Transmigrasi Gadis Cupu

Transmigrasi Gadis Cupu
Chap.45


__ADS_3

"lo kok malah asik disini sih" ucap Rainna melihat Tika yang menghilang begitu saja.


"hehe, maaf gue kalo di ajak ke tempat begini pasti suka lupa" ucap Tika.


"yee,, gimana sih lo tuh, nih bukunya udah ketemu," Rainna menyodorkan sebuah buku tadi.


"ehh,Ka lo benerin gak takut sama yang namanya si Vina itu?" tanya Rainna mengingat kejadian tadi di toko baju.


"emm, sebenernya gue bukan takut sih, cuma gue males aja ngeladenin anak kaya gitu" jawab Tika.


"tapi kenapa dia selalu gangguin gue sih, padahal gue gak pernah tuh cari masalah sama dia " ucap Rainna.


"lo gak taukan segimana sukanya dia sama si Evan ,cowo yang selalu aja deketin lo di sekolah dan itu yang membuat dia benci banget sama lo karena si Evan sukanya malah sama lo bukan sama si Vina." ungkap Tika.


"tapi kan semenjak gue sadar dari koma gue, gue selalu ngejauh dari tuh anak " ucap Rainna karena merasa kesal dengan Evan yang selalu saja menempel padanya pada saat jam istirahat atau jam pulang sekolah.

__ADS_1


"gue juga gak tau kenapa si Vina bisa senekat itu gangguin lo, dan dia tuh gak ada kapoknya buat gangguin lo tau gak" ucap Tika yang ikut kesal saat membicarakan Vina dan teman-temannya.


"ehh,gue mau nanya deh sesuatu sama lo" ucap Tika pada Rainna saat Tika menemukan sebuah novel romansa yang belum pernah dia baca.


"tanya apa?'" jawab Rainna.


"kalo gue liat-liat si Abim kayanya suka sama lo " ucap Tika yang tanpa berpikir saat menanyakan itu.


"maksud lo?' tanya Rainna.


"sadar apaan?"tanya Rainna.


"iya selama ini Abim bantuin lo dan deketin lo itu apa lagi kalo bukan dia suka sama lo sih" ucap Tika pada Rainna.


Rainna tak menanggapi itu dengan serius karena dia melihat Abim mungkin hanya niat membantu bukan ada tujuan lain.

__ADS_1


"udah lah gak usah bahas si Abim, yang jelas sih gue cuma anggep dia temen doang kok, selebihnya terserah dia deh mau mikir apapun itu" ucap Rainna lalu pergi ke lorong lain untuk mencari buku yang lainnya.


Tapi kini dia malah berjalan menuju lorong yang sering dia kunjungi saat kuliah, dia mengingat bagaimana repotnya mencari bahan artikel untuk tugasnya kuliah.Rainna jadi mengingat janjinya dengan Bunda untuk mengunjungi makam Karin.


Mumpung masih siang dan buku yang di cari pun sudah ketemu, Rainna kini pamit pada Tika untuk pulang terlebih dahulu.Dia ingin mampir ke panti untuk bertemu Bunda Panti.Untuk mengunjungi makam tubuhnya dikuburkan.


"Ka, gue pamit dulu ya, gue baru inget ada janji juga" ucap Rainna yang tak enak pada Tika.


"e-ehh iya udah deh, hati-hati di jalan ya" ucap Tika saat Rainna pergi meninggalkan dirinya.


Rainna ingat jika kemarin sebenarnya dia janji pada bunda Panti untuk datang mengunjunginya lalu ke tempat makam Karin berada.Tapi karena kemarin masih ada masalah dengan Vina dan gosip yang beredar temtang dirinya Anak pungut Rainna benar-benar lupa.


Rainna pun memberhentikan Mobil taksi yang ada di depan mall itu.Dia ke Panti asuhan menggunakan taksi saja agar tak ada yang mengikutinya lag, apalagi tadi dia bertemu dengan Vina dan teman-temannya.


"pak ke alamat ini ya" ucap Rainna menyodorkan alamat Panti dari Ponselnya.

__ADS_1


Taksi itu pun melaju melalui jalanan yang sedikit macet dan ramai.Rainna yang duduk di belakang kursi penumpang melihat jalanan yang cukup ramai.Jika saja dirinya masih sebagai Karin pasti dirinya berada di keramaian orang diluar sana.


__ADS_2