
Rainna diam saat mengingat kapan dirinya disiksa oleh Vina.Apa sebelumnya Rainna asli selalu mendapatkan bullyan seperti ini pikir Karin.Ini tak bisa di biarkan jika dirinya memgalah pasti Vina akan terus menerus membully nya.
"kapan gue pernah di bully sama kalian?" tanya Rainna memberanikan diri bertanya pada Vina dan kawan-kawannya.
"apa? apa lo lupa juga kapan terakhir ketemu kita?"tanya Vina.
Rainna semakin tak mengerti apa yang di katakan Vina dan teman-temannya itu, padahal baru hari ini dia bertemu dengan mereka.Dan Rainna sama sekaki tak mengenal mereka,bagaimana menjelaskan pada mereka kalau dirinya bukan Rainna asli.
"lo jangan pura-pura lupa sama kita, dan lo jangan kecentilan deh deket-deket sama Evan dengan banggain penyakit lo itu" ucap Vina.
"penyakit?" ucap Rainna yang semakin tak mengerti apa yang Vina katakan.
"iya, lo tuh penyakitan, makanya Evan ngejar-ngejar lo tuh karena kasian, bukan karena dia suka sama lo'"
"Evan cowo rese itu" ketus Rainna.
"heehh,jaga omongan lo ya," ancam Vina.
Echa dan Resti hanya diam menunggu pintu karena takutnya ada seseorang yang mengikutinya tadi saat di kelas Rainna.
"emang dia rese banget, apaan sih deket-deket gue mulu, kalo lo suka ya lo kejar dia lah bukan nyari gue.kaya gini tuh kampungan tau" tantang Rainna.
"lo tuh ya bener-bener baru gue biarin beberapa hari tapi udah ngelunjak aja lo"
"emang lo siapa sih, gak penting juga buat gue'
plak.
Satu tamparan tepat mengenai pipi Rainna, karena Vina tak tahan dengan ucap Rainna.Tapi Rainna tak tinggal diam,dia memegangi pipinya yang masih panas karena tamparan itu.
"gimana enak?" tanya Vina.
plak
plak
"awwwh" teriak Vina.
__ADS_1
Rainna langsung membalas tamparan yang diberikan Vina dua kali lipat dari yang Rainna rasakan.
"gue bakal perlakuin lo baik kalo lo sendiri baik sama gue, tapi kalo lo bikin gue sakit gue bakal balas itu dua kali lipat dari yang lo beri sama gue" ucap Rainna menahan emosinya agar tak lepas kontrol.
Echa dan Resti yang melihat itu terkejut mwmbantu Vina yang terjatuh saat menerima tamparan tadi.
"Lo beneran berani sama kita" teriak Resti.
Echa langsung berinisiatif untuk menjambak rambut Rainna tapi tangannya langsung dicegah oleh Rainna.
"awwhhh, lepasin , lepasin gue Rainna" teriak Echa yang kesakitan.
Rainna pun melepaskan tangan Echa yang tadi berusaha menjambaknya.Hingga Echa pun terjatuh.
"cuma segini pertahanan kalian?" tanya Rainna yang meremehkan mereka.
"s*al kenapa bisa si Rainna jadi kuat gitu sih" batin Vina kesal melihat Rainna yang malah baik-baik saja.
"lain kali kalo kalian mau nyerang gue, gue kasih tau buat persiapan dulu biar gak malu maluin kaya gini" Rainna pun mengambil Tasnya yang tergeletak di lantai,lalu dia membuka pintu gudang.
"cih, sorry rain, gue gak tau kalo dia udah berani ngelukain lo" gumam Karin yang mengusap-ngusap Pipinya.
"akhhhh,, kenapa bisa jadi kaya gini sih" teriak Vina kesal.
"gue juga gak tau Vin, kenapa dia malah jadi kuat gitu,padahal baru aja kemarin dia mohon-mohon buat gak nyiksanya" ucap Echa yang sama merasakan kakinya sakit karena dorongan Rainna tadi.
"lo harus cari tau kenapa bisa si Rainna itu berubah dalam satu minggu terakhir ini" titah Vina pada Echa.
sedangkan Resti hanya membantu Vina untuk berdiri, karena dia tak berani pada Rainna saat tadi Vina terkena tamparan.
...****************...
" gara-gara tuh bocah, gue jadi pulang telat kan" gumam Rainna yang melihat jam di ponselnya.
seharusnya dia tiba dirumahnya satu jam tadi, tapi kini dia baru saja tiba di rumah.
"sayang, kok baru pulang?" ucap mama Rena yang ada di ruang tengah.
__ADS_1
"ehh,mama, tadi ada pelajaran tambahan jadi pulang telat deh" jawab Rainna bohong.
karena Rainna tak mungkin bicara pada mama Rena jika dirinya di bully oleh Vina dan teman-temannya sebelum tahu apa alasan mereka membully nya.Dan dia juga ingin mencari tahu tentang ucap Vina tadi yang terakhir dia bertemu dengannya.
"oh gitu, kamu udah makan siang?" tanya mama Rena.
"belum mah, laper sih, tapi aku ganti baju dulu ya soalnya gak enak gerah mah" jawab Rainna lalu pamit meninggalkan Mama Rena yang menonton di ruang tengah.
Rainna langsung berjalan menaiki tangga menuju kamar tidurnya,setelah sampai dia membuka sepatunya dan menyimpan tas sekolahnya.Dia melirik ke arah kaca melihat pipinya tadi bekas tamparan Vina,dia takut jika nanti mama Rena tahu jika pipinya ada bekas tamparan.
"aduuh, syukurlah ni pipi lo gak kenapa-napa nna, tapi kenapa sih lo bisa punya musuh kaya bocah-bocah freak itu" gumam Karin di depan kaca.
meskipun karin tak tahu dimana jiwa Rainna kini berada, dia juga sendiri lupa bagaimana keadaan tubuhnya.Setelah yang dia ingat kecelakaan di depan kampusnya itu.
dengan penasaran Karin mencari sesuatu petunjuk di meja belajar atau lemari bajunya, apa yang dia alami selama ini di sekolahnya.Mengapa Vina seakan tahu bagaimana kondisi Rainna dan keadaan terakhir Rainna saat koma.
Karin masih mencari-cari hingga matanya tertuju di satu laci yang di kunci rapat tak bisa di buka sedangkan semua laci belajar dan lemarinya tidak dia kunci.
"kenapa cuma laci ini aja yang di kunci sih" gumam Karin yang masih kesana kesini mencari kunci laci itu.
namun Karin ingat jika dia membawa satu buah kotak pensil yang ada gantungannya sebuah kunci.Dia tak tahu apa fungsinya kunci itu hingga dia biarkan saja menggantung.Lalu karin mengambil kotak pensil itu dalam Tas sekolahnya dan membuka gantungannya.Karin pun mencoba memasukkan kunci itu di lubang kunci laci tersebut.Dan ternyata kunci itu pas dengan laci,dengan tidak sabar Karin membuka laci itu.
dia ingin melihat ada apa isi di dalam laci.Saat dia buka ada beberapa foto ,lembaran catatan dan satu buah buku usang yang nampaknya lumayan lama tak di buka.
karin pun membawa beberapa foto itu, ternyata foto itu ada foto dirinya dan Evan Dan buku catatan yang berisikan tentang catatan hariannya.
Belum Karin baca terdengar suara ketukan dari arah pintu.
tok
tok
tok
"rainna sayang, ayo kita makan dulu" teriak mama Rena yang terdengar dari dalam kamar.
karin yang panik pun langsung menyimpan kembali semua yang dia temukan ke dalam laci dan menguncinya kembali.Dia berfikir pasti ada rahasia di balik ini semua sehingga Rainna menyembunyikannya.
__ADS_1