Transmigrasi Gadis Cupu

Transmigrasi Gadis Cupu
Chap 31


__ADS_3

"pak Septooo, pak septooo" teriak Pak Rizal pada penjaga sekolah yang berada di depan gerbang dan sekitaran Parkiran kendaraan.


Tak lama Pak Septo yang mendengar teriakan itu menghampiri ke arah suara.


"ehh iya pak, ada yang bisa saya bantu" ucap Pak Septo gugup karena melihat wajah Pak Rizal yang tengah Emosi.


"kamu lihat kenapa ban mobil saya bisa kempes gini?" bentak pak Rizal pada penjaga sekolah.


"hahh, saya tak tahu pak, kenapa ban mobil bapak bisa kempes seperti ini?" Pak Septo kaget saat melihat kedua ban mobil Pak Rizal itu kempes.


"masa bapak gak tau, kan dari tadi bapak jaga disini' ucap Vina yang ikut kesal saat tahu mobil papahnya kempes.


"beneran Pak, mungkin pas saya tadi keluar istirahat jadi saya gak tau ada yang nyentuh mobil bapak" ucap Pak Septo yang takut di salahkan.


"saya gak mau tahu bapak harus tanggung jawab cari tukang tambal ban untuk benerin ban mobil saya" bentak pak Rizal pada penjaga sekolah itu.


"tapi pak,," ucap Pak Septo.


"bapak mau di pecat,?" sela Vina yang ikut kesal pada Pak Septo.


"siapa sih yang berani ngempesin mobil kita pah" ucap Vina.


"papah juga gak tau, sebisa mungkin besok harus cari pelakunya" ucap Pak Rizal.


"ba-baik pak" ucap pak Septo ketakutan, bagaimana dia akan menemukan pelakunya jika CCTV saja tak ada dan tak ada saksi mata yang melihat kejadian itu.


setelah dua jam menunggu akhirnya ban mobil Pak Rizal sudah di benarkan.Dengan kesal Vina masih mengancam Pak Septo, padahal bukan dia pelakunya.


*


*


*


Pagi ini ,Rainna yang biasa bangun lebih cepat malah kesiangan.Dia langsung buru-buru ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya meski pun tak seperti biasanya tapi cukup badanya tak bau.Dia langsung bersiap merapikan penampilannya dan berjalan ke arah ruang makan.Disana Mamah Rena dan Pak Ryan menunggu Rainna yang turun.

__ADS_1


"tumben baru turun' ucap mamah Rena.


"iya mah, aku kesiangan" jawab Rainna lalu menyendokkan nasi goreng yang di buat oleh mamah Rena.


"pantes aja kamu telat" ucap Pak Ryan yang menyeruput kopi yang di bawa oleh mamah Rena.


pak Ryan tak bisa jika tidak meminum kopi buatan mamah Rena sebelum berangkat kerja ataupun beraktifikas.Meskipun tak sering tapi itu sidah menjadi kebiasaan Pak Ryan.


" iya maaf ya pah, semalem gak bisa tidur gara-gara kaki kerasa sakitnya" ucap Rainna yang mengusap-ngusap lembut lututnya.


"emang kaki kamu kenapa?" tanya Pak Ryan khawatir.


"itu loh pah, kemarin Rainna kan di hukum buat ngebersihin toilet sekolah gara-gara dia ngebela dirinya yang di ganggu sama anak Kepala sekolahnya" ungkap mamah Rena yang semalam lupa tak cerita pada suaminya itu.


"astaga, kok bisa sih. terus dia juga di hukum? kaki kamu gimana udah gak apa-apa?" tanya Pak Ryan.


"udah gak apa-apa kok pah, lagian kemarin pulanh sekolah langsung di obatin sama mamah" jawab Rainna.


setelah mereka selesai Pak Ryan dan Rainna pun pamit pada Bu Rena.Tapi Bu Rena pun siang ini Pamit akan ke salah satu outlet tempatnya bekerja.Jika hari ini tak telat dia pun sudah janjian dengan Mamah Rena akan menyusulnya.


tiga puluh menit dalam perjalanan Akhirnya mobil Pak Ryan tiba di depan gerbang sekolah.Rainna pun turun dari mobil, dengan wajah yang kesal Rainna di peringatkan oleh Pak Ryan jika Vina mengganggunya lagi segera laporkan pada papahnya itu.setelah di perjalanan tadi Rainna menceritakan kronologi kejadian kemarin.


Rainna pun kini berjalan ke arah gerbang dan Di sana Pak Septo berjaga menanyai setiap anak yang tahu tentang kejadian pengempesan ban mpbil Kepala sekolah .


"pagi dek, maaf ganggu sebenar bapak mau tanya" tanya Pak Septo sopan.


"iya pak kenapa ya?" ucap Rainna.


" adek kemari siang lewat sini gak?' tanyanya.


Rainna pun menganggukkan memang dia pulang selalu lewat gerbang ini,karena tak ada gerbang lainnya yang bisa jadi jalan masuk atau keluar.


"iya pak kenapa emangnya,kaya yang bingung gitu' ucap Rainna yang melihat wajah Pak Septo sedang kebingungan.


"barang kali adek kemari liat ke arah parkiran ada yang mengempeskan ban kepala sekolah"

__ADS_1


Seketika Rainna kaget dengan pertanyaan yang Pak Septo lontarkan padanya.Dengan terpaksa Rainna berbohong karena jika dia ketahuan dirinya yang mengempeskan ban mobilnya tanpa banyak bukti mereka akan menghukum Rainna.


"ouh maaf Pak, saya gak lihat" ucap Rainna berbohong.Setelah itu Rainna pamit masuk ke dalam kelas.Tapi pak Septo masih menanyai siswa yang lain juga.Sebenarnya Rainna kasihan melihat Pak Septo sampai seperti itu tapi dia juga terlanjur kesal dengan Vina dan ayahnya yang tidak adil.


"Rainnaaa" teriak Tika dari arah belakang.


Rainna pun berhenti dan melirik ke arah suara yang memanggilnya.


"tungguin gue" ucap Tika yang menghampirinya.


"ini juga gue tungguin kan" jawab Rainna.


"hehe," Tika malah cengengesan benar saja memang Rainna tadi menunggunya.Mereka pun berjalan bersama menuju ke kelas.


"Rainnnaaa" seseorang memanggil kembali Rainna dari arah belakang, itu adalah Evan.


Evan berlari menghampiri Rainna yang berjalan bersama Tika.


"apa sih pagi-pagi lo udah teriak-teriak kaya orang gila tau gak" ketus Rainna pada Evan.


"kok lo ngomong gitu sih" ucap Evan dengan muka yang di buat sedih.Hingga Tika pun malas di melihat Evan.


"iya lo ada apa panggil gue?" tanya Rainna tanpa basa basi.


"kemarin gue denger dari anak-anak lo jatoh ya dan di panggil guru BK"ucap Evan yang khawatir mendengar berita itu.


"iya, terus urusan sama lo apa?" jawab Rainna cuek lalu meninggalkan Evan disana menarik Tika ke kelasnya.


"ehh, tunggu dong gue belum beres nanya lo" ucap Evan yang berjalan mengikuti Rainna.


Vina yang melihat itu di buat kesal oleh tingkah Rainna yang malah tak peduli pada Evan padahal Keinginan Vina jika dikejar-kejar oleh Evan seperti itu.


"apaan lagi sih, gue celaka dan gue di hukum urusan gue, lo jangan deh ngurus-ngurusin hidup gue, ribet tau gak" ucap Rainna kesal dengan Evan yang terus-terusan menghampirinya meskipun telah di usir olehnya.


"lo kenapa usir dia?"bisik Tika pada Rainna yang berada di sebelahnya.

__ADS_1


"lo gak tau kejadian apa yang menimpa gue pas gue deket sama tuh anak" jawab Rainna.


memang benar saja sejak pertama dia dekat dengan Evan pasti saja Vina datang mengganggunya.Bisa saja membuat dia celaka.Itu lah yang membuat Rainna kini kesal jika Evan terus mendekatinya.


__ADS_2