Transmigrasi Gadis Cupu

Transmigrasi Gadis Cupu
Chap 21


__ADS_3

"iya pak saya?" ucap Rainna.


"kamu ke depan" ucap Guru IPA itu.


Rainna pun berjalan ke depan kelasnya untuk kedua kalinya.Entah apa kesalahannya saat ini hingga dia harus di panggil ke depan.


setelah dia ada di depan kelas menghadap ke meja guru.Guru itu memperlihatkan hasil ulangan dadakan tadi kepadanya dengan memperlihatkan nilai yang sempurna yaitu seratus.Senyum bangga pun Rainna perlihatkan tapi bukan ini yang guru itu tanyakan.


"kenapa kamu bisa mendapat nilai seperti ini?" tanya guru heran.


"kok bapak tanya gitu sih, kan bagus kalo saya dapt seratus" jawab Rainna yang membuat siswa di belakang lainnya terkejut.


sejak kapan Rainna bisa mendapatkan ulangan dengan nilai yang sempurna itu,Teman-temannya heran,biasanya dia akan gagal jika mengikuti ulangan dadakan seperti ini.


"biasanya kamu remedial , apa kamu nyontek?" tanya Pak Guru itu.


"iya gak dong pak, saya mana mungkin nyontek" jawab Rainna santai.


"tapi saya gak yakin kalo kamu bisa dapat nilai segini"


"bapak ini gimana bukannya seneng muridnya dapet nilai segitu ini malah curiga, udah gini aja bapak tes saya lagi aja untuk mastiin kalo saya gak nyontek" tantang Rainna pada gurunya itu


teman-temannya kaget, bagaimana bisa Rainna seberani itu pada Pak Guru Killer itu.Untuk satu ulangan saja mereka sudah pusing tujuh keliling apa lagi ini Rainna meminta di ulang kembali ujian itu.


"si Rainna gila dimana otaknya malah nantang guru killer itu" bisik salsa yang terdengar oleh Tika.


"sstt" ucap Tika pada Salsa yang terdengar olehnya.


selama tiga puluh menit siswa-siswi lain hanya melihat Rainna yang sedang di tes ulang oleh Pak Guru itu.Pak Guru membuktikan apa yang di ucapkan Rainna itu benar jika diribya tidak menyontek saat ulangan tadi.


setelah selesai dan di periksa kembali olah pak Guru, benar saja sekarang dia mendapatkan nilai sempurna kedua kalinya pada ulangan dadakan itu.


siswa-siswa lain memuji keberanian Rainna dalam menantang pak guru killer itu.


"gila lo berani banget sama guru itu" ucap Tika saat Rainna kembali duduk ke bangkunya.


"iya kan gue gak terima dong dikatain nyontek, lagian gue punya otak kali makanya nilainya bagus gitu" ucap Rainna.


Tak terasa bel istirahat pun berbunyi, siswa lain membubarkan diri menuju ke kantin.


"lo pikir dengan lo di tea ulang biar dapet pujian sama temen-temen" sindir salsa pada Rainna.


Rainna yang mendengar sindiran itu, hanya memilih diam.Dia malas jika ikut berdebat dengan salsa.


"hehh lo ngomong sama siapa?" bentak Tika yang membuat Rainna kaget dengan suara bentakan Tika.


"udah biarin aja Tik, " ucap Rainna yang mencoba menenangkan Tika sambil membereskan bukunya.

__ADS_1


"udah ayo , kita ke kantin aja" Rainna mencoba menarik lengan Tika mengajaknya menuju kantin karena dia pun merasa lapar.


Tika masih melototi ke arah Salsa yang duduk di bangkunya.


"lo kenapa diam aja" ketus Tika


"terus gue harus ngapain dong?" tanya Rainna yang malah tertawa melihat Tika dengan muka kesalnya.


Rainna dan Tika pun mengantri di sebuah stand baso dan es jeruk.Mereka lalu mencari bangku yang kosong untuk duduk.Tapi tak terlihat oleh Rainna jika di belakang ada Vina dan malah mendorongnya hingga bakso yang dia bawa terjatuh ke lantai.


pranggg.


mengenai sepatu Rainna .


"awwhh," Rainna meringis kepanasan karena kuah baso yang masuk ke dalam sepatu.


"woy kalo jalan liat-liat dong" ucap Echa yang ada di samping Vina.


"ehh lo yang harusnya pake mata, maen tabrak orang seenaknya aja" ucap Tika yang langsung membantu Rainna yang kepanasan.


"udah biarin aja dulu, gue inget kok muka mereka, ayo anter dulu gue ke toilet" ucap Rainna sambil menggerakkan kakinya yang kepanasan.


siswa-siswi yang lainnya malah kaget melihat kejadian itu, tapi salah satu di antara mereka tak ada yang berani membantunya.Hanya satu yang terpokus pada Rainna saat itu yaitu Abimana.


"lo beneran gak apa-apa nna?" tanya Tika yang panik.


setelah sampai di toilet Rainna pun mendudukkan dirinya di kloset duduk toilet itu.Beruntung sekolah itu di fasilitasi dengan toilet duduk hingga dia lebih mudah duduk dan membuka sepatunya, melihat kulit kakinya yang sudah memerah karena air panas.


"Gue bener-bener pengen nyiram balik tuh cewe sama kuah baso" kesal Tika.


"udah biarin aja dulu, nanti tunggu aja balesannya" ucap Rainna yang masih merasakan perih di kakinya.


Saat mendengar Jika Rainna terkena tumbahan baso, Evan panik mencari keberadaan Rainna.Evan mencari ke kelas Rainna tapi tak ada.


"Van lo ada tugas kelompok bareng gue mau di kerjain sekarang ga?" tanya Vina yang mencoba mendekati Evan.


Tapi bukannya Evan mendengar ucapan Vina, dia malah panik mencari keberadaan Rainna.


"Evan lo denger gue gak sih,,Evannn" teriak Vina melihat Evan berjalan menuju lorong kelas.


Bunyi istirahat selesai baru berbunyi.


Rainna dan Tika malah masih berada di toilet.


"udah bel tuh, ayo ke kelas" ucap Rainna.


"lo yakin mau ke kelas dengan ke adaan kaya gini" ucap Tika.

__ADS_1


"iya udah gimana dong, sory ya gara-gara gue lo jadi ga istirahat deh" ucap Rainna menyesal karena tadi tak jadi makan baso itu.


"udah tenang aja, makan mah bisa nanti lagi tapi kaki lo gimana kalo ke UKS aja disana ada salep luka bakar kali" ucap Tika yang baru sadar jika Rainna harus di bawa ke UKS.


Rainna dan Tika pun berjalan menuju ke UKS , dan meminta izin pada guru kelas yang mengajar tidak mengikuti pelajarannya


"lo ngapain diem disini?" tanya Tika yang malah mengikutinya ke dalam UKS .


"gue kan temenin lo, biar lo ada temen disini" ucap Tika.


"ahh bilang aja lo bolos dengan alasan nemenin gue" ucap Rainna yang mengerti akal licik Tika


"sttt jangan keras-keras nanti ada yang denger " ucap Tika yang ketahuan berbohong.


Rainna pun meminta salep luka bakar pada petugas UKS yang sedang berjaga.


"loh kamu kenapa bisa merah kaya gini?" ucap penjaga UKS.


"tadi gak sengaja ketumpahan kuah baso bu" jawab Tika yang malah ikut nimbrung disana.


"ihh,lo tuh bukannya balik kelas" bisik Rainna pada Tika.


"stt,"


"udah kalian sekarang berbaring di kasur aja tunggunsalepnya kering baru kalian boleh pulang" ucap penjaga itu.


Namun sampai bel pulang Tika dan Rainna masih belum keluar dari ruangan UKS hingga Terluhat abimana yang menjaga di depan Uks Itu.


"ka, ayo pulang" ucap Rainna yang membangunkan Tika.


"lo malah enak-enakan tidur ,parah lo ya gue laporin ke guru lo" ancam Rainna.


"eh, eh jangan dong,gue kan setia kawan mau temenin lo di ruangan ini"


Rainna pun berjalan keluar ruangan UKS dengan bertelanjang kaki,sepatu yang dia gunakan dia jingjing karena basah dan kakinya yang masih sakit.


"lo yakin jalan kaya gitu?" tanya Tika yang telihat kasihan pada Rainna.


" gue gak mungkin pake sepatu yang ada luka gue nanti ke gesek lagi" ucap Rainna laku berjalan menuju ke kelasnya Saat keluar dari UKS .Rainna kaget melihat abimana yang ada di depan UKS.


"ehh sorry" ucap Rainna yang hampir saja tertabrak oleh abim.


"nna tungguin gue dong" Tika merapihkan dirinya lalu mengejar Rainna ke luar.


"hey sorry, kalo mau lo bisa pake sendal gue" ucap Abimana yang menawarkan sandal yang biasa dia bawa pada Rainna.


"Seriusan?" tanya Rainna pada abimana.

__ADS_1


"iya bentar lo tunggu disini gue ke kelas dulu ambil ,dari pada lo nyeker kaya gitu"" ucap Abimana lalu berlari menuju ke kelasnya yang lumayan dekat.


Rainna pun duduk menunggu Abim,dia menunggu di bangku yang biasa ada di depan-depan kelas.


__ADS_2