
"Saya dari perumahan Intan Jaya Bu, kesini tadinya ingin mencari seseorang" ucap Rainna pada Bunda.
"mencari siapa nak,barang kali orang itu ada di panti ini?" jawab Bunda.
Vina yang sejak tadi melihat Rainna di dalam yayasan menunggunya dengan kesal.Dia pun berfikir jika dulu ini adalah tempatnya.
"ngapain sih dia kesini" gumam Vina kesal karena dia menunggu Rainna cukup lama.
Vina pun memutuskan untuk kembali pulang dari pada harus menunggu Rainna pulang.Bisa saja dia pulang dari panti itu sore hari.
"awas aja lo, gue ydah tau kalo sebenernya lo tuh anak panti" gumam Vina menunggu taksi jemputannya datang.
"saya,kenal dengan seseorang yang tinggal di panti ini" ucapnya.
"siapa nak? barang kali teman kamu itu memang tinggal disini." tanya Bunda.
"Karin bu, apa Ibu kenal dengan Karin" tanya Rainna yang berpura-pura menanyakan dirinya.Dia ingin tahu apakah Bunda Panti mengetahui tentang kecelakaan itu.Apa Bunda panti tahu di mana tubuhnya berada.
"ka-karin?" ucap kaget Bunda.
"iya bu, ada yang namanya Karin disini?" tanyanya lagi.
Kemarin Karin sempat berpikir jika Jiwa Rainna asli menempati tubuhnya.Sehingga hari ini dia berinisiatif untuk mengunjungi Panti.
"Dia sudah meninggal nak" ucap Bunda yang sedih mengingat kejadian beberapa bulan lalu.
"meninggal Bu? kenapa bisa?" tanya Rainna yang tak percaya jika tubuhnya kini berarti sudah terkubur.
"beberapa bulan yang lalu dia mengalami kecelakaan motor nak, tepat di depan kampusnya, saat di bawa ke Rumah sakit dalam perjalanan Karin tidak kuat karena mengalami pendarahan yang sangay banyak"ungkap Bunda menangis mengingat kejadian itu.
"sekarang, sekarang dimana jasadnya di kubur Bu apa boleh saya kesana?" tanya Rainna yang sedih saat mendengar cerita tentang dirinya.
__ADS_1
"mungkin kalau sekaramg gak akan mungkin nak, karena hari sudah mulai sore, " ucap Bunda.Perjalanan menuju ke makam Karin berada memang cukup memakan waktu, Jadi Bunda menolak ajakan Rainna bila ingin berkunjung ke sana sekarang.
" memangnya jauh Bu, Karin di makamkan?" tanya rainna yang penasaran, dimana tubuhnya di kuburkan.
"cukup jauh nak, kesana kita harus jalan kaki tidak bisa memakai kendaraan, kasian kalo kamu sekarang berkunjung ke sana sekarang, kalau mau nanti saat kamu libur aekolah, pagi hari kamu udah disini" ucap Bunda memberikan Rainna pengertian agar tak hari ini ingin berziarah.
Dengan wajah yang sedikit kecewa, Rainna pun menerima permintaan Bunda, dia tak ingin memaksakan Bunda untuk mengantarkannya ke makamnya.
"baik lah kalau begitu Bu, nanti saat saya libur sekolah saya kembali lagi ke sini" ucap Rainna dengan nada kecewa dan sedih.
"iya nak, terimakasih ya kamu masih ingat dengan Karin ,dan Ibu minta tolong maafkan semua kesalah Karin yang di sengaja atau pun tidak di sengaja" ucap Bunda.Sekuat tenaga Rainna menahan air matanya agar tak terjatuh, meskipun tubuhnya telah terkubur tapi Bunda masih tetap menyayangi sosok Karin.
Karena hari sudah mulai sore, Rainna oun pamit pada Bunda.Sebenarnya dia masih terasa betah dengan tempat ini.Tempat dimana dia tinggal dan di besarkan dulu.Tapi kini dia berada di tubuh yang berbeda.Dia tak mungkin mengatakan semuanya saat ini.Rainna tak ingin Bunda malah kepikiran yang tidak-tidak terhadapnya.
Tak lama taksi online yang di pesan Rainna pun datang. dia pamit pada Bunda dan berjanji jika libur sekolah dia akan kembali ke yayasan untuk berziarah ke pemakaman Tubuh Karin.
Mobil pun melaju meninggalkan halaman Yayasan Panti asuhan. Tapi tidak sengaja air matanya menetes deras di dalam Mobil itu.Hingga membuat supir itu panik mengapa tiba-tiba Rainna menangis.
" gak apa-apa kok pak, maaf ya bikin bapak khawatir,tapi bolehkan saya menangis sebentar saja" ucap Rainna yang masih meneteskan airmatanya mengingat bagaimana kasih sayang Bunda yang diberikan untuknya selama Karin masih hidup.
selama hidupnya Karin tak pernah sesedih ini, meski pun dulu dia pernah berpikir jika hidupnya sangat menyedihkan.Tapi dengan kehadiran bunda dia merasa tidak pernah kehilangan sosok ibu kandung.Sehingga dia tak pernah merasa jika dia dulu perbah di buang oleh orang tua kandungnya.
Satu jam dalam perjalanan akhirnya Rainna sampai di depan gerbang rumahnya.Dia lalu membayar ongkos taksi yang dia pesan tadi.
" ini pak ongkosnya makasih ya" ucap Rainna yang menyodorkan selembar uang merah pada sopir taksi itu.
" iya dek, ini kembaliannya" ucap Pak sopir itu.
"Ehh, gak apa-apa ambil aja buat bapak, itung-itung saya udah bikin mobil bapak berisik karena suara nangis saya" ucap Rainna lalu dia pun meninggalkan sopir itu setelah mengucapkan terima kasih.
Rainna pun berjalan ke dalam rumah yang cukup sepi, karena mungkin mamah Rena kini berada di kantornya karena tadi ada perlu sebentar.
__ADS_1
"sepi banget sih" gumam Rainna yang melihat sekeliling dengan kondisi yang cukup sepi.
akhirnya Rainna memilih masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan badannya.Dia ingin merebahkan tubuhnya karena merasa cape saat tadi di Perjalanan.
Rainna belum sempat membuka ponselnya sejak tadi pulang sekolah dan terakhir mengabari mamahnya.Tapi notifikasi pesan ponselnya sudah rame.Rainna menghiraukannya terlebih dahulu, dia memilih membersihkan dulu tubuhnya yang terasa lengket .
ting
tong
ting.
sejak tadi ponsel Rainna cukup sibuk dengan pemberitaan yang tersebar di grup sekolah.Dia membaca sebuah berita yang sedang memberitakan dirinya hanyalah anak adopsian.Tapi saat dilihat siapa pengirim pesan itu, Rainna tak mengetahui identitasnya.
Rainna pun selesai membersihkan tubuhnya langsung mengecek ponselnya.
Degh.
mengapa foto dirinya yang tadi berada di panti asuhan menyebar di media sosial sekolah dan grup chat sekolah.Rainna terus-terusan membuka berita yang kini sudah menyebar di media sosial itu.Meskipun dirinya baru beberapa hari memiliki Akun media sosial atas nama Raisya,tapi pengikutnya sudah cukup banyak karena parasnya pun yang cantik tak memungkiri jika teman-temannya ingin mengenal Rainna.
"kenapa bisa nyebar gini, foto gue di panti tadi, kerjaan siapa ini?" gumam Rainna yang bingung siapa yang sudah menyebarkan fotonya.
banyak yang memberikan komen yang negatif tak banyak juga yang malah mengucapkan kata-kata kasar.Menyebutkan Rainna hanya anak adopsian sebuah panti asuhan.Tak lama ponsel Rainna berdering, disana menampilkan nama Tika yang memanggil dirinya.buru-buru Rainna mengangkat sambungan telepon itu .
"Hallo?" ucap Rainna gugup.
"Hallo Nna? lo dimana?" tanya Tika yang panik dan khawatir pada Rianna.
Tika percaya jika Rainna bukannya anak adopsian seperti yang di beritakan itu.Tapi Tika kini menelepon Rainna hanya ingin menanyakan kondisinya bukan menanyakan temtang berita yang kini tersebar di media sosial sekolahnya.
"gue di rumah, kenapa?" tanya Rainna cuek.Sebenarnya dirinya oun ingin marah dengan tuduhan berita itu.Tapi pada siapa Rainna akan marah.jika dirinya adalah Karin, dia pasti akan menerima semua berita itu karena memang dirinya berasal dari panti.
__ADS_1
tapi ini Rainna. Rainna yang berasal dari keluarga pengusaha dan terkenal.Tak mungkin adalah anak adopsian.Dia tak ingin citra mamah dan papahnya menjadi buruk karena datang ke sebuah yayasan.