
"lo gak salah kan ngajak gue buru-buru ke kelas?" tanya Tika.
"gak tik, lagian jujur gue ngerasa risih tau gak deket dia tuh" ucap Rainna.
"ehh bentar anter gue ke toilet dulu" ucap Tika yang menarik lengan Rainna.
Rainna pun mengikuti Tika dari arah belakang.Tapi saat dia berjalan ke arah pintu masuk Vina malah menabrak tubuh Rainna hingga terjatuh.
"awwh"
"ehh Nna ,lo gak apa-apa kan?" tanya Tika yang khawatir melihat Rainna yang terjatuh kebawah.
"lo tuh kalo jalan liat-liat pake mata" ketus Vina.
Raiina bangun dan tak terima karena bukan dirinya yang salah disini.
"harusnya lo tuh yang pake mata, lo gak liat apa ada orang jalan" bentak Rainna.
Vina dan Echa kaget saat Rainna berani membentak Vina.Biasanya dia akan tertunduk meminta maaf meskipun bukan dirinya yang salah.
"lo berani sama gue?" tunjuk Vina pada Rainna.
"kenapa gue harus takut ,orang lo yang salah juga" jawab Rainna.
Vina yang melihat kondisi disana ramai,memilih untuk pergi kembali ke kelasnya meninggalkan Rainna.
"ehh ,bukannya minta maaf malah kabur"
"udah Nna ,lo jangan cari masalah sama dia" ucap Tika yang langsung membawa Rainna ke dalam toilet untuk membersihkan dirinya.
"emang kenapa sama dia?" tanya Rainna.
"semua siswa di sekolah ini males kalo nyari ribut sama dia, soalnya bekingan dia kepala sekolah" bisik Tika yang mencuci tangannya di wastafel toilet.
"bekingan Kepala sekolah? maksud lo dia anaknya kepala sekolah?" tanya Rainna.
Tika langsung mengangguk cepat, dia kininharus menjelaskan kembali pada Rainna siapa-siapa saja yang berkuasa di sekolah itu karena Rainna yang sedang amnesia.Tika tak mau jika nantinya Rainna malah terkena masalah karena sakitnya ini.
"iya makanya dari pertama dia sok berkuasa di sekolah ini, gak ada yang berani buat cari masalah sama dia, dulu pun kakak kelas yang cari masalah pasti langsung di panggil ke ruang BP,karena si Vina yang malah ngadu yang engga-engga" ungkap Tika mengingat bagaimana jahatnya Vina jika sudah ada yang menganggunya
Tapi dia tak tahu jika saat ini Rainna malah jadi bahan bullyan Vina,karena sudah merebut Evan darinya.
"makanya lo,jangan sampe deh deket-deket sama si Evan itu" ucap Tika.
"Evan?"
__ADS_1
"iya Evan yang tadi ngintilin lo mulu"
"iihh, gue deket dia pun malah risih ,kenapa sih dia malah deket-deket gue mulu" protes Rainna.
"yee, risih dulu aja sebelum amnesia lo selalu nyaman kalo deket dia,malahan lebih banyak ngobrol sama dia deh daripada gue" ucap Fika mengingat Rainna yang masih pendiam.
"ouh iya, mulai sekarang gak lagi deh gue deket-deket sama orang kaya gitu"
"syukur deh kalo lo berubah, gue seneng deh bisa akrab gini sama lo, setelah sekian lama jadi temen sebangku lo" ucap Tika bahagia.
Rainna senang mendengar itu, berarti memang sejak pertama sekolah dia sangat pendiam.Dan jarang mengobrol dengan teman sebangkunya.Setelah Rainna dan Tika selesai kini mereka kembali ke kelasnya.
masih seru mengobrol,Evan menghampiri Rainna.
Tapi Vina keburu mencegahnya dan mengajak ngobrol Evan.Beruntung Rainna bisa langsung menghindari Evan,dan berjalan cepat menuju ruang kelas.
*
*
*
jam pulang sekolah sudah berbunyi, siswa-siswa mulai berhamburan keluar kelas.Rainna bingung bagaimana dia pulang, dia lupa jika tadi tidak menanyakan pada Bu Rena atau pun pada Pak Ryan.
"aduuh, kok bisa lupa gini sih" gumam Rainna yang malah kebingungan saat pulang.
Rainna pun menoleh ke arah suara, dia melihat Tika berjalan mendekatinya.
"lo nungguin siapa?" tanya Tika yang terlihat kebingungan.
"gue mau pulang ke rumah tapi gue lupa,alamat rumah gue" bisik Rainna pada Tika.
"apaa? lo gak salah, lo bawa ponsel gak?" tanya Tika kaget, bagaimana bisa anak sebesar ini tak tahu alamat rumahnya.
"yaa ampun kok gue sampe lupa sih" Rainna pun mengeluarkan ponsel barunya yang kemarin dia beli bersama Ibu Rena.
Tika malah terlihat kaget saat melihat ponsel yang dikeluarkan Rainna adalah ponsel modelan terbaru.
"waaw,gue baru tahu kalo lo tuh punya ponsel" ucap Tika yang tak percaya.
"ini juga baru kemarin nyokap gue beliin sih" ucap Rainna yang mencari nomor ponsel ibunya untuk menanyakan alamat rumahnya,jadi dia bisa menggunakan angkutan umum untuk pulang.
"lo kaya banget ya?" tanya Tika yang tak tahu bagaimana keadaan ekonomi Rainna selama ini.Karena Rainna tak pernah menunjukkan semua barang-barang mewahnya.
"gak, bokap nyokap gue yang kaya, ini juga pemberian mereka" ucap Rainna santai.
__ADS_1
Setelah menelepon Bu Rena, dia sudah menerima alamat rumahnya.Kini dia memilih naik angkot untuk pulang.
"ehh tunggu, lo pulang mau naek angkot?' tanya Tika tak percaya.
"iya lah, emang naik apa lagi?" jawab Rainna.
"lo kan bisa minta jemput bokap lo" ucap Tika.
" gak lah,kasian bokap gue lagi sibuk kerja ,masa iya gue ngerepotin dia sih' ucapnya.
Akhirnya Angkot yang Rainna tuju pun muncul, karena sejak dulu Karin terbiasa menggunakan angkutan umum.Tak membuat dia canggung saat menaikinya.Paling sesekali dia akan menggunakan Ojek online jika dia terburu-buru dan tak ada angkutan umum yang melewati jalan itu.
satu jam dalam perjalanan akhirnya Rainna sampai di depan Perumahan Rainna.Dia berjalan mencari nomor rumahnya.Karena tadi di antar oleh Pak Ryan itu yang membuat Rainna tak tahu alamat rumahnya sendiri.
Setelah beberapa menit berjalan akhirnya dia sampai didepan gerbang rumahnya.Ternyata jika dilihat dari luar Rumah Rainna benar-benar besar tampak seperti istana.Karin sama sekali tak berpikir jika dia akan menjadi seperti ini.
"Aku pulaang" ucap Rainna menandakan dirinya sudah ada dirumah.
tak lama Bu Rena muncul ke depan ruangan tamu melihat anaknya seperti kelelahan.
"ya ampun sayang, kamu kenapa?" tanya Ibu Rena yang khawatir melihat anaknya.
"capee mah" keluh Rainna yang merasakan panasnya di jalan.
tapi Karin masih bersyukur, jika sepulang sekolah dia bisa langsung istirahat tak seperti dulu, untuk istirahat pun tak bisa.Sepulang kuliah dia hanya bisa berganti baju dan bergegas kembali untuk kerja partime.Tak ada waktu istirahat sama sekali yang Karin rasakan.
"istirahat dulu sayang, mau mamah buatin minuman dingin?" tawar Bu Rena pada Rainna.
"minuman dingin, kayanya enak deh tapi "
bu Rena pun langsung berjalan menuju dapur tanpa mendengarkan apapun lagi dari Rainna.Bu Rena membuatkan dua gelas minuman dingin untuknnya dan untuk Rainna.
Rainna berjalan menuju ruang tengah untuk merebahkan dirinya di sofa.
"kamu tuh kenapa bisa kecapean gini?" tanya Bu Rena membawa nampan berisi dua gelas minuman dingin.
glek
glek
glek
belum menjawab pertanyaan Bu Rena,Raina malah sudah menghabiskan satu gelas minuman itu.
"ahh, lumayan seger mah, makasih ya"ucap Rainna.
__ADS_1
bu Rena hanya tersenyum kaget melihat kelakuan anaknya itu.Baru sekarang dia bisa melihat lagi anaknya menjadi lebih ceria daripada biasanya.