
"saya tak ingin tahu bagaimana pun caranya , pak Rizal harus segera mencari Bukti jika Rainna tidak mengalami pembullyan disini , apa Anda mau citra sekolah ini buruk karena adanya pembullyan di dalamnya.Apakah Pak rizal tau dampak kemarin masalah ini tak diselesaikan Pak Ryan akan mengancam memberhentikan dana donasi untuk Sekolah ini dan siapa yang akan bertanggung jawab jika Beliau menghentikannya.Apa Bapak Rizal mau menggantikannya"
Degh.
seketika jantung Pak Rizal mendadak berdebar kaget bagaimana masalah seperti ini Pemilik sekolah yang harus turun tangan.Dan dia juga diancam jika semuanya tak selesai maka tamatlah karirnya selama ini menjadi Kepala sekolah.
"maaf pak sebelumnya,saya janji akan mencari bukti apa penyebab siswa tersebut pingsan sampai koma" ucap Pak Rizal sedikit takut.
"baiklah kalau begitu, saya pamit" Pak Kyandra bangkit dari sofa tanpa mencicipi minuman yang sudah di sajikan pengurus sekolah.
"Bapak tidak alan mengecek dulu hal yang lainnya?" tanya Pak Rizal.
"saya hanya ingin kamu secepatnya bereskan masalah ini, kalau tidak saya tak akan segan turunkan jabatan anda sebagai kepala sekolah" ancam Pak Kyandra pada Pak Rizal.
Akhirnya Pak Kyandra meninggalkan Pak Rizal yang sudah terlihat lemas.Tapi Pak Rizal tetap mengantarkan Pak Kyandra menuju ke mobil yang tadi di parkirnya meskipun dalam keadaan gugup.
bagaimana dia mengumpulkan semua bukti itu.Apakah Vina ada sangkut pautnya dengan kejadian ini.Karena tak ada seorang pun yang akan berani membully jika bukan Vina.
Sesudah kepergian Pak Kyandra dari sekolah.Saat ini jam belajar masih sedang berlangsung jadi hanya beberapa siswa yang tahu jika Pak Kyandra sudah pulang.Karena melewati ruang kelas mereka.
Pak Rizal langsung mengambil ponselnya dan mencoba mengirimkan pesan pada Vina.Dia memastikan jika Vina tidak terlibat dalam masalah itu.
Untuk mengecek CCTV pun dirasa tak mungkin,karena memang Pak Rizal tahu jika sudah cukup lama CCTV sekitaran toilet tidak berfungsi dan lagi memang tak pernah ada masalah di sekolah itu,sampai terakhir menimpa Rainna.
Vina masih belum membalas pesan yang di kirim oleh papahnya.Pak Rizal sendiri tampak bingung diruangannya.Bagaimana mencari bukti itu.
*
*
*
Jam sekolah sudah selesai,Vina sendiru baru bisa membuka ponselnya.Buru-buru dia berlari ke ruangan papahnya.
__ADS_1
tok
tok
Tok
"masuk" ucap Pak Rizal yang mendengar ketukan pintu dari luar.
" siang pah, maaf aku baru buka pesan , ada apa papah manggil aku?" tanya Vina.
sebenarnya Vina sangat khawatir, dia takut jika ancaman Abim kemarin terjadi pada papahnya.Setelah dirinya di suruh untuk mendatangi ruang kepala sekolah.
"kamu tahu, apa yang terjadi sama siswa yang namanya Rainna?" tanya Pak Rizal.
"dia kan yang udah nyakitin aku tadi pagi pah" ungkap Vina.
"apa kamu terlibat pembullyan waktu di toilet itu" tuduh Pak Rizal pada Vina.
Degh.
"ta-tapi pah aku gak ada hubungannya sama sekali sama masalah itu" ucap Vina bohong.
Dia takut jika nanti malah dirinya di hukum oleh papahnya.
"iya udah kalo kamu memang tidak terlibat, papah di suruh mencari bukti kalo gak jabatan paoah yang jadi jaminannya" ungkap Pak Rizal.
Vina hanya menunduk bagaimana dia menjelaskan semuanya, dia harus bertemu Rainna sekarang.Apa benar Rainna hilang ingatan sesudah koma.Jika benar Vina akan sedikit lega.
"iya pah, aku pamit pulang duluan ya kalo begitu," pamit Vina pada Pak Rizal.
"kamu mau pulang sendiri?" tanya pak Rizal.
"iya pah, nanti aku bisa naik taksi atau ojek online aja" ucap Vina.
__ADS_1
setelah Vina pamit dirinya pun keluar dari ruangan Papahnya.
Vina buru-buru mencari keberadaan Rainna,semoga saja dia belum pulang.Tak lama Vina pun melihat sosok Rainna yang baru saja naik ke ojek yang menjemputnya.Dengan cepat dia memilih untuk memanggil ojeg pangkalan disana.
vina berniat untuk mengikuti kemana Rainna pulang.Tanpa disadari hari ini pun Rainna telah meminta izin pada mamah Rena untuk pulang lambat karena akan menuju ke rumah panti tempat dulu Karin tinggal disana.Sudah cukup lama Karin tak melihat kondisi keadaan di panti itu,dan dia oun sudah merasa rindu pada Bunda Panti.
Vina yang mengikuti kemana perginya Rainna berencana ingin menanyakan tentang ingatannya yang hilang.
empat puluh menit Vina masih mengikuti Rainna hingga motor yang dinaikinya itu berhenti di sebuah bangunan yang tak terlalu besar tapi pemandangannya lumayan asri.
"dia kemana sih " gumam Vina yang masih memperhatikan Rainna dari belakang.
Vina pun membayar ongkos ojeg yang dia naiki,lalu berjalan menuju ke tempat Rainna masuki tadi.Dia melihat ke sekeliling,terdapat sebuah plang tulisan Panti asuhan.Vina pun membacanya dengan heran, mengapa Rainna datang kemari.Vina berpikir apa sebenarnya Rainna hanya anak panti yang di adopsi oleh orang tuanya yang sekarang atau bagaimana Vina tak tahu.
"Assalamualaikum" ucap Rainna dari luar pintu panti.
Tak lama seorang ibu membukakan pintu itu sambil menjawab salam.Dia heran mengapa ada anak sekolah datang ke tempat ini.
"Bu-bunda" ucap Rainna menahan air matanya agar tak menetes.
"nak, kamu siapa? kenapa ada disini?" tanya Bunda Panti yang heran bisa tahu dirinya.
"ehh, maaf kenalin Bun-ehh Ibu saya Rainna" ucapnya sedikit gugup padahal dirinya benar-benar rindu dengan sosok Bunda yang selama ini mengurusnya.
" Rainna? ada keperluan apa kamu kemari nak?" tanya Bunda pada Rainna sambil melirik ke arah Rainna.Bunda mencoba mengingat apa dirinya pernah bertemu dengannya.
"Sa-saya kesini hanya berkunjung Bu, tadi gak sengaja lewat sini dan di depan ada tulisan Yayasan panti asuhan Bunda." ucap Rainna yang terpaksa berbohong.Karena dia tak mungkin langsung mengatakan semua yang terjadi pada diri Karin dan Rainna yang sedang dia tempati saat ini.
" ohh saya kira kamu lagi nyari seseorang nak, aoa rumah kamu jauh?" tanya Bunda yang melihat logo sekolah yang di pakai Rainna merupakan sekolah elite dan cukup terkenal,Bunda pun berpikir jika tempat itu lumayan jauh dari yayasannya ini.
"Saya dari perumahan Intan Jaya Bu, kesini tadinya ingin mencari seseorang" ucap Rainna pada Bunda.
"mencari siapa nak,barang kali orang itu ada di panti ini?" jawab Bunda.
__ADS_1
Vina yang sejak tadi melihat Rainna di dalam yayasan menunggunya dengan kesal.Dia pun berfikir jika dulu ini adalah tempatnya.
"ternyata lo dulu cuma anak panti' gumam Vina yang sedang mengetahui fakta ini.