Transmigrasi Gadis Cupu

Transmigrasi Gadis Cupu
Chap.26


__ADS_3

"hahaha, lo gak takut kalo Evan nyusulin kesini" ucap Tika yang sejak tadi tak henti tertawa karena melihat wajah kesalnya Echa karena sudah dikerjai oleh Rainna.


"iya makanya gue ajak lo cepet keluar juga, biar dia gak ngejar gue" jawab Rainna.


sedangkan Abim hanya tersenyum saat melihat tingkah mereka berdua yang asyik sendiri.Padahal disini Abimana sedang di manfaatkan oleh Rainna tapi dia malah senang dengan begitu dia bisa lebih dekat dengan Rainna.Setelah Tika berpamitan pada Rainna dan Abim, mereka pun berjalan menuju tempat parkir.


"gue gak ngerepotin lo kan?" tanya Rainna pada Abim.


"gak kok, malahan gue seneng bisa balik bareng lo" jawab Abim yang tak bisa menutupi rasa senangnya.


Abim menyalakan mesin motornya.Lalu tanpa menunggu lama setelah Rainna naik ke motornya dia pun melajukan motornya.Dia takut jika Evan keburu menemukan mereka.


setengah jam menempuh perjalanan akhirnya Abim dan Rainna tiba di depan rumah Rainna.Dan memarkirkan motornya dia depan rumah.


"lo mau turun dulu atau ikut masuk" ucap Rainna yang turun dari motor Abim.


"gue tunggu disini aja deh" ucap Abim.


Rainna pun pamit masuk ke dalam rumahnya untuk mengambil sandal Abim.Padahal Abim tak memintanya buru-buru mengembalikan padanya.Tapi dengan ini kesempatan dia untuk pulang bareng lagi dengan Rainna.


Tak lama Rainna pun sudah kembali keluar dan membawa sendal yang dipinjamkan kemarin.


"nih sendal lo" ucap Rainna menyodorkan paperbag pada Abim.


" lo beneran gak akan masuk dulu" tanya Rainna pada Abim.


"gak deh kapan-kapan aja ,boleh kan?" tanya Abim yang secara tidak langsung jika kapan-kapan dia akan main lagi ke rumah Rainna.


"iya boleh kok" tanpa Sadar Rainna menyetujui ucapan Abim itu.


Abim hanya tersenyum mendengar jawaban polos Rainna.Sejak lama dia mengagumi sosok Rainna,namun selama ini dia tak bisa mendekati Rainna karena selalu ada Evan yang mengikutinya.Sehingga tak ada kesempatan untuknya dekat dengan Rainna.


Tapi kini saat melihat Rainna enggan dekat dengan Evan kesempatan dia untuk mengenal Rainna.Secara dia tahu jika Rainna adalah siswa yang pendiam dan selalu sakit-sakitan tapi saat ini menurutnya Rainna adalah cewek yang ceria dan gampang diajak mengobrol.

__ADS_1


Tak lama Abim pun pamit pulang pada Rainna karena dia merasa tak enak baru mengenalnya tiba-tiba masuk ke rumahnya.


mamah Rena yang baru saja dari luar melihat Abim melewat dari rumahnya.


"kenapa nunggu diluar" ucap mamah Rena yang baru tiba dari luar rumah.


"tadi ngasiin sendal yang kemarin aku pinjem mah" ucap Rainna yang membawakan belanjaan yang di bawa oleh mamah Rena.


"oh pantes aja mamah kaya liat temen kamu kemarin itu lewat"


mamah Rena dan Rainna pun masuk ke dalam runah, karena cuaca di luar sedang panas.


"mamah dari mana kok belanjaan banyak gini" ucap Rainna yang membawa belanjaan itu ke dapur mereka.


"biasa belanja bulanan, stok di rumah kita udah abis, biasanya ada taksi dari tadi nunggu gak muncul-muncul" ucap Mama


"kenapa mamah gak tunggu Aku, biar aku anter " ucap Rainna yang ikut membantu mamah Rena.


" kalo nunggu kamu keburu siang, nanti mamah gak keburu masak buat kita makan malem"


sekarang mamah Rena sibuk menyiapkan masakan untuk nanti mereka makan malam.


*


*


*


Malahm hari saat Pak Ryan sudah berada di rumah.Rainna dan Pak Ryan menunggu makan malam mereka selesai.Rainna memang tak di izinkan dulu untuk membantu Mama Rena karena luka kakinya yang masih belum kering.


" ayo kita makan" ajak Mamah Rena pada Rainna dan suaminya.


mereka pun yang tadinya asyik mengobrol sambil menonton televisi langsung beranjak ke ruang makan.

__ADS_1


"waahh kayanya enak nih"ucap Rainna yang melihat hidangan yang tadi di masak oleh mamah Rena.


"iya dong pasti enak, semuanya kesukaan kamu dan papah kamu" ucap mamah Rena yang mengambilkan Nasi untuk papah Ryan.


"Ada acara apa nih mah, kok tumben banyak banget masaknya" ucap paoah Ryan pasa Mamah Rena.


"gak ada kok pah lagian kan sekali-kali boleh masakin masakan kesukaan kalian"


"boleh kok mah, apalagi masakan mamah kan enak banget "ucap Rainna yang mengambil capcay kesukaannya.


makam malam mereka pun di nikmati dengan penuh cerita.Rainna benar-benar merasakan keluarga yang sempurna itu bukan tentang kekayaan saja,tapi dengan kelengkapan keluarga yang sangat dia impikan sejak kecil.


"gimana sekolah kamu Sayang, apa masih ada yang mengganggu kamu?" tanya Papah Ryan pada Rainna.


"ehmm , gak ada kok pah, sekolah aku aman terkendali" jawab Rainna yang santai.


"syukurlah kalo begitu, papah pengen banget tau gak pindahin kamu ke sekolah lain" ucap Papah Ryan yang masih tak terima dengan perlakuan dan sikap kepala sekolahnya yang tak tanggung jawab dengan masalah yang kemarin Rainna alami.


Sedangkan Papah Ryan pun masih menunggu kabar seseorang untuk mengusut masalah CCTV yang kata Pak Rizal rusak itu.


"udahlah pah ,gak apa-apa kok lagian aku betah kok sekolah disana " ucap Rainna yang menahan agar dirinya temak dipindahkan oleh papah Ryan agar dia bisa membantu Rainna asli untuk membereskan masalahnya dan membalaskan dendamnya pada Vina.


"syukurlah kalo kamu masih betah disana sayang, mamah takut kalo mau tuh disana banyak yang ganggu" ucap mamah Rena yang khawatir pada Rainna.


"mamah tenang aja ya, yang pasti kalo ada apa-apa aku pasti cerita sama mamah" ucap Rainna yang mencoba menenangkan Papah Ryan dan mamah Rena.


Setelah makan malam selesai, Rainna membantu mamah Rena untuk mencuci piring bekas mereka makan yang kotor di dapur.Meskipun mamah Rena selalu saja melarangnya tapi Rainna tetap memaksa untuk membantunya.Hingga mereka pun berkumpul di ruang tengah sambil berbincang-bincang.


karena malam sudah semakin larut, Rainna pamit ke dalam kamar untuk mengerjakan tugas besok yang akan di kumpulkan.Ia baru ingat jika besok ada salah satu tugas yang belum dia kerjakan.


"pah, mah aku pamit ke kamar dulu ya, aku lupa ada tugas yang belum aku kerjain"


."iya sayang, jangan malam-malam tidurnya ya" ucap Mamah Rena.

__ADS_1


Rainna pun berjalan menuju tangga ke kamarnya dia, mengerjakan tugas Rainna dengan cepat, Rainna beruntung dulu memiliki otak yang lumayan encer sehingga kini masih bisa terpakai.


Setelah beres dia teringat kembali buku Diary yang selalu Rainna asli tulis.Dia berencana melanjutkan kembali tulisannya Karena hampir semua yang tulis adalah kisah sedihnya dan kisah sakitnya selama sekolah.


__ADS_2