Transmigrasi Gadis Cupu

Transmigrasi Gadis Cupu
Chap.44


__ADS_3

Rainna langsung tersadar dan melihat jam sudah menunjukkan pukul enam sore.Melihat dirinya yang masih memakai pakaian tadi siang.Rainna langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"iya mah aku nanti nyusul" teriak Rainna dalam kamar.


Rainna pun buru-buru bergegas ke kamar mandi.Sambil mengingat mimpinya tadi.


"ngapain Raisya muncul di mimpi gue ya?' gumam Rainna terus bertanya-tanya.


Sambil membersihkan dirinya Rainna mengingat kejadian mimpi tadi.Pesan apa yang Rainna sampaikan padanya.


"akhh kenapa pake lupa segala sih" gumamnya kesal karena bangun dengan kaget dan lupa tentang mimpinya itu.


"semoga aja nanti malem lo dateng lagi di mimpi gue ya" gumam Rainna.


*


*


*


"malem pah" sapa Rainna yang sudah selesai membersihkan dirinya.Rainna pun duduk di samping kursi Papahnya.


"gimana sekolah kamu hari ini, kata mamah kamu ada masalah?" tanya Papahnya tanpa basa-basi.


"emm, iya pah, maaf ya, tadi aku bikin masalah sama yang udah nyebar fitnah aku itu, abisnya kesel masa iya cuma dateng ke panti terus aku disangka anak pungut sih" adu Rainna sambil mengambil piring kosong di hadapannya.


"iya tuh mamah juga kesel waktu Rainna cerita ada temennya ngebully dia." ucap mamah Rena yang menghampiri mereka dengan membawa secangkir kopi panas untuk suaminya.


"kamu udah lapor sama guru kamu?" tanya Pak Ryan.


"bukan dia yang lapor, tapi malah temennya yang fitnah itu yang lapor terus dia yang kenapa SP" jawab mamah Rena.


"loh kok, kenapa jadi kamu yang kena SP?" tanya Pak Ryan heran.


"pokoknya ceritanya panjang banget deh pah, tapi papah tenang aja, aku udah bales yang fitnah aku itu" jawab Rainna dengan percaya diri.


pak Ryan hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, mendengar cerita istrinya dan Rainna itu.Padahal baru saja kemarin dia meminta temannya yang merupakan pemilik sekolah mencari siapa tersangka pembullyam anaknya.Kini masalah baru tentang anaknya muncul lagi.


*


*


*


Berhubung hari ini hari minggu Rainna sudha janjian dengan Tika untuk ke toko buku.Semalam Tika mengirim pesan untuk janjian di salah satu mall yang cukup ramai.


"kamu jadi Nna, perginya?" tanya Mamah Rena saat Rainna turun dari kamarnya.

__ADS_1


"iya mah, nih lagi siap-siap dulu" jawab Rainna yang turun ke bawah untuk mengambil air minum.


"janjian dimana?"


"di mall itu mah, yang waktu itu kita ke sana" jawab Rainna.


"mau papah anter?" tanya Papah Ryan yang menawarkan dirinya untuk mengantarkan Rainna,karena papah Ryan pun sedang libur.


"gak usah pah, nanti aku naik ojeg aja, biar lebih cepet ,papah istirahat aja ya " tolak Rainna secara halus.


"iya udah,kamu hati-Hati di jalan.Kalo ada apa-apa segera telepon papah ya" ucap Pak Ryan yang mengkhawatirkan Rainna.


"iya pah, aku pamit pergi dulu ya" pamit Rainna yang menyalami tangan Pak Ryan dan mamah Rena.


Setelah ojek online yang di pesannya sudah datang.Rainna langsung pergi menuju ke mall yang sudah dijanjikan Tika.


Tiga puluh menit dalam perjalanan, akhirnya Rainna sampai didepan Mall itu.Mencoba menghubungi Tika, menanyakan keberadaannya dimana.


Setelah mereka bertemu di loby mall , Tika dan Rainna berjalan-jalan menyusuri setiap toko di mall itu.Melihat-lihat tas yang menurut mereka lucu.


"kita kesini dulu" ajak Tika pada Rainna.


Baru kali ini dia memasuki mall untuk bermain atau berbelanja, biasanya dia akan menghabiskan waktu di mall untuk bekerja part time.Mencari uang tambahan untuknya biaya hidup.Kali ini kedua kalinya dia bisa berjalan-jalan di mall sambil berbelanja.


Tika dan Rainna pun mrlihat-lihat isi toko itu, mencari sesuatu brang yang menurutnya lucu.


Rainna pun hanya mengangguk, menjawab pertanyaan Tika.


"ck,gue kira siapa? ternyata anak pungut ada disini" ucap Seseorang yang berada di belakang Rainna.


Rainna pun menoleh ke arah suara itu, dia mengenal suara yang setiap hari mengatainya itu.


"lo ngapain sih, ngikutin gue sampe sini segala, lo ngefans sama gue" ucap Rainna yang merasa terganggu dengan kedatangan Vina dan Echa disana.


"ck, ngapain gue ngefans sama anak pungut kaya lo" ketus Vina.


"jaga ucapan lo itu ya nyet" bentak Tika yang tak suka jika Rainna di hina seperti itu.


"woow ,kenapa lo yang ngegas" ucap Echa yang kaget dengan ucapa Tika.


"gue selama ini diem aja karena gue gak mau berurusan dengan sekolah.Tapi kali ini gue gak takut sama lo" ucap Tika.


"tetep aja lo takut kan sama gue" ucap Vina yang meremehkan Tika.


Tapi Tika yang kesal mendengar ucapan Vina langsung menarik Rambut Vina, dan menariknya keluar toko.Karena dia tak mau mrmbuat malu di toko itu.


"awwhh, lepasin tangan lo" teriak Vina pada Tika.

__ADS_1


lalu Tika pun melepaskan genggaman tangannya itu hingga Vina akan terjatuh.Echa yang berada di dekatnya pun membantu Vina berdiri .


"lo tuh apa-apa sih, gue gak ada urusan sama lo" teriak Vina pada Tika.


"udah Tik, gak usah di ladenin, ayo kita pergi aja" ucap Rainna yang mencoba menenangkan Tika.


"gak bisa nna, gue udah kesel banget sama nih anak,kelakuannya sok kuasa di sekah tau gak" ucap Tika yang kesal mengeluarkan emosinya.


"udah lo tenang aja, lagian gak akan lama lagi dia juga akan lengser" ucap Rainna dengan santai.


"maksud lo apa hah" bentak Vina tak terima dengan ucap Rainna tadi.


"upps,sorry.lo tenang aja gue gak akan gantiin posisi lo itu kok" ucap Rainna yang meledek ke arah Vina.


"udah ayo" Rainna mencoba menarik lengan Tika dan mengajaknya ke toko buku yang mereka akan tuju itu.


"iissh ,kenapa sih lo malah ngehalangin gue buat balas dendam sama mereka" ucap Tika menahan emosinya.


"udah lo jangan marah-marah gitu ah, gue gak mau kalo nantinya kita ribut disana dan malah di bawa ke bagian keamanan' ucap Rainna.


Tika pun berpikir sejenak, benar juga jika dia membuat keributan disana pasti nanti di panggil oleh pihak keamanan mall disana.Beruntung saja tadi sekuriti mall tidak menghampiri mereka saat Vina berteriak-teriak di depan toko yang Rainna dan Tika kunjungi.


"sorry ya gara-gara gue, lo jadi ikut kesel gitu" ucap Rainna pada Tika.


"kok gara-gara elo sih, emang gue aja yang kesel sama tuh orang, gue cuma mendem aja karena gue gak mau kalo nantinya dapet masalah disekolah sebab dia anak kepala sekolah" ungkap Tika.


"ouh gue kira lo gak kesel ama dia hehe" jawab Rainna.


"mana ada sih yang gak kesel ama tingkah dia di sekolah, hampir semua siswa kali kesel sama dia yang sok berkuasa dan sok ngadu itu" ungkap Tika .


"ohh, " Rainna hanya mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar penuturan Tika dan siswa di sekolahnya terhadap Vina dan kawan-kawannya.


Rainna dan Tika pun kini masuk ke toko buku yang mereka tuju,yang tadinya Tika ingin berbelanja tas.Kini harus menahannya karena masalahnya dengan Vina.


"nih buku yang kita cari" ucap Rainna menunjukkan sebuah buku yang mereka cari untuk mengerjakan tugas dari guru.


tapi Tika malah fokus mencari novel-novel yang dia sukai.


"lo kok malah asik disini sih" ucap Rainna melihat Tika yang menghilang begitu saja.


"hehe, maaf gue kalo di ajak ke tempat begini pasti suka lupa" ucap Tika.


"yee,, gimana sih lo tuh, nih bukunya udah ketemu," Rainna menyodorkan sebuah buku tadi.


"ehh,gue mau nanya deh sesuatu sama lo" ucap Tika pada Rainna saat Tika menemukan sebuah novel romansa yang belum pernah dia baca.


"tanya apa?'" jawab Rainna.

__ADS_1


__ADS_2