Transmigrasi Gadis Cupu

Transmigrasi Gadis Cupu
Chap 33


__ADS_3

"gue harus bisa lawan si nene lampir itu" gumam Rainna kesal.


"lo yakin?" tanya Tika tak percaya.


"emang setelah pipi gue memar gini,gue gak yakin dengan ucapan gue sendiri" ucap Rainna sambil membuka halaman buku yang di titah guru di depan kelas mereka.Tika hanya diam dan memikirkan sikap Rainna yang menurutnya benar-benar berubah.Tika berfikir jika sejak dulu Rainna akan diam saja jika sudah di bully oleh Vina dan kawan-kawannya.Tapi kali ini dia baru mendengar jika dirinya akan membalaskan perbuatan Vina.


Tak lama bel pulang sekolah pun berbunyi.


Rainna buru-buru membereskan buku-buku nya untuk mencari keberadaan Vina dan teman-temannya.Dia tidak bisa menahan emosinya,karena sepengetahuan dia,ini bukanlah salahnya.


"nna, lo mau kemana?" tanya Tika yang heram melihat Rainna yang buru-buru.


"gue mau matiin tikus " jawab Rainna cuek.


"yang bener lo?" tanyanya .


tapi beruntung saja, Rainna belum keluar dari kelasnya Abim menunggunya di depan ruang kelasnya karena dia sudah keluar lebih dulu.


Sejak tadi Abim mengirimnya pesan pada Rainna tapi tak ada jawaban, jadi Abim memberanikan diri menyusul ke ruang kelasnya.


"nna ,kayanya lo ada yang nungguin deh" ucap Tika yang melihat ke arah pintu kelas.


Rianna pun langsung menoleh siapa yang mencarinya.


"ck ngapain lagi sih" ucap Rainna kesal.


Rainna pun lalu menghampiri Abim yang sedang menunggunya.


"nyari siapa lo?" ketus Rainna yang kini berubah dingin sikapnya.


"nyariin lo, daritadi gue chat lo gak bales, pulang gue anterin yu" ucap Abim yang mencoba mengakrabkan diri dengam Rianna yang sedang kesal.


"gak usah, gue bisa pulang sendiri, lagian gue lgi ada perlu" matanya masih memperhatikan ruang kelas Vina yang belum semua siswa keluar dari sana.


"yakin lo gak mau gue anterin balik" tamya Abim sekali lagi, dia khawatir pada Rainna yang mungkin saat ini sedang emosi karena kesal terhadap perlakuan Vina tadi.


"gak usah. minggir lo" ketus Rainna.


Tika pun langsung berlari menghampirinya seelah membereskan buku bawaannya tadi.


"nna tungguin gue" teriak Tika.

__ADS_1


tapi dengan cepat Abim menghentikan lari Tika, dan menanyakan kemana Rainna pulang saat ini.Kenapa dia sampai tak ingin di antar pulang.


"lo mending temenin gue, gue takut kalo si Rainna ngelakuin hal-hal yang buruk sama si Vina, lo liat kan tadi gimana marahnya dia sama lo juga" ungkap Tika.


Abim pun langsung mengangguk menyetujui apa yang di ucapkan Tika.Dia dan Tika mengejar kemana perginya Rainna kali ini


Brak,


kali ini meja yang ada di depan Vina di gebrak oleh Rainna yang sedang emosi.Vina kaget beruntung semua siswa sudah keluar, hanya tinggal Vina dan Resti.Sedangkan Echa pulang terlebih dahulu karena mendadak ada urusan.


"lo apa-apaan sih" bentak Vina yang kaget dengan kedatangan Rainna.


Plak.


satu tamparan berhasil mendarat di pipi Vina.Hingga Resti yang berada di sebelahnya kaget.


"gue cuma mau peringatin lo doang, jangan pernah nyari masalah lagi dengan gue.Kalo lo memang suka sama si Evan lo coba deketin dia bukan selalu aja gangguin gue, apa jangan-jangan Evan juga tahu siapa yang lebih cantik antara gue dan elo" ucap Rainna menantang.


Vina yang masih meringis kesakitan mengepalkan tangannya emosi.Dia tak menyangka jika Rainna berani menamparnya.


"nna" teriak Tika yang menemukan Rainna tepat berada di dalam ruang kelas Vina.


"lo gak apa-apa?" tanya Abim khawatir.


"ayo balik" ucap Rainna pada Tika.


Abim pun melihat ke arah kelas Vina.Dia mendatangi Vina dan Resti.


"kalo lo berani gangguin lagi Rainna, gue pastiin nama lo ada di ruang BK, gue gak peduli kalau pun lo anak Kepala sekolah" ancam Abimana lalu keluar dari ruang kelas Vina.


"gue bakal laporin masalah ini sama bokap gue" ancam Vina yang tak terima jika dirinya di ancam oleh dua orang yang menurutnya tak penting di sekolah ini.


"kalo lo laporin masalah ini sama bokap lo ini, gue pastiin hari ini terakhir dia ngejabat jadi kepala sekolah" ucap Abimana lalu pergi ke luar kelas Vina dengan menendang kursi di depan Vina .


seluruh siswa tak tahu, siapa sebenarnya Abim yang notabenenya hanya Ketua Osis tapi dia sebenarnya adalah anak Pemilik Sekolah itu.Dia sengaja menyembunyikan identitas sebenarnya pada seluruh siswa dan guru.Agar dia tak di perlakukan istimewa oleh yang lainnya dan hanya mendekatinya karena status saja.


"lo beneran gak apa-apa?" tanya Tika yang melihat Raina masih dalam keadaan emosi.


"gue gak apa-apa tapi setidaknya tamparan tadinpagi udah gue bales" ungkapnya berdiri di depan gerbang sekolah menunggu jemputan Tika.


"syukurlah, gue takut kalo lo kenapa-kenapa, lo mau balik bareng gue"

__ADS_1


"gak usah gue sendiri aja, tuh mobil jemputan lo udah dateng'" tolak Rainna dan menunjuk mobil Tika yang sudah datang .


"Rainnaaa" ucap Abimana yang baru saja keluar.


"apa" jawab ketus Rainna.


"ayoo" Abimana menarik lengan Rainna untuk mengajaknya pulang bersama.Tadinya Rainna ingin menolak tapi Pegangan tangan Abim sangat kuat.


"gue bisa pulang sendiri" ketus Rainna.


"gak, gue anterin aja,kondisi lo lagi gak baik-baik aja" ucap Abimana yang menyalakan mesin motornya.


dengan terpaksa Rainna naik ke atas jok belakang, dan setelah siap Abimana melajukan motornya menuju ke rumah Rainna.


"kenapa sih, lo gak biarin gue pulang sendiri aja" ketus Rainna.


"lo laper gak?" tanya Abim mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.


"laper, tau sendirikan tadi Istirahat gue ke ganggu sama si nene lampir itu" jawab Rainna dengan muka yang masih cemberut.


"iya udah gue ajak lo ke tempat tongkrongan langganan gue" Abim pun langsung membawa Rainna menuju salah satu tempat makan langganannya.


"lo gak apa-apa kan di bawa kesini" ucap Abim memarkirkan sepeda motornya.


mereka kini berhenti di salah satu warung nasi gudeg kesukaan Abim.Rainna pun menggelengkan kepalanya.Sejak dulu dia juga sering ke tempat seperti ini karena ekonominya yang pas-pasan.Mau tak mau dia harus menghemat,dan membeli makan yang mengenyangkan dengan harga murah.


"syukurlah gue kira lo gak suka di ajak ke tempat gini" ucap Rainna.


"suka ko, gue gak pernah pilih-pilih makanan yang penting bikin perut gue kenyang" jawab rainna.


mereka pun masuk ke dalam warung itu, dan Abim memesankan Dua porsi nasi gudeg bersama teh hangat untuk menemani makan mereka.Meskipun cuaca cukup panas tapi lebih nikmat nasi gudeg dengan teh hangat.


"gue boleh tanya sesuatu gak?" ucap Abim yang membuka obrolan mereka.


"tanya apaan?" jawab Rainna ketus.


" lo jangan tersinggung ya, tapi gue penasaran Si Vina kenapa sih suka banget gangguin lo?'" tanya Abimana pada Rainna.


" lo tau kalo gue selalu aja di ganggu sama dia?" tanya Rainna.


" gue gak tau banyak sih, tapi sering kali gue pergokin Vina gangguin lo, tapi dulu lo gak pernah mau ngelawan dia, tapi setelah ini lo baru berani ngelawan" ungkap Abim yang tahu bagaimana perbedaan Rainna dulu dan sekarang.Meskipun dulu dia tak terlalu dekat seperti ini dengannya.

__ADS_1


__ADS_2