Transmigrasi Gadis Cupu

Transmigrasi Gadis Cupu
Chap 22


__ADS_3

"iya bentar lo tunggu disini gue ke kelas dulu ambil ,dari pada lo nyeker kaya gitu"" ucap Abimana lalu berlari menuju ke kelasnya yang lumayan dekat.


Rainna pun duduk menunggu Abim,dia menunggu di bangku yang biasa ada di depan-depan kelas.


"bisa-bisanya kaki gue begini,awas aja lo bocah gue bales lebih dari ini" gumam Rainna kesal setelah mengingat kejadian tadi di kantin.


Tak lama Abim datang dengan membawa sepasang sendal untuk dipinjamkan Pada Rainna.


"ini" ucap Abim yang menyodorkan sendal itu di kaki Rainna.


"Ehh gak apa-apa gue bisa sendiri ko"


"woy Rainna lo tuh ya, nih tas lo, buku lo juga udah gue simpen di dalemnya ya." ucap Tika yang kembali dari kelasnya untuk mengambil tas Tika dan Rainna.


Abim pun tetap memasangkam sendal itu di kedua kaki Rainna.


" ciie siapa tuh" ucap Tika yang tak bisa mengontrol ucapannya itu.


" ehh ,makasih ya .maaf ngerepotin.besok gue balikin sendalnya ya" ucap Rainna yang malah malu dengan ucapan Tika.


"gak apa-apa tenang aja kok, ehh kenalin gue abimana kelas Duabelas IPA dua" ucap Abimana.


"ehh jurusan kita sama dong, dia Rainna gue Tika IPa Satu" ucap Tika yang menyela obrolan Rainna dan Abimana.


"ouh iya gue udah tau kok" jawab Abimana canggung.


"lo yakin bisa sendiri pulang nya atau perlu gue anter aja" ucap Tika yang kasian melihat kondisi Rainna seperti masih perih di kakinya itu.


" Udah gue sendiri aja,lagian gue juga gak apa-apa kok gak parah-parah amatkan cuma perih aja dikit" ucap Rainna.


"lo pulang sendiri?"tanya Abimana.


"iya dia sendiri buktinya gak mau kan dianter sama gue" jawab Tika.


"iya udah gue anterin aja balik, dari pada lo susah nanti jalannya" ucap Abim yang menawarkan dirinya untuk mengantarkan Rainna pulang.


"gak usah gak apa-apa kok,gue bisa sendiri" ucap Rainna tak enak pada Abim.


Tika pun pamit terlebih dahulu pada Rainna karena jemputannya sudah menunggu dia di luar.


sedangkan Rainna membuka ponselnya,ingin memberi kabar pada mamanya tapi takut nanti khawatir, jika bilang pada papahnya sekarang dia takut kalo nanti tak boleh sekolah lagi disana.Padahal dia ingin membalaskan dulu dendam Rainna pada Vina.


"gimana lo mau kan dianter sama gue" ucap Abim yang masih menunggu disana.


"emm, emang gak ngerepotin lo ya" ucap Rainna.


" gak kok ,lagian kita searah." ucap Abim.

__ADS_1


"lo tunggu dulu ya gue mau ambil tas dulu di kelas" ucap Abim lalu mengambil tasnya di dalam kelas.


sebenarnya Rainna merasa tak enak jika harus menebeng pada Abimana ,apalagi dia baru kenal dengan Abim.Tapi dia tak tahu bagaimana jika dia naik ojek nantinya,belum harus lama lagi menunggu kedatangan ojek itu.


Tak lama Abim pun kembali sudah dengan jaketnya dan ransel di pundaknya.


"ayoo" ucap Abim


tapi Saat Rainna yang kesusahan membawa tas dan menjingjing sepatunya,Abim pun mengambil tas yang dia pegang dan sepatu yang di bawanya.


"ehh, gue aja gak apa-apa" ucap Rainna.


"udah lo jalan aja, tapi pelan aja ya takutnya malah sakit" ucap Abim yang penuh perhatian.


Tapi tak lama Evan yang baru saja keluar dari kelasnya melihat Rainna yang berjalan sendiri dan pelan karena takut lukanya malah terkena goresan sendal.


"rainnn" teriak Evan.


"Aduhh, Bim kita bisa cepet gak?" ucap Raisya pada Abim.


"oh ayo, tapi jangan rusuh ya, takut malah nanti lo jatoh" ucap Abim membawa tas Rainna.


"lo malah cepet gitu sih" gumam Evan yang berlari ingin menyusul Rainna.


Vina yang melihat Evan sibuk mengejar Rainna malah kesal.Padahal dia tadi sudah merasa senang karena bisa membuat Rainna kesakitan.Tapi malah Dia bertemu Evan.


Setelah sampai di parkiran motor, Rainna sengaja sembunyi dulu di belakang tembok pembatas motor.Abim hanya tersenyum melihat tingkah lucu Rainna itu.


"lo kenapa tersenyum gitu?" tanya Rainna yang melihat Abim tersenyum.


"lo tuh lucu tau gak, kenapa kita pake ngumpet segala" tanya Abim.


"lo gak tau sih, gue sebel banget kalo udah di kejar-kejar cowok rese itu" ucap Rainna yang menunjuk ke arah Evan yang sedang mencari dirinya.


"bukannya kalian dulu deket ya" ucap Abim yang selalu memperhatikan Rainna dari kejauhan.


"itu sih dulu mungkin saat gue belum sadar" ketus Rainna.


"emang sekarang lo udah sadar?" tanya Abim yang senang mengobrol dengan Rainna.


"udahlah ,makanya gue pengen banget ngejauh dari tuh bocah"kesal Rainna.


"hihi ,lo tuh ada-ada aja ya" ucap Abim.


Setelah Evan tak terlihat Abim mengambil motormya yang berada di parkiran dalam.dia menyimpan tas Rainna di depan dan menggantungkan sepatunya di bagian depan.


"lo bisa naiknya?" tanya Abim.

__ADS_1


"bisa ko"


Rainna pun naik tepat di belakang abim.Lalu Abim menyalakan mesin motornya dan melajukan motornya ke arah rumah Rainna.Untung saja Abim menggunakam motor matic biasa bukan Motor sport jadi Rainna bisa naik ke atasnya.


tiga puluh menit dalam perjalanan,Akhirnya Rainna dan Abim sampai di depan komplek rumah Rainna.


"lo bisa masuk gak? kalo ga biar gue turun aja disini" ucap Rainna yang tak enak pada Abim karena harus mengantarnya tepat di depan rumah.


" bisa kok,lo tunjukin aja ke arah mana rumah lo" jawab Abim yang masih melajukan sepeda motornya.


Tak lama mereka pun sampai tepat di depan Rumah Rainna.Tak sengaja Mamah Rena yang sedang membuang sampah pun melihat kepulangan Rainna diantar oleh temannya.


"loh kamu kenapa sayang,?" tanya mamah Rena.


"siang tante" sapa Abim pada mamah Rena.


"aku pulang mah, " ucap Rainna.


"kamu kenapa sayang itu kaki kamu kenapa,pake sendal segala" ucap mamah Rena yang tertuju pada kaki Rainna yang hanya menggunakan sandal.


"tadi gak sengaja ,ketumpahan kuah baso mah" ucap Rainna jujur.


"kamu siapa? yang numpahin kuah basonya?" tanya Mama Rena pada Abim yamg malah dituduh menyiramkan kuah baso pada Rainna.


" ehh bukan mah, dia yang udah nolongin aku, minjemin sendalnya dan Nganterin aku sampe rumah" ucap Rainna yang tak mau mamahnya malah salah paham.


"beneran bukan kamu?" ucap mamah Rena yang masih tidak percaya.


" bener tante, aku tadi ketemu Rain saat keluar UKS liat lukanya kalo telanjang kaki kan kasian jadi aku tawarin aja sendal punya aku sekalian nganter juga mumpung searah" ungkap Abim yang malah takut karena dituduh pelakunya.


" ouh gitu, tante kira kamu yang udah nyiram Rainna,terus kesini buat tanggung jawab atas perbuatan kamu" ucap mama Rena yang benar sidah salah paham.


"gak gitu loh mah, lagian abim tuh yang nolong aku bukannya bilang makasih malah di tuduh gitu" ucap Rainna yang tak enak pada Abim.


"ayo, eehh siapa nama kamu?"


"abimana tante, panggil aja Abim" ucap Abim yang memperkenalkan dirinya.


"oh iya Abim,ayo masuk dulu, minum dulu" ucap mama Rena yang menawarkan Abim untuk masuk kedalam rumahnya.


"iya gante makasih, tapi kayanya Abim langsung aja deh soalnya ada kelas les juga tante" ucap Abim yang menolak.


"oh gitu, iya kapan-kapan kamu main kesini lagi ya, makasih loh udah bantuin anak tante." ucap mama Rena.


"iya sama-sama tante , aku pamit pulang dulu ya, nna cepet sembuh ya" ucap Abim lalu menyalakan mesin motornya dan melaju pulang ke rumahnya.


"aduh mamah ini malu-maluin aja sih bukannya tanya dulu malah maen nuduh-nuduh aja" protes Rainna yang malu pada Abim.

__ADS_1


"yee kan mamah gak tau kalo dia udah nolong kamu,lagian kenapa bisa kamu kaya gini" ucap Mama Rena yang membawakan tas sekolah Rainna.


__ADS_2