Transmigrasi Gadis Cupu

Transmigrasi Gadis Cupu
Chap.28


__ADS_3

"gila tuh bocah bar-bar banget sakit pala gue" Rainna benar-benar dengan kelakuan Vina.Makin kesini tingkahnya malah makin berani.


padahal dia tak pernah menyinggung dia selama ini.jika bertemu dirinya pun dia memilih untuk menghindarinya.


"lo kenapa kaya yang kesel gitu" tanya Tika yang melihat Rainna baru maauk ke kelas dengan muka yang marah.


"lo tau gak kalo gue baru aja ditarik paksa sama si cecunguk-cecunguk sialan itu" kesal Rainna pada Tika.


"cecunguk? siapa maksud lo?" tanya Tika penasaran.


"itu si Vina sama temen-temennya, pagi-pagi udah narik gue ke gudang belakang.Liat hampir aja rambut gue botak" Rainna memperlihatkan rambutnya yang terlihat kusut karena jambakan Vina tadi.


"ya ampun kok bisa sih, terus lo bisa kabur kaya gini gimana caranya ? mereka kan bertiga" tanya Tika yang ikut kesal dengan perlakuan Vina pada Rainna.


"gue gak kabur, mereka aja yang terlalu lemah" ucap Rainna yang kini meremehkan Vina dan teman-temannya itu.


"kok bisa mereka lemah, setau gue upps" Tika langsung menutup mulutnya tak ingin jika dia nanti malah salah bicara.


"maksud lo gue apa?" tanya Rainna penasaran.


belum sempat di jawab, Bel sudah berbunyi. Tika bernapas lega karena bisa lolos dari pertanyaan Rainna.


Tak lama Guru pelajaran pun datang ke kelas mereka.Rainna dan Tika pun malah terfokus ke pelajaran yang sedang di mulai.


*


*


" Vin kenapa lo bisa jatoh kaya gini sih" ucap Echa yang masih penasaran pada Vina.


"beraninya dia malah dorong gue" kesal Vina mengingat ancaman Rainna.


Kali ini dia tak bisa mengadukannya pada Papahnya pak Rizal.Karena dianjuga takut jika Rainna benar-benar mengeluarkan bukti jika selama ini dia sering membullynya.


"kenapa dia bisa berubah sih" ucap Echa.


"gak tau gue juga, dia berubah banget.Tadi juga dia malah berani ngancem gue" jawab Vina.


Vina malah terpikir kenapa Rainna bisa berubh secepat itu.Padahal dia kemarin koma hanya beberapa hari.


"awas aja, gue bakal bener-bener bales lo' gumam Vina yang kesal karena ancaman Rainna.


*

__ADS_1


*


*


bel istirahat pun berbunyi, tapi di luar kelas Rainna, Evan sudah menunggu Rainna keluar.Karena dia ingin menanyakan kemarin kenapa Rainna tiba-tiba menghilang saat Evan mencarinya.Padahal kemarin Rainna sendiri yang berjanji padanya untuk pulang bareng.


"nna, Liat di depan pintu udah ada Evan" ucap Tika yang menyebutkan pasti Evan datang ke kelasnya untuk menemui Rainna.


"ngapain lagi sih tuh bocah ke sini" ucap kesal Rainna.


"mungkin dia nyari lo, gara-gara kemarin lo gak ada kan" jawab Tika.


"aduh, gue lupa kemarin kan gue tinggalin dia " ucap Rainna yang lupa dengan kejadian kemarin.


Setelah semua siswa keluar kelas, tinggal Tika dan Rainna yang masih membereskan bukunya,Evan berteriak memanggil namanya.


"Rainna" teriak Evan seolah mencari keberadaan Rainna.


"apaan sih?" ucap Rainna ketus.


" lo kemana kemarin,katanya janjian mau pulang bareng gue cariin lo kok gak ada sih" ucapnya sedikit kesal.


"iya abisnya lo lama banget sih keluarnya, ya udah gue balik duluan" jawab Ketus Rainna yang pura-pura tak bersalah.


Tika hanya terkejut dengan ucapan Evan itu.Bagaimana bisa dia memaksa Rainna untuk pulang bersama dirinya.


Rainna pun memberi kode pada Tika agar dia membantunya agar nanti siang dia tak jadi pulang dengan Evan.Seakan Tika mengerti apa yang Rainna katakan.


"gak bisa dia nanti balik bareng gue, ada tugas kelompok yang harus kita kerjakan." ketus Tika yang memang kurang suka pada Evan


"apaan sih lo, gue gak ngomong sama lo ya" jawab Evan.


"hey, dia temen gue. jangan pernah lo bentak dia" jawab Rainna.


Lalu Rainna menarik lengan Tika untuk menuju ke lantin karena lapar.Meninggalkan Evan dengan muka kesalnya.


"ihh kenapa sih lo berubah banget" gumam kesal Evan.


"Evaann' teriak Vina yang melihat Evan di acuhkan oleh Rainna.


Evan pun melihat ke arah suara yang memanggilnya itu.Tapi bukannya menghampirinya Evan malah pergi menuju ke arah yang berlawanan.Sehingga membuat Vina kesal.


"iih kenapa sih setiap gue panggil malah kabur" protes Vina.

__ADS_1


*


*


*


."hahaha makasih ya gara-gara lo kita bisa kabur dari anak rese itu" ucap Rainna.


"yaa sama-sama , untung ada gue kalo gak lo gak akan bisa kabur kaya gini, kenapa juga ngejanjiin sama orang kaya Evan itu" jawab Vina.


"kemarin gue cuma iseng, mau bikin si Vina kesel.Ehh tau nya si Evan bener ngarep pengen balik bareng gue haha" ucap Rainna yang sedikit senang karena melihat muka Evan yang kecewa tadi.


Tapi saat ini Rainna curiga terhadap Evan, mengapa dia terus selalu saja mengejarnya.Padahal dari Diary yang dia baca, Rainna sama sekali tak memiliki perasaan pada Evan hanya saja memang Evan yang sengaja mendekatinya.Dan itu membuat Rainna luluh ingin berteman dengannya.


"kapan-kapan lo jangan kaya gitu lagi, dia orangnya nekat tau gak" ancam Tika pada Rainna.


"Rainna " teriak seseorang saat Rainna dan Tika sedang mengantri untuk membeli makanan.


Rainna mencari sosok yang memanggilnya karena kondisi Kantin cukup ramai.


"iyaa" teriak Rainna.


tanggannya langsung mengacung mengajaknya duduk bersama saat Rainna menjawab panggilannya itu.sosok itu adalah Abim yang memanggilnya untuk menyiapkan tempat duduk untuk Rainna dan Tasya.


"iya tar gue kesana" teriak Rainna yang terdengar oleh Abim.


Abim hanya tersenyum tipis mendengar jawaban Rainna.Ternyata dia tidak menolak Dirinya untuk duduk bersama walaupun harus dengan Tika.


"Ka ntar kita duduk di sana.Abim udah nunggu" ucap Tika yang sedang mengambil Minuman disana.


setelah selesai, Tika dan Rainna menghampiri Abim yang duduk di pojok kantin, disana sudah di sediakan dua tempat duduk untuk Rainna dan Tika.


"sini sama gue aja, yang lain penuh" ucap Abim yang langsung menggeser tempat duduknya.


" makasih ya abiim udah nyiapin kita tempat duduk " ucap Tika yang sengaja menyindir Rainna agar lebih peka pada Abimana.


"iya sama-sama, lagian gue barusan baru liat kaliamnjadi sekalian aja gue nyiapin tempat duduknya" ucap Abim


sedangkan Rainna hanya duduk dan langsung memakan makanan yang di pesankan tadi.Tanpa mengucapkan terima kasih kepada Abim.Dia malah cuek, makan duluan.Hingga Tika menegurnya yang sedang asyik makan.


"lo kenapa makan duluan sih" bisik Tika pada Rainna.


"iya emang gue nungguin apa, lagian gue kan udah laper" jawab Rainna cuek.

__ADS_1


__ADS_2