Transmigrasi Gadis Cupu

Transmigrasi Gadis Cupu
Chap.35


__ADS_3

Saat lengan Vina melayang akan menampar Rainna, dia langsung menangkap lengan Vina dan mencengkramnya dengan kuat.


"jangan lo coba-coba kotorin pipi gue dengan tangan lo ini" dia langsung menghempaskan lengan Vina hingga terdorong.


"awwh" Vina meringis saat lengannya tadi di pegang erat oleh Rainna.


"gue bakal aduin ini semua ke bokap gue" ucap Vina langsung meninggalkan mereka berdua di lorong kelas.


Vina langsung menuju ke ruangan Kepala sekolah,yaitu ruang papahnya.Tanpa mengetuk dengan kesal Vina langsung membuka pintu ruangan itu.


"paah" Vina merengek ke Pak Rizal dan menceritakan semua kejadian yang baru saja dia alamai tadi.Tapi dia tak menceritakan jika sebenarnya dirinya yang terlebih dahulu mencari masalah dengan Rainna.


"aku minta paoah cepet Hukum Rainna, papah tega liat anaknya disakitin kaya gini' ucap Vina memperlihatkan bekas genggaman tangan Rainna.


"kurang *jar anak itu, berani-beraninya dia nyakitin kamu" geram Pak Rizal pada Rainna.


"secepatnya papah harus hukum dia" ucap Vina yang terus-terusan memaksa Pak Rizal.


"pasti papah langsung menghukumnya, nanti siang panggilkan dia suruh ke ruangan papah" ucap Pak Rizal yang sedang merapikan kembali penampilannya.


"papah kenapa sih sibuk banget gitu" ucap Vina memperhatikan Pak Rizal.


"hari ini pemilik sekolah bakal dateng, makanya papah siap-siap buat nyambut mereka " ucap Pak Rizal.


Degh.


Vina langsung kaget saat Pak Rizal menyebutkan jika pemilik sekolah ini akan datang.Itu berarti ayah dari Abimana datang ke sekolahnya.Apa benar ancaman Abim kemarin akan menghancurkan karir Pak Rizal hari ini terjadi.


Vina mulai cemas dan panik, dia takut jika nanti Abim benar-benar akan memberi hukuman pada Papahnya.Dia pun keluar dari ruangan Pak Rizal tanpa pamit, sehingga membuat Pak Rizal disana heran.


"gimana kalo Abim ngadu sama bokapnya tentang kelakuan bokap gue" gumam Vina dalam hatinya.


Dia berjalan menuju ke kelasnya, sekolah kini sudah mulai ramai karena lima menit lagi bel masuk akan berbunyi.Saat Vina berjalan menuju lorong kelasnya, Abim yang baru saja datang lalu menyapa wajah panik Vina.


"pagii, kenapa muka lo pucet gitu sih? udah denger berita kalo pemilik sekolah bakal kesini" bisik Abim yang membuat Vina kaget karena Abim yang mendadak muncul di hadapannya.


"maksud lo apa? ngadu-ngadu ke bokap lo" bentak Vina.


Abim hanya tersenyum sinis tanpa menanggapi ucapan Vina.Biarkan kini Vina di buat panik sejenak karena kelakuannya itu.


"sttt,, jangan teriak-teriak ntar lo malu sendiri kalo bokap lo kena masalah" bisik Abim lalu meninggalkan Vina, dia langsung menuju ke kelasnya.


Bel masuk pun berbunyi.Siswa-siwa sebagian sudah masuk ke dalam kelasnya masing-masing.


" nna,lo tau gak kalo hari ini pemilik Sekolah bakal ke sekolah, sama anaknya juga" ucap Tika saat pelajaran Matematika sedang di mulai.

__ADS_1


Rainna hanya menggelengkan kepalanya,karena memang dia tak tahu siapa pemilik sekolah ini dan anak dari pemilik sekolah.


"ishh lo ketinggalan berita" ucap Tika.


"emang penting buat gue?"ucap Rainna.


"yee, lo gak tau kan kalo anak pemilik sekolah itu cowok keren" Tika hanya membayangkan saja,padahal sama saja dia pun tak tahu bagaimana sosok anak pemilik sekolahnya.


"Tikaa" panggil guru Matematikanya,karena melihat Tika yang malah tak fokus melihat ke arah papan tulis.


Tika pun dibuat kaget oleh panggilan Gurunya itu.


"mampus gue" gumam Tika yang terlihat meminta pertolongan pada Rainna.Sedangkam Rainna tersenyum samar ingin menertawakan tingkah bodoh teman sebangkunya itu.


"makanya lo tuh harus fokus dulu sama pelajaran di depan" sindir Rainna pada Tika.


Tika hanya cemberut kesal melihat Rainna tersenyum melihat dirinya di tegur oleh guru.


*


*


*


jam istirahat sudah di mulai.


"denger-denger hari ini pemilik sekolah datang ya" Siswa-siswa kini mulai ribut membicarakan kedatangan pemilik sekolah.


sedangkan Rainna tampak cuek dengan kedatangan dan memilih menikmati bakso pesanannya tadi dengan segelas es jeruk.


"heyy" sapa Abim menghampiri Rainna dan Tika yang duduk di bangku Kantin.


"ehh ada Ketua Osis " sindir Tika pada Abim.


"hehe apaan sih" ucap Abim malu.


"lo tau kalo pemilik sekolah mau kesini?" tanya Tika yang masih penasaran dengan berita itu.


Abim pun mengangguk membenarkan pertanyaan tika.


"lo tau kalo dia bakal kesini sama anaknya?" ucap Tika.


"lo kenapa kepo banget sih Tik?" ucap Rainna kesal dengan kecerewatan Tika.


"hehe,lo lagi bete ya?" tanya Abim yang langsung fokus pada Rainna.

__ADS_1


"kenapa? lo juga kepo" ketus Rainna.


"Dia kesel gara-gara Si Vina bikin Badmood di pagi buta tau gak?" Tika yang mencoba menjelaskan pada Abim.


"lo gak sampe di sakitin sama Vina lagi kan?' tanya Abim yang khawatir pada Rainna.


"gak ada sih, cuma si Vina ngancem-ngancem bakal laporin ke bokapnya" jawab Tika.


Abim mengepalkan tangannya saat tahu jika Vina masih saja berani mengganggu Rainna di belakangnya.


"issh, lo tuh ember banget sih?" ketus Rainna.


"kenapa lo takut sama si Vina?" sindir Tika.


"ngapain gue takut sama bocah yang cuma berlindung di ketek bokapnya itu" jawab Rainna kesal.


"hhaha" seketika Tika tertawa mendengar jawaban Rainna.


Memang benar jika bukan karena Pak Rizal sebagai Kepala sekolah disana,Vina tidak akan memiliki kekuasaan di sekolahnya.


"lo tenang aja, gue jamin lo gak bakalan di hukum sama mereka" ucap Abim yang mencoba menenangkan Rainna.


"gue bilang, gue gak takut meskipun gue harus di hukum" tantang Rainna.


Seketika siswa-siswa yang tadinya berada di kantin kini berlarian menuju ke lapangan sekolah.Mereka mendemgar jika pemilik sekolah sudah tiba di sekolah ini.


Abim sendiri hanya tersenyum, ternyata papahnya tiba lebih cepat dari yang dia duga.


"ayoo cepetan kesana, katanya Pak Arya datang kesini bareng anaknya" begitulah keributan siswa-siswa yang penasaran bagaimana wajah anak pemilik sekolah.


"lo mau kesana gak?" ajak Tika yang tak sabar ingin ke lapangan.


"gak ah gue disini aja, lagian makan gue belum abis juga" jawab Rainna masih menikmati semangkok baksonya itu.


"ya udah gue temenin lo disini" ucap Abimana yang menyedot es jeruk dinginnya itu.


"iya udah gue titip Rainna disini" Tika langsung berlari menuju ke Lapangan dia tak tahu sebenarnya anak pemilik sekolahnya itu duduk di depannya tadi.


"ckk dasar, emang apa bagusnya sih anak pemilik sekolah itu"ketus Rainna.


"entah" Abim menjawab pertanyaan Rainna dengan mengangkat kedua tangannya.Memang tak ada yang spesial dari dirinya.


"lo kenapa gak kesana?" tanya Rainna.


"gak ah, gue lebih tertarik sama lo dari pada liat bokap gue" jawab Abim santai.

__ADS_1


Rainna yang sedang menyedot minumannya itu langsung menyemburkan air jeruk itu.Dia kaget dengan jawaban Abimana.


entah kaget dengan penyataan jika dia tertarik padanya atau bokapnya yang berarti pemilik sekolah ini.


__ADS_2