
sedangkan Rainna hanya duduk dan langsung memakan makanan yang di pesankan tadi.Tanpa mengucapkan terima kasih kepada Abim.Dia malah cuek, makan duluan.Hingga Tika menegurnya yang sedang asyik makan.
"lo kenapa makan duluan sih" bisik Tika pada Rainna.
"iya emang gue nungguin apa, lagian gue kan udah laper" jawab Rainna cuek.
"yee lo tuh ya gak peka banget sih jadi orang" protes Tika pada Rainna.
Abimana hanya tersenyum melihat keduanya berdebat itu, dia benar-benar sudah tertarik pada sosok Rainna yang cuek.Dia kira Rainna hanya pendiam saja karena dulu sangat susah untuk didekati.Tapi ternyata Rainna bisa lebih cerewet dengan orang yang dekat dengannya.
Kadang Abim merasa iri pada Evan, yang bisa setiap hari dekat dengan Rainna.Tapi Abim juga bisa memperhatikan jika terlihat sesekali Vina mengganggu Rainna, tapi tak bisa Abim bantu.
"lo nanti pulang ada acara gak?" tanya Abim yang mencoba membuka obrolan dengan Tika dan Rainna.
"siapa ? gue?" jawab Tika dengan percaya diri.
"bukan lo tapi si Rainna" jawab Abim.
Rainna hanya tersenyum karena ternyata bukan Tika yang di tanya oleh Abimana.
"gue sih gak ada sebenernya, emang kenapa?" tanya Rainna pada Abim.
"mau balik bareng gue gak?" ucap Abim.
"hahh" Rainna kaget.
"mau balik bareng gue gak? nanti gue anterin lo sampe rumah'" ucap Abim.
Rainna tampak berpikir, apakah lebih baik dia menerima tawaran Abim, untuk pulang bereng dengannya.
"udah pulang bareng aja, lagian dari pada nanti lo di kejar-kejar lagi sama si Evan gimana?" bisik Tika di sampingnya mengingat tadi dia di ajak pulang bareng.
"ok deh" jawab Rainna cuek.
Abim hanya tersenyum sungging saat Rainna menerima tawaran Abimana tadi.Dia lalu menyelesaikan makannya dan pamit pada Rainna dam Tika terlebih dahulu ke kelasnya.Dia tak ingin Rainna melihatnya salting, dia senang sekali Rainna kini tak menjauh saat Abim mencoba mendekatinya.
Tak Lama datang Vina dan teman-temannya.
"ehh ada si caper" celetuk Vina melirik ke arah Rainna.
tapi saat itu Rainna tampak cuek saja tak menghiraukan perkataan Vina.Sedangkan Tika yang merasa terganggu dengan sindiran-sindiran Vina merasa kesal ingin menghampirinya dan menampar mulutnya itu.
"udah lo abaikan aja orang kaya gitu" ucap Rainna santai, mencoba menenangkan Tika yang sudah mulai kesal.
"lo emang gak kesel apa di katain gitu sama si Vina" ketus Tika.
__ADS_1
" lah ngapain gue kesel, gue gak ngerasa caper ke siapa pun kok, lagian tadi juga Abim kan nmyang ngajak kita duduk bareng.Terus yang nyamperin ke kelas ya si Evan kan bukan gue yang nyuruh" ungkap Rainna mencoba menjelaskan pada Tika.
Tika pun tampak setuju pada ucapan Rainna.Memang betul,bukan Rainna yang sengaja mencari perhatian mereka.Tapi mereka sendiri yang awalnya mendekati.
Kesal karena sindirannya tak di gubris,Vina pun sengaja mengeluarkan kakinya saat Rainna dan Tika berdiri hingga tidak sengaja Rainna terjatuh ke bawah.Tika pun kaget melihat kaki Vina yang memalangkannya di tengah.
"lo apa-apaan sih Vin, bikin orang celaka tau gak" ucap Tika kesal lalu membantu Rainna yang jatuh ke lantai.
Terlihat lutut Rainna yang mengeluarkan sedikit darah karena sedikit lecet.
"lo gak apa-apa?" tanya Tika yang khawatir..
"gak, bantu gue berdiri" ucap Rainna meraih tangan Tika.
"lo punya mata gak sih, jalan aja sampe jatuh gitu, lo gak liat kaki gue jadi nya sakit tau" ucap Vina pada Rainna.
"heh lo tuh yang gak punya mata, lo sengaja kan kaki lo keluarin dari bangku" ucap Tika kesal.
"ngapain juga gue mesti celakain diri gue sendiri" ucap Vina yang senang melihat Rainna kesakitan.
"awwhhhh" seketika Rambut Vina pun yang panjang di jambak oleh Rainna.
"lepasiin" bentak Vina yang kesakitan.
Rainna hanya santai menjambak rambutnya seperti orang yang tak bersalah dan melototi mata Vina, hingga melupakan rasa sakit pada lututnya.
siswa-siswa lain yang tadinya ketakutan saat melihat Vina kini mereka kaget melihat Rainna yang berani melawan dia.
"woow gila tuh si Rainna dapet keberanian dari mana bisa ngelawan si Vina" bisik salah satu siswa yang hampir terdengar samar oleh.
"lepasin gue kalo lo masih mau sekolah disini" ancam Vina yang sudah kesakitan karena Rainna.Echa dan Resti tak bisa membantu nya karena dia pun takut saat ini pada Rainna
"gue gak takut sama lo, dan gue malah bisa laporin balik lo" ancam Rainna balik pada Vina.
"Rainna lepasin gue" jerit Vina kesakitan.
tak lama salah seorang guru melewat ke arah kantin, saat itu juga Resti dan Echa memanggilnya.meminta bantuan pada guru itu agar Vina dan Rainna di pisahkan.
"Rainna," panggil seirang guru yang menggema di kantin itu.
Rainna lalu melepaskan janbakan tangannya di rambut Vina.Dia tidak terlihat kaget sama sekali meskipun Pak guru memergokinya sedang menyakiti Vina.
"gue salut sama keberanian si Rainna" ucap Sala satu siswa di kantin sana.
"kalian berdua segera ke kantor BK sekarang" ucap Pak Guru itu.
__ADS_1
Vina kesal kenapa malah dirinya juga ikut terseret sampai ke ruang BP.Sedangkan Rainna berjala n menuju ruang BP dengan santai.
Dia memang tak menyangka jika dirinya harus tertangkap basah sedang menyiksa Vina.Tapi dia sedikit senang karena bisa membalas perbuatan Vina tadi.
"ayo cepat masuk" ucap Guru itu.
di dalam sudah ada Pak Ridwan,guru BK yang sedang bertugas.Rainna dan Vina pun masuk dan duduk di kursi depan meja Pak Rudwan.
"kalian tuh kenapa?" tanya Pak Ridwan.
"tuh Pak, dia yang mulai jambak rambut saya" adu Vina pada Pak Ridwan.
"kamu bukannya Vina kan? kenapa bisa dia jambak rambut kamu?betul kamu udah jambak rambut Vina." Pak Ridwan langsung membela Vina meskipun yang salah adalah Vina.
Rainna hanya mengangguk, dia tahu jika nantinya dia juga di salahkan meskipun dia sedikit melakukan pembelaan.
"kenapa kamu malah jambak dia?" tanya Pak Ridwan pada Rainna.
"gak tau pak ,mungkin dia iri sama saya" tukas Vina yang langsung menjawab pertanyaan Pak Ridwan pada Rainna.
Tapi Rainna hanya diam tak ingin menjawab apa pun, biarlah dia kini di hukum,daripada harus berurusan lagi dengan Vina.
"kamu, nama kamu siapa?" tanya Pak Ridwan lalu membuka buku BK yang berisikan nama-nama siswa yang menerima hukuman dan melanggar peraturan sekolah.
"Rainna." ucapnya cuek.
"kelas berapa?" tanya Pak Ridwan.
"kelas IPA2"
"kamu saya hukum membersihkan toilet samapai jam pulang sekolah, jangan coba kabur atau pun menyuruh orang, saya akan lihat kamu nanti" ucap Pak Ridwan.Sedangkan Vina tersenyum sinis,dia senang karena Rainna akhirnya menerima Hukuman dari guru.
"terus hukuman Vina apa Pak." celetuk Rainna.
"ngapain juga gue di hukum, gue kan korban disini" ucap Vina yang memelas.
"Vina,korban disini, kalo Pak Rizal tau anaknya celaka seperti ini saya juga yang kena tegur' ucap Pak Ridwan.
"cih,pantes aja ngumpet di ketek bokap lo" ketus Rainna lalu meninggalkan Vina dan Pak Ridwan disana.
"Rainna mau kemana kamu?" bentak Pak Ridwan.
"bapa tanya kemana? bukannya saya di hukum kan?" ucapnya lalu berjalan keluar ruangan BK.
Sedangkan BK terlihat kesal dengan ucapan Rainna tadi.Dia tak terima jika dirinya di rendahkan oleh Rainna seperti tadi.
__ADS_1
"awas lo Rainna" gumam Vina dalam hari kesal.