
Pagi ini Papa Ryan ingin menawarkan Rainna untuk membawa mobil sendiri.Namun Rainna langsung menolaknya karena dia tidak mahir menjalankan Mobil.Tapi sebagai gantinya Rainna minta dibelikan motor saja.Papa Ryan pun mempertimbangkannya terlebih dahulu.Karena Faktor keselamatan di jalan menjadi paling penting untuk Papa Ryan.
"papa ada niat buat beliin kamu mobil " ucap Papa Ryan yang sedang sarapan.
"apa pah,mobil? gak ah" tolak Rainna.
"kenapa?kamu kan pengen benget mobil pas kelas satu" ucap Papa Ryan.
"itu sih dulu pah, lagian aku juga kan gak bisa bawa nya, kalo boleh sih motor aja" celetuk Rainna.
memang sejak dulu Karin menginginkan motor untuk membantunya.Saat kuliah dan kerja agar lebih praktis dan menghemat ongkos juga.Tapi dia belum bisa membeli itu,karena uangnya belum mencukupi.
"motor? emang kamu bisa pakenya?" tanya mama Rena yang baru saja dari dapur membawakan secangkir kopi untuk papa Ryan.
"iya mah,motor aku bisa kan bisa belajar" ucap Rainna santai.
"yee kalo mau motor itu harua beneran bisa dulu baru nanti dibeliin kalo memang sudah bisa" ucap Mama Rena.
"iya mah, lagian kan aku juga gak minta sekarang kok,itu gara-gara papah aja yang nawarin aku mobil tapi aku tolak ganti aja motor biar gak ribet juga" ungkap Rainna.
papa Ryan pun mendengarkan alasan Rainna kenapa malah memilih motor dari pada mobil.Tapi benar yang di katakan Rainna jika dia tak meminta untuk hari ini dibelikan motor, jadi Papa Ryan bisa memikirkan dahulu yang terbaik untuk Rainna.
setelah semuanya selesai sarapan, papa Ryan dan Rainna pamit pada mama Rena untuk ke sekolah dan berangkat ke kantor.
"kamu beneran mau di beliin motor aja ?" tanya Papa Ryan kembali meyakinkan Rainna.
"iya pah, lagian motorkan dipakenya lebih praktis dan gak akan kejebak macet kaya gini lah" ungkap Rainna.
papa Ryan hanya menganggukkan kepalanya, dengan alasan yang cukup masuk akal jika Rainna di belikan motor, tapi papa Ryan ingin memastikan apakah Rainna sudah lancar menjalankan motor.
Setelah dua puluh menit dalam perjalanan akhirnya mobil papa Ryan sampai di gerbang sekolahnya. Rainna pun pamit pada Papa Ryan.
"aku duluan ya pah, papah hati-hati dijalannya" ucap Rainna.
"iya sayang, kamu juga yang semangat ya belajarnya" jawab papa Ryan.
lalu di balas anggukan oleh Rainna hingga melambaikan tangannya saat mobil papa Ryan pergi.
__ADS_1
Rainna pun berjalan menuju kelasnya, dia masih memperhatikan setiap ruang kelas yang dia lewati.Karena dia tak menyangka bisa bersekolah di sekolahan yang menurutnya mewah ini.Beruntung di ruang kelas Tika sudah ada di bangku.Rainna pun berjalan menuju Tika.
"pagii" sapa Rainna pada tika.
Rainna yang biasanya tak pernah menyapa Tika, membuat Tika terdiam bukannya menyapa balik,dia malah bengong karena kaget apa yang dilakukan Rainna padanya.
"hey, kenapa lo malah bengong. masih pagi juga" ucap Rainna yang menepuk bahu Tika.
"ehh, gak gue gak apa-apa kok" ucap Tika yang sadar jika dirinya malah melamun.
"yakin lo gak apa-apa, soalnya masih pagi gini lo udab neglamunin apa sih?" tanya rainna penasaran.
"gue gak ngelamunin apa-apa, lagian baru pagi ini gue ngeliat lo nyapa gue duluan tau gak" ucap Tika.
Rainna pun langsung menyimpan tasnya diatas meja.
"lo udah ngerjain tugas belum?" tanya Tika yang sedang mencatat tugas matematika yang akan di kumpulkan hari ini.
"tugas? lo gak bilang kalo ada tugas" ucap Rainna kaget karena tak ingat jika hari ini ada tugas yang harus di kumpulkan.
"nih lo salin, gue juga nyontek dari dia" ucap Tika yang menunjuk Rizal.
"masa iya sih, udah lah gak apa-apa yang penting kita udah ngerjain" ucap Tika.
Rainna pun hanya menyalin soalnya saja, beruntung ingatannya dulu tak hilang sehingga dia masih bisa menyelesaikan tugas itu dengan cepat dan tepat semuanya tanpa menyontek.
bel masuk pun berbunyi, Rainna sudah menyelesaikan tugas itu sedangkan Tika masih ada dua soal yang belum dia salin.
"lo udah beres belum?" tanya Rainna yang melihat Tika masih sibuk menulis .
"belum, gue belum beres" jawab Tika panik.
"pa widio udah masuk tuh,cepetan nulisnya" ucap Rainna.
dengan buru-buru Tika pun membereskan tulisan tugasnya itu.Untungnya masih sempat sebelum pak Widio menyuruhnya mengumpulkan semua tugas.
"lo ini gimana sih, katanya tinggal nyalin tapi masih kalah nulisnya sama gue" sindir Rainna.
__ADS_1
"lagian lo kenapa cepet banget sih nulisnya, kan lo gak nyontek" ucap Tika.
"iyalah, lagian jawaban punya dia tuh ribet banget.aku pake cara sendiri aja biar lebih cepet" ungkap Rainna.
"emang lo paham sama rumus matematika itu?" tanya Tika.
"paham lah itu mah udah di luar kepala" celetuk Rainna.
"wow, setau gue sih lo paling lemah soal matematika" ucap Tika.
"ehh, iya kan gue belajar dong" ucap Rainna yang keceplosan.
Akhirnya pak Widio memwriksa semua tugas siswa di kelas Rainna.Tapi Pak Widio lebih heran pada jawaban yang di tulis oleh Rainna.Mengapa hanya jawabannya yang menurut Pak Widio berbeda dengan teman yang lainnya.
Tak seperti biasanya nilai Rainna kali ini sempurna.Padahal biasanya akan mendapatkan nilai yang minim.
"Rainna" panggil Pak Widio.
Tika,Rainna dan teman sekelas pun kaget kenapa namanya di panggil oleh Pak Widio.
"iya pak" ucap Rainna ragu.
"kamu kedepan, saya mau tanya sesuatu" ucap Pak Widio.
Rainna pun berjalan ke depan kelas menghampiri meja Pak Widio.
"ada apa ya pak?" tanya Rainna yang penasaran kenapa namanya di panggil ke depan.
"tolong kamu jelaskan soal yang nomot lima ini, mengapa jawaban kamu beda dengan yang lain" ucap Pak Widio.
Rainna pun menulis kembali soal yang ada di buku tugasnya di papan tulis.Lalu dia menuliskan Jawaban yang dia ketahui dengan rumus yang menurutnya lebih mudah dimengerti.setelah selesai Rainna menyimpan spidol papan tulis itu di meha guru lalu kembali duduk.
Pak Widio pun mengapresiasikan jawaban yang di berikan Rainna dan menjelaskan nya pada anak-anak bahwa rumus yang Rainna pakai itu lebih mudah dan gampang dipahami.Sontak saja beberapa teman sekelasnya kaget karena mereka berpikir jika Rainna pun sama dengan mereka lemah dalam bidang pelajaran matematika.
"gue gak nyangka kalo lo bisa dalam pinter matematika' ucap Tika.
"emang dulu gue gimana?" tanya Rainna.
__ADS_1
"iya lo bisa liatlah di buku tugas lo berapa jebloknya nilai lo hhehe" sindir Tika.
Bel Istirahat pun berbunyi Kelas pun ramai oleh suara siswa yang tak sabar untuk keluar kelas.