
"Rainna mau kemana kamu?" bentak Pak Ridwan.
"bapa tanya kemana? bukannya saya di hukum kan?" ucapnya lalu berjalan keluar ruangan BK.
Sedangkan BK terlihat kesal dengan ucapan Rainna tadi.Dia tak terima jika dirinya di rendahkan oleh Rainna seperti tadi.
"awas lo Rainna" gumam Vina dalam hari kesal.
Rainna pun keluar dari ruang BK dengan wajah yang kesal.Kenapa hanya dirinya yang mendapatkan hukuman sedangkan Vina sama sekali tak di hukum.
"awas lo Vina, gue bakal bales lebih dari ini" Gumam Rainna yang kesal.
Sedang Tika langsung menghampiri Rainna saat dia keluar dari ruangan itu.Untung saja brlum bel istirahat selesai jadi dia cemas menunggu Rainna.
"nna" teriak Tika.
Rainna pun menoleh ke arah sumber suara itu.Dan melihat Tika yang memanggil.
"apaan?" dengan Ketus Rainna menjawab panggilan Tika itu.
"gimana? lo gak apa-apa kan?" tanya Tika yang khawatir.
"gue di hukum sama si botak itu" ucap Rainna kesal merutuki guru BK Pak Ridwan.
"si Vina juga kena dong" ucap Tika.
"gak, cuma gue doang" jawab Rainna dengan ketus.
Rainna sebenarnya malas untuk mengerjakan hukuman yang di berikan Pak Ridwan padanya.Karena menurutnya ini tak adil, sebab dirinya pun sama seperti Vina yaitu korban hingga lututnya yang tadi terluka,kini sudah mengering.Dia mengabaikan luka itu,karena saking kesalnya pada Vina.
"gue bener-bener bakal bales lo Vina" gumam Rainna pada Vina yang masuk ke dalam toilet.
*
*
*
Bel pulang sekolah berbunyi, Rainna pun menghentikan kegiatannya itu.Lumayan cukup menguras tenaganya.Tak lama Tika langsung menghampirinya memberikan Air dingin untuknya.
"nih buat lo" ucap Tika menyodorkan air mineral yang tadi dia beli di kantin .
"makasih ya, sorry jadi ngerepotin lo" jawab Rainna.
__ADS_1
"gak kok, lagian bukan lo yang salah juga tadi, gue emosi tuh liat si Vina.kira-kira tuh anak enaknya di apain ya?" ucap Tika yang memikirkan ide untuknya membalas dendam.
"udah itu jadi urusan gue, lo diem aja gue takut lo nanti kebawa-bawa" ucap Rainna yang takut jika Tika terseret dalam masalahnya dengan Vina.
akhirnya Rainna pun bergegas pulang menuju rumahnya, dia berjalan ke arah pintu gerbang sekolah melewati parkiran mobil.
Rainna ingat jika Vina dan papahnya selalu pulang dan pergi bareng menggunakan mobil yang terparkir disana.Karena kondisi parkiran sedang Sepi, terlintas di pikiran Rainna untuk mengempeskan ban mobil milik Pak Rizal.Dia oun kesal karena jabatannya sebagai kepala sekolah dengan seenaknya dia menggunakan kekuasaannya itu.
pesssss.....
terdengar suara angin ban mobil keluar, Rainna mengempeskan dua ban mobil milik pak Rizal.
"akhirnya beres, rasain lo dorong-dorong tuh mobil' gumam Rainna dengan senyum puas melihat ban mobil Pak Rizal kempes.Rainna pun berlari ke luar dia takut jika ada yang memergokinya, beruntung tak ada CCTV di daerah sana.
*
*
*
sesampainya di rumah Rainna merebahkan tubuhnya di sofa ruang tengah.Mamah Rena yang sedabg menonton televisi kaget dengan kedatangan Rainna.
"kamu tuh bukannya ngucapin salam, bikin mamah kaget aja tau ga" ucap Mamah Rena pada Rainna.
"kamu kenapa kaya yang cape gitu" tanya mamah Rena pada Rainna.
"cape banget mah, aku baru aja di hukum sama guru BK" ucapnya.
"hahh kenapa pake di hukum segala?" tanya Mamah Rena yang awalnya akan marah karena takut Rainna membuat kesalahan.
Rainna lalu menunjuk ke lutut yang terluka dengan darah yang sudah mengering.Dia melupakan sakitnya itu,dengan rasa kesalnya pada Vina.
"haah kenapa kamu kaya gini Rainn?" Mamah Rena panik saat melihat luka Rainna, dia langsung mencari kotak p3k di laci sebelah televisi.
"tadi di kantin aku jatuh mah, gara-gara Vina anak kepala sekolah itu. terus karena kesel aku jambak deh rambut dia .eeh ada guru lewat jadi aku di panggil ke ruang Bk" ucap rainna yang menceritakan semua kejadian tadi di sekolah.
"tapi temen kamu di hukum juga ga?" tanya mamah Rena yang membersihkan luka Rainna.
" gak lah,makanya aku kesel kenapa cuma aku yang di hukum, " ketus Rainna.
"gak adil dong, kenapa cuma kamu aja yang di hukum" ucap mamah Rena yang ikut kesal dengan Cerita Rainna.
"soalnya kan dia anak kepala sekolah mah" jawab Rainna.
__ADS_1
"tapi gak bisa gitu dong, mamah gak terima anak mamah di celakain kaya gini, " ucapnya.
"tapi mamah tenang aja aku udah bales kok perbuatan Si Vina itu" ucap Rainna santai tapi dia meringis merasakan kesakitan
" emang kamu ngebales apa sama dia?" tanya mamah Rena yang penasaran.
"tapi mamah jangan marah ya" ucap Rainna yang mengingatkan mamahnya tidak marah dengan apa yang dia perbuat tadi.
Dengan cepat Mamah Rena pyn mengangguk karena penasaran pada Rainna.
"tadi waktu pulang kan suasana sekolah udah sepi dan parkiran juga udah kosong,tapi aku gak sengaja liat mobil si pak gendut itu parkir,udah aja aku kempesin ban mobilnya" ungkap Rainna menceritakan kejailan yang dia lakukan pada Mobil Pak Rizal.
seketika mendengar itu bukannya marah, mamah Rena malah tertawa .Mamah Rena membayangkan wajah kesalnya Pak Rizal yang tahu jika ban mobilnya kempes.Dia tahu bapak gendut yang di maksud Rainna adalah kepala Sekolahnya,karena mereka pernah sekali bertemu saat berada di mall.
"kamu tuh ada-ada aja, tapi gak ada yang liat kamu saat kempesin ban itu kan?" tanya mamah Rena yang meyakinkan Rainna.
"gak ada kok mah, makanya aku berani"
setelah semuanya selesai dan Luka yamg tadi Rainna rasakan perih kini sudah terbalut perban.
"ya udah syukur deh tuh orang dapet karmanya, kamu bersih-bersih dulu sana udah itu lanjut istirahat" ucap Mamah Rena yang menyuruh Rainna untuk beristirahat.
Mamah Rena sedikit senang pada Rainna, karena sudah lama sekali Rainna tak pernah menceritakan situasi di sekolahnya seperti apa.Meskipun tindakan yang tadi Rainna lakukan sedikit kelewatan karena melakukan kekerasan pada Vina tapi dia bangga jika Rainna bisa membela dirinya sendiri.Dan mamah Rena tak akan menyalahkan sikap Rainna itu.
Dengan tubuh yang lemas, Rainna pun berjalan gontai menuju ke kamarnya untuk merebahkan tubuhnya yang sidah sakit karena hukuman yang dia terima tadi.
" sorry ya nna, gue bikin tubuh lo pegel-pegel gini' ucap Karin saat berada di depan cermin merasakan tubuhnya yang cape sekali.
Dia pun membersihkan dahulu tubuhnya tapi tak semua karena luka yang tadi belum kering, lalu mengganti pakaiannya dan merebahkan dirinya i kasur.
*
*
*
"pak Septooo, pak septooo" teriak Pak Rizal pada penjaga sekolah yang berada di depan gerbang dan sekitaran Parkiran kendaraan.
Tak lama Pak Septo yang mendengar teriakan itu menghampiri ke arah suara.
"ehh iya pak, ada yang bisa saya bantu" ucap Pak Septo gugup karena melihat wajah Pak Rizal yang tengah Emosi.
"kamu lihat kenapa ban mobil saya bisa kempes gini?" bentak pak Rizal pada penjaga sekolah.
__ADS_1