
"akhirnya gue bisa sampai di kelasnya" gumam Rainna dalam hati.
siswa lain yang baru saja datang terlihat aneh saat Rainna sudah kembali ke sekolah.Gosip yang beredar di sekolah adalah Rainna yang koma dan belum sadarkan diri.Tapi mereka sangat heran mengapa Rainna kini duduk di bangkunya.
"sa gue gak salah liat kan itu Rainna?" ucap Ike teman sekelasnya.
"gak lah gue juga liat kok Rainna udh sehat" bisik Salsa.
Rainna memperhatikan teman sekelasnya terlihat seperti memandangnya aneh.Karin berpikir bagaimana dulu Sikap Rainna terhadap teman sekelasnya.Tak lama saat Rainna sampai di bangkunya,terlihat seseorang berlari mencari dirinya.Iya dia adalah Evan, lelaki yang selama ini mengejar dirinya.Karena dirinya pula Rainna sampai di bully oleh Vina dan teman-temannya.
"rain, kamu udah sembuh?" ucap Panik Evan.
Rainna hanya terdiam tak mengenali sosok Evan itu.Rainna bukannya menjawab malah bengong ternyata ada cowok yang tampan yang mengejarnya.
"heyy, lo gak apa-apakan nna?" ucap Tika yang menyadarkan Rainna dari lamunannya.
"ehh gak engga apa-apa kok sorry ya" ucap Rainna.
"kamu udah sembuh?" tanya Evan lagi.
"udah kok " ucap Rainna gugup.
"lo gak ada yang parah" tanya Evan masih khawatir pada Rainna.
"gak ko, gue baik-baik aja dan sehat wal afiat buktinya gue udah masuk sekolah lagi kan" ucap Rainna yang merasa risih dengan Evan terus mendekatinya dan bertanya padanya.
Vina dan Echa yang baru saja datang mendengar keributan jika Rainna sudah mulai sekolah lagi.Di kelasnya pun sudah mulai ramai.Tapi saat Vina dan Echa mencoba melewati kelas Rainna dia melihat Evan yang berada disana duduk di bangku milik Tika teman sebangku Rainna.
Vina benar-benar kesal pada Rainna.Mengapa ancaman di tak digubris oleh Rainna.Vina pun meninggalkan kelas Rainna dengan perasaan kesal.Dia memikirkan cara untuk balas dendam pada Rainna,agar dia mau menjauhi Evan.
Echa dan Resti yang melihat Vina sudah tak disisi mereka mencari keberadaan Vina.Mereka langsung berlari menuju kelas sebelah yang merupakan kelas Vina dan Evan.
padahal Evan satu kelas bersama Vina,tapi selama satu tahun ini Vina yang mencoba mendekati Evan tak pernah di gubris.Evan selalu saja menghindar dan malah mencari keberadaan Rainna.Sehingga Membuat Vina benar-benar benci pada Rainna.
"Vin, lo kenapa ngilang sih"protes Echa yang merasa cape karena berlari.
"menurut lo, gue harus diem disana buat ngeliatin si Evan sama Si Rainna itu berduaan gitu" ketus Vina kesal.
Echa terdiam mendengarkan apa yang diucapkan Vina tadi,benar juga mengapa mereka harus melihat Evan dan Rainna yang berduaan di kelasnya.
Bel Kelas pun berbunyi Evan dengan terpaksa masuk ke dalam kelasnya.Rainna pun merasa lega setelah terbebas dari Evan.
__ADS_1
"Dia tuh siapa sih?" tanya Rainna pada Tika yang sudah kembali duduk di sebelahnya.
"whats,lo gak gak dia siapa?" tanya Tika.
Rainna hanya menggelengkan kepalanya memang dia tak mengenal semua teman Rainna.Jadi maklum saja jika dirinya bertanya pada Tika.
"dia tuh kapten basket sekolah kita plus cowo terkeren di sekolah kita ini" ungkap Tika.
"oh gitu,terus ngapain dia deketin gue?" tanyanya lagi.
"diih ,lo kesambet apaan sih sampe lupa semuanya itu"protes Tika.
"sorry gue emang gak inget apa-apa" bisik Rainna.
"yee baru juga koma beberapa hari udah amnesia aja lo, tapi beneran lo sampe amnesia gini?" ucap Tika yang tak percaya.
"serius lo?"
"iya tika, malahan gue juga tau lo pas lo nyapa tadi, kalo gak ya udah gue lewat aja" ucap Rainna cuek.
"yee, jahat banget sih lo, tapi kenapa lo udah masuk sekolah" tanya Tika.
belum sempat menjawab guru pelajaran sudah masuk ke dalam kelas.Beruntung sejak dulu karin hampir menguasai semua bidang pelajaran. Meskipun dia disibukkan kerja partime dan tanding karate tapi tak lupa untuknya menghapal di panti.
"lo istirahat kemana?" tanya Rainna.
"biasa lah kantin" ucap Tika memasukkan buku pelajaranna.
"gue ikut ya"
"hah lo mau ikut, emang lo gak bawa bekal gutu?" tanya Tika heran.
"gak ,tadi nyokap gue emang udah mau bikinin bekal makanan,tapi gue tolak" ucap Rainna.
"selama tiga taun ini gue baru tahu kalo lo mau ke kantin" sindir Tika
"emang kenapa dengan kantin?" tanya Rainna penasaran.
"gak apa-apa sih, ya udah ayo kalo mau bareng"
Tika dan Rainna pun keluar kelas,berjalan menuju ke Kantin.Banyak siswa yang heras saat Rainna masuk ke dalam kantin.Karena kemarin berita yang sempat heboh jika dirinya koma saat pingsan di toilet tempo hari lalu.
__ADS_1
"tik, lo ngerasa aneh gak sih?"
"aneh kenapa?" tanya Tika yang sedang mengantri jajanan di kantin.
"banyak siswa yang ngeliat gue kaya heran gitu' ucap Rainna.
"ngeliat lo baru muncul di kantin kali, jadi mereka pada aneh liat lo"
akhirnya Rainna dan Tika membawa masing-masing semangkuk Baso.Dan memesan Es jeruk pada penjaga kantin.Setelah mendapatkan bangku untuk duduk mereka duduk disana.
"biasanya sih gue ke kantin sendiri" ucap Tika.
"emang temen-temen yang lain pada kemana?"
"gue males kalo deket sama si Salsa dan si ike"
"emang kenapa mereka, mereka yang tadi pagi liatin gue aneh itu kan" ucap Rainna.
"Mereka sih pinter, tapi jangan salah mereka julidnya minta ampun deh" ungkap Tika.
"julid?" jawab Rainna yang heran.
"iya, pokonya gue saranin lo jangan deket-deket mereka deh, lagian dari dulu lo juga suka sendiri, duduk sama gue aja kalo gak gue tanya pasti lo diem aja" ungkap Tika .
"oh gitu, sependiemnya gue parah banget ya" gumam Rainna.
Rainna ingat perkataan Bu Rena jika di rumah Dia akan selalu mengurung diri di kamar dan di sekolah pun dia begitu.Tapi berbeda dengan sifat Karin yang humble dan senang bergaul dengan siapa saja.
"lo jangan ngelamun woy" ucap Tika yang malah melihat Rainna bengong.
Rainna pun tersadar dan memakan kembali bakso yang ada dihadapannya.Tak lama Evan mendekati meja Rainna.
"hey,tumben banget ke kantin" tanya Evan.
"euh mulai deh" gumam Tika.
Rainna yang merasa risih buru-buru menghabiskan Bakso nya dan memgajak Tika untuk kembali kekelas tanpa menghiraukan Evan.
"Tik, lo udah selesai?" tanya Rainna.
"hey, aku aja baru nyampe kok kalian udah beres lagi sih" ucap Evan.
__ADS_1
"sorry ya, gue buru-buru ke kelas' ucap Rainna lalu mengajak Tika pergi dari sana.