Transmigrasi Gadis Cupu

Transmigrasi Gadis Cupu
Chap.18


__ADS_3

"rainna sayang, ayo kita makan dulu" teriak mama Rena yang terdengar dari dalam kamar.


karin yang panik pun langsung menyimpan kembali semua yang dia temukan ke dalam laci dan menguncinya kembali.Dia berfikir pasti ada rahasia di balik ini semua sehingga Rainna menyembunyikannya.


Rainna pun langsung bergegas merapihkan dirinya agar tak terlihat panik oleh mama Rena.Dia lalu membuka pintu kamarnya lalu menyusul mama Rena yang sudah berada di ruang makan.


"makan apa mah hari ini?" tanya Rainna pada mama Rena.


"mama bikinin telor balado kesukaan kamu" jawab mama Rena.


setelah beberapa waktu,akhirnya mereka selesai makan siang.Dan Rainna yang tadinya ingin menemani mama Rena kini pamit ke dalam kamar.Dia masih kepikiran buku diary yang di sembunyikan oleh Rainna.


Karin berharap semoga saja ada petunjuk dengan masalah yang dia alami tadi di sekolah.Karin tak mau nantinya salah paham dengan semua ini.


Rainna bergegas menuju kamarnya setelah pamit pada mamanya.Semoga mamanya tak curiga jika Rainna pamit ingin tidur siang.


Sesampai di kamar tidurnya,Rainna kembali membuka laci yang dia tadi kunci kembali.Mengeluarkan beberapa kertas dan buku Diary itu.


"nna,sorry ya kalo gue buka barang-barang lo" gumam Karin yang seolah meminta izin pada Rainna untuk menyentuh barang-barangnya.


Setelah beberapa lembar Diary yang di baca Karin, dia tak menyangka jika selama di sekolahnya dia mengalami pembullyan dan hampir kekerasan yang dia dapat dari Vina dan kawan-kawannya.


Begitu pula dengan penyakitnya yang dia derita selama beberapa tahun belakang ini.Dia mengurangi semua aktifitas beratnya termasuk tak terlalu ingin berteman dengan banyak siswa di kelasnya.Dengan Tika pun baru beberapa hari ini dia dekat.


pantas saja Karin berpikir jika tubuh anak ini sangat lemah, dan tak bisa di bawa cape sedikit langsung kemarin tidur lama.Karin yang merupakan seorang atlet Karate pun tak bisa jika memiliki Tubuh lemah seperti ini.bukan dia spemilih tadi Karin berpikir akan melakukan latihan setiap harinya agar daya tahan tubuh Rainna menjadi kuat.


"mungkin mulai besok gue akan ajak tubuh lo buat latihan" gumam Karin.


Dia pun tak ingin jika terus-terusan aktifitasnya terhambat karena penyakit yang di derita Rainna ini.


Karin benar-benar terkejut saat membaca beberapa lembar diary yang di tulis Rainna itu.Belum dia menyelesaikan semua, Karin bergegas ke lemarinya mencari pakaian untuk dia latihan nanti.


mumpung besok hari minggu,dia ingin mengajak tubuh Rainna untuk berolahraga agar nanti Rainna tak merasa cepat lelah.Selama menjalani latihan Karate dulu,Karin pun selalu diajari tes fisik agar tak gampang lelah dan cape.


maka dari itu dia akan terapkan kembali dasar-dasar dia latihan pada tubuh Rainna ini.Tapi sebelumnya Nanti malam dia akan meminta izin dulu pada Papah Ryan dan mamah Rena untuk melakukan lari pagi di sekitaran komplek saja.


"gue pastiin lo gak bakalan ketindas lagi sama bocah-bocah freak itu nna, gue bakal bikin lo kuat dan jago karate, jangan panggil Gue karin kalo gue gak bisa bikin tubuh lo ini kuat" gumam Karin di depan kaca kamarnya.Seolah-olah dia berbicara pada Rainna.


*


*


Malam Hari saat saat semua berkumpul di ruangbmakan, ada Papah Ryan, mamah Rena dan Rainna yang baru ikut bergabung.Duduk di kursi biasa mereka makan.


"malam pah" sapa Rainna.


"malam sayang, gimana hari ini ada yang kerasa sama kamu?"


"kerasa apa pah?" tanya Rainna yang heran.


"maksud papah kamu ngeluh sakit ga?" tanya Papa Ryan.


"ouh gak ko pah,cuma emang sekarang ngerasa selalu gampang cape aja, eh tapi"

__ADS_1


"tapi apa sayang?" tanya Mama Rena yang memotong ucapan Rainna.


"besok kan hari minggu pah,mah boleh gak kalo aku besok lari pagi, keliling komplek aja" ucap Rainna yang meminta izin pada kedua orang tua Rainna.


"ehmm, tapi kamu yakin kuat gak?" tanya mama Rena.


" kuat kok mah, lagian kalo kecapean bisa istirahat dulu kan, gak jauh kok sekeliling komplek ini aja" ungkap Rainna.


"Iya udah boleh kalo sekeliling komplek ini, asal jangan jauh-jauh dulu, lagian kamu belum pulih betul" ucap papah Ryan.


"yeaayy, makasih ya pah, mah.nanti kalo aku gak kuat aku telepon papah aja suruh jemput aku hehe" ucap Rainna bercanda.


"hhaha iya nanti kamu kecapean telepon papah aja, lagian sekarang udah ada ponsel kan lebih enak" ucap Papah Ryan yang tertawa melihat tingkah lucu anaknya itu.


"rain,rain ada ada aja kamu tuh" ucap mama Rena yang ikut tertawa juga.


*


*


*


Pagi hari


Rainna sudah bersiap dengan pakaian olahraganya.Memakai kaos dan celana training hanya itu baju yang ada di lemari Rainna.


"besok-besok kalo gue minta pakaian olahraga sama nyokap lo boleh ga ya?" gumam Karin yang memakai Sepatu kets nya untuk lari.


Rainna pun bergegas keluar kamarnya ,melihat sekeliling rumahnya.Ternyata mamah Rena dan Papa Ryan belum keluar dari kamar mereka.


Rainna pun berlari di sekitaran komplek rumahnya, baru kali ini dia mengelilingi kompleknya, ternya lumayan luas hingga dia berlari menuju satu taman yang lumayan cukup ramai.Rainna pun berpikir istirahat sebentar dibangku kosong.Untungnya dia membawa bekal uang dan ponsel yang dia simpan di celana trainingnya.


Rainna pun malah tertarik dengan jajanan yang ada disana.Hingga pandangannya tertuju pada satu jajanan yang sering dia beli saat kuliah dulu yaitu lontong kari.


Rainna memesan satu mangkok lontong kari itu dan memilih tempat duduk yang kosong, hingga tak sengaja dia menabrak Eka penghuni komplek itu yang rumahnya tak jauh dari rumah Rainna.


"ehh Sory" ucap Rainna.


"ehh,lo gak apa-apa kan?" tanya Eka yang reflek memegang tangan Rainna karena takut terjatuh.


"ehh iya gue gak apa-apa kok, lo mau duduk disini" ucap Rainna yang tak enak malah merebut tempat duduk Eka.


" gak kok,gue juga baru dateng" jawab Eka.


tanpa mengobrol lebih lama ,Rainna pun duduk dan lontong kari yang dia pesan pun sudah jadi.


Rainna mengisi perut yang lapar,lalu ingin meneruskan kembali Lari paginya.


"lo Warga baru komplek ini ya?" tanya Eka yang ikut bergabung di sebelah tempat duduk Rainna.


"eng-gga kok gue udah lama tinggal di sekitaran sini" ucap Rainna yang kaget,jika Eka mengajak kembali dia mengobrol.


"oh gitu, soalnya gue baru pertama liat lo sekitaran sini, kenalin nama gue Eka" ucap Eka yang menyodorkan tangannya untuk mengajak Rainna berkenalan.

__ADS_1


"gue Rainna" jawab Rainna yang menjabat uluran tangan Eka.


setelah cukup lama mengobrol, akhirnya Rainna memilih berpamitan pada Eka untuk meneruskan lari paginya.Dia pun memulai kembali lari paginya mengelilingi komplek rumahnya.


Setelah harincukup siang, Rainna pun memilih kembali ke rumahnya.


"hahh aku pulang" ucap Rainna yang memberitahu jika dia baru kembali.


"kamu baru pulang sayang, gimana lari paginya seru." tanya mama Rena.


karena menurut mama Rena, ini pertama kalinya Rainna meminta izin padanya ingin lari pagi, karena fisiknya yang lemah membuat Rainna asli malas untuk melakukan hal-hal yang membuatnya lelah.


Tapi kali ini Karin memaksakan tubuh Rainna agar terbiasa dengan aktifitas yang lumayan cape hingga penyakitnya sembuh.


tapi yang Karin rasakan saat ini lebih enak dari pada saat pertama kali dia pulang menuju rumahnya yang berjalan kaki dari depan komplek hingga rumahnya terasa sekali capenya padahal tidak terlalu jauh menurut karin tapi kenapa tubuhnya selemah ini.


"seruu kok mah, apalagi aku tadi liat di dalem komplek sana ada taman bermain" ucap Rainna yang menceritakan apa yang dia temui tadi selama lari.


"wah , papah kok baru denger di sana ada taman bermain" ucap papah Ryan yang memang sama sekali belum juga berkeliling jauh di kompleknya itu .


"iih masa papah gak tau sih ada taman bermain di komplek ini" ketus Rainna.


"gimana mau tau nna, papah kamu tuh sama kaya kamu,sejak dulu males untuk jalan-jalan atau sekedar lari pagi kaya kamu gini" ucap mama Rena yang tahu jika sejak pertama pindah ke komplek ini ,suaminya jarang sekali keluar rumah untuk berjalan-jalan.


"yee papah kuper banget sih hehe" canda Rainna.


"kuper? apaan kuper?" tanya Papah Ryan yang baru mendengar istilah itu.


"kurang pergaulan hehe" ucap Rainna lalu lari ke dapur untuk mencuci dulu tangan dan kakinya.


"nih anak ya, udah mulai bercanda sama papah" ucap Papah Ryan yang tertawa mendengar jawaban Rainna tadi.


Bu Rena pun menyimpan secangkir kopi di ruang tengah yang dia buat untuk suaminya.Karena hari ini hari libur Papah Ryan pun tak pergi ke kantor.


"mamah seneng deh" celetuk Mama Rena.


"seneng kenapa mah?" tanya Papah Ryan.


"seneng Rainna berubah jadi periang lagi" mengingat jika selama ini Rainna lebih banyak diam dan mengurung diri dikamarnya.


tanpa mau mengobrol dengan kedua orang tuanya itu.Setelah penyakitnya diketahui beberapa tahun terakhir ini Rainna tiba-tiba memang berubah menjadi lebih pendiam apalagi saat dia masuk ke sekolah SMA ,yang selalu mengurung diri di kamarnya.Entah apa yang membuatnya seperti itu.


"papah juga seneng banget mah, jadi rumah ini gak sepi lagi" jawab papah Ryan.


"iya pah, Sekarang Rainna lebih sering bercanda.meskipun kalau pulang sekolah Rainna masih suka diem di kamar tapi mamah liat dia istirahat" ucap mamahnya yang sesekali mendapati Rainna tertidur saat pulang sekolah.


"papah berharap ,semoga Rainna bisa cepat-cepat sembuh dari penyakitnya mah, " harapan Papah Ryan yang melihat setiap perubahan yang ditunjukkan Rainna kali ini.


" iya pah, mamah juga berharap Rainna selalu sehat seperti dulu lagi"


Tak lama obrolan itu terhenti saat Rainna kembali dari dapur dengan membawa segelas minuman dingin.


"sayang jangan banyak-banyak minum minuman dingin gitu ya"ucap Mama Rena yang khawatir dengan kesehatan Rainna.

__ADS_1


"iya mah, Aku cuma mau coba aja kok,lagian di luar udah panas banget mah" ucap Rainna.


__ADS_2