumpul, tadinya Dia ingin menolong Rainna.Tapi setelah melihat perlakuan Rainna tadi dia memilih menontonnya terlebih dahulu.Ternyata Rainna yang sekarang tak selemah Rainna dulu.


Tapi tanpa Rainna sadari video yang tadi di rekam oleh siswa lain, mereka sebarkan di grup sekolah juga.Meskipun begitu Rainna sama sekali tak takut dengan hukuman yang akan dia dapatkan nantinya.


"Rainnaaaaa" teriak Tika yang mencari keberadaan Rainna sejak tadi.


Saat Tika membuka ponselnya, Video itu sudah ramai dan banyak sekali yang menontonya.Maka dari itu Tika langsung mencari keberadaan Rainna.


"lo dari mana aja ? lo gak apa-apa kan?" tanya Tika yang khawatir.


Rainna hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"gue liat lo di video itu, gue gak nyangka lo bener seberani itu ngelawan si Vina" ucap Tika.


"emang kenapa? dia duluan yang fitnah gue tau gak?"jawab Rainna ketus pada Tika.


"lo tau dari mana kalo si Vina yang nyebarin foto-foto lo itu" tanya Tika.


"Abim" cuek Rainna yang langsung duduk di bangkunya saat baru sampai dalam kelasnya.


"abim, Abimana maksud lo?" ucap Tika tak percaya.


Rainna pun hanya mengangguk membenarkan apa yang di ucapkan Tika.


"dia ada bukti kalo si Vina yang nyebarin foto itu"


Rainna langsung menyodorkan ponselnya pada Tika memperlihatkan pesan dari Abimana pagi tadi.Dia memberikan bukti jika si pengirim itu adalah Vina.Dan ada CCTV yang berada di sekitaran panti yang Abim retas semalaman.Saat semalam menelepon Rainna,Abim menanyakan beberapa hal dan dimana alamat Panti yang Rainna datangi itu.Saat malam kemarin Abim langsung bergerak mencari bukti jika Rainna bukanlah anak panti seperti di berita.


hingga saat Abim meretas CCTV di salah satu area panti terlihat memang Vina yang mengikuti Rainna dari belakang.Vina pun sempat menunggu lama didepan Panti hingga Rainna keluar.Tapi karena Rainna yang tak muncul Vina berinisiatif untuk memfoto Rainna dari kejauhan dan memfitnahnya di grup sekolah.


Untung saja semalam Abim, bertindak secara cepat.Sehingga dalang penyebaran fitnah ini telah diketahui Rainna.


"terus lo mau ngapain sesudah nyiksa si Vina kaya tadi" tanya Tika pada Rainna yang kini fokus dengan ponselnya.Baru beberapa menit yang lalu, Video yang salah satu siswa sebarkan sudah di tonton banyak siswa lainnya.Rainna hanya bisa tersenyum saat melihat wajah kesakitan Vina.


Sebenarnya Rainna tak ingin membuat masalah seperti ini.Tapi tingkah Vina sudah benar-benar keterlaluan.Perasaannya dia tak pernah menganggu Vina sama sekali.


"Rainna" teriak seseorang dari luar.


itu adalah Evan,yang terlihat khawatir saat tahu berita tentang Rainna.

__ADS_1


"Euhh mulai deh"keluh Tika saat melihat Evan menghampiri Rainna


"lo gak apa-apa kan?" tanya Evan dengan nada khawatir pada Rainna.


"udah gue bilang berapa kali sih, lo gak usah deketin gue, semua masalah ini ada karena lo selalu aja deket-deket gue tau gak" kekesalan Rainna kini beralih pada Evan.


memang sudah beberapa kali Rainna meminta Evan untuk menjauhinya.Karena selama ini Vina menganggunya mungkin karena Vina suka dengan Evan.Maka dari itu Vina selalu saja mencari masalah dengannya.


"tapi gue gak tau apa-apa, kenapa lo nyalahin gue?" tanya Evan yang malah pura-pura tak mengerti dengan maksud Rainna.


Tak lama salah seorang guru memanggil Rainna di depan kelas untuk menuju ke ruang kesiswaan.Mungkin masalah ini sudah sampai ke guru dan kepala sekolah.


"see, gue kaya gini karena fans lo tau gak" Rainna pun langsung meninggalkan Evan disana dan menuju ke ruang kesiswaan.


"lo yakin mau kesana?" tanya Tika.


"gue harus hadepin ini, dan gue juga harus beresin masalah fitnah ini" ucap Rainna menenangkan Tika yang terlihat cemas.


tok


Tok


tok


"ibu memanggil saya?" tanya Rainna.


" duduk kamu" ucap Bu Rita, guru di bidang kesiswaan.


Rainna pun masuk dan duduk di kursi depan meja Bu Rita.Disana sudah ada Vina yang menunggu kedatangan Rainna.


"Ouh udah ngadu" bisik Rainna di sebelah kursi Vina duduk.


Vina hanya menatap sinis dan tersenyum saat melihat Rainna masuk ke dalam ruangan kesiswaan ini.


"apa benar kamu sudah melakukan oemukulan terhadap Vina?" tanya Bu Rita pada Rainna.


Rainna hanya mengangguk tanpa membantah apa yang di ucapkan Ibu Rita.


"Kenapa kamu lakukan itu, kamu tahu kalo itu tindak kekerasan dan pasti ada hukumannya" bentak Ibu Rita.


"saya tahu bu, dan saya bersikap begitu bukan tanpa alasan.Tapi Vina dahulu yang memfitnah saya." jawab Rainna.


"gue gak fitnah lo ya, emang kenyataannya lo itu anak pungut" bentak Vina pada Rainna.

__ADS_1


Brakk .


"jangan sebut gue anak pungut" emosi Rainna mulai tersulut kembali.


"Rainna, jaga sikap kamu" bentak Ibu Rita.


"jaga sikap saya, Ibu seharusnya marahin dia juga, jangan sembarangan fitnah tentang saya" ucap Rainna.


"yang seharusnya di hukum tuh elo, karena lo udah bikin gue kaya gini tau gak" ucap Vina.


"sudah ,,kalian diam, ibu akan catat kalian di buku kedisiplinan dan ibu akan hukum kalian berdua" ucap Ibu Rita.


Akhirnya Rainna dan Vina terdiam setelah mendengar bentakan dari Ibu Rita.Setelah lama berdiskusi dan Vina sebenarnya tak terima jika dirinya harus di hukum.Rainna keluar dari ruangan itu dengan wajah kesal.Karena kini sudah waktunya jam istirahat Tika menunggu Rainna di depan ruang kedisiplinan itu.


"gimana Nna ,lo gak dihukum?" tanya Tika.


Rainna hanya menarik lengan Tika untuk menuju ke kantin, karena dirinya merasa lapar.Ternyata sejak tadi marah-marah menguras energinya.


"mau kemana?" tanya Tika yang di tarik lengannya.


" ke kantinlah gue laper, apalagi denger ucapan lo dari tadi" ucap Rainna cuek.


Tika sama sekali tidak marah dengan sikap Rainna itu.Tika mengerti memang sikap Rainna seperti itu, namun masih tetap perhatian pada Tika.


Rainna mengantri untuk memesan makanan sedangkan Tika memesan minuman untuk mereka berdua.


setelah Rainna membawa nampan berisi dua bakso dan Tika membawa dua gelas minuman, sebagian siswa sedang berbisik membicarakan Rainna.tentang videonya yang dikatakan anak adopsi dan video keberanian Rainna menyiksa Vina.


"gila ya,gue gak nyangka yang katanya anak pendiem ternyata bar-bar banget" ucap salah satu siswa yang mengobrol di bangku kantin.


brakk .


meja kantin di gebrak oleh Rainna,saat dia mendengar siswa-siswa itu membicarakannya.


"kalian kalo berani ngomongin depan gue, jangan cuma bisik-bisik kaya gitu.gue gak masalah kalian mau ngomong apa aja, tapi yang jelas gue bukan anak adopsi" ucap Rainna.


"nyantaii dong lo, kalo emang bukan anak adopsi gak usah marah juga kalii" jawab Salah seorang siswa itu .


Tika yang takut jika Rainna kembali mendapat masalah memilih menarik Rainna menuju ke meja kosong.Sedangkan Abim yang baru sampai di kantin melihat kejadian itu pun menarik Rainna untuk memisahkan mereka.


"ayo nna, lo jangan sampai terpancing emosi lagi' bisik Tika.


"bilang aja lo gak beranii" teriak salah seorang murid.

__ADS_1


"jangan bilang gue gak berani, gue tantang lo di luar sekolah" teriak Rainna pada Seorang siswa lelaki itu.


__ADS_2