Transmigrasi Gadis Cupu

Transmigrasi Gadis Cupu
Chap 23


__ADS_3

"aduh mamah ini malu-maluin aja sih bukannya tanya dulu malah maen nuduh-nuduh aja" protes Rainna yang malu pada Abim.


"yee kan mamah gak tau kalo dia udah nolong kamu,lagian kenapa bisa kamu kaya gini" ucap Mama Rena yang membawakan tas sekolah Rainna.


"ayo mah masuk, kaki aku beneran udah pegel banget ini" ucap Rainna yang memapahkan kakinya pelan-pelan.


"ehh lupa, kenapa nih sendal masih dipake kan bisa langsung dikasiin ya," gumam Rainna yang ingat jika dia masih memakai sendal milik Abim.


"kamu tuh kalo apa-apa hati-hati sayang, jangan ceroboh gitu, lagian baru aja kekantin udah celaka gini, biasanya kan kamu bawa bekal dari rumah"ucap Mama Rena yang membawakan dua gelas minuman ke ruang tengah.


"gak apa-apa sekali-kali pengen dong mah nyobain makanan di kantin" ucap Rainna.


"iya sekalinya jajan di kantin malah celaka gini"


" gak sengaja mah soalnya tadi penuh di kantinnya" ucap Rainna bohong


mamah Rena mengambil kotak P3K di laci sebelah televisi.Dan melihat kondisi luka Rainna.Untung saja tidak parah luka itu hanya beberapa yang memerah.


"masih perih?" tanya mamah Rena.


"lumayan mah, tapi nanti juga baik-baik aja kok,lagian tadi di UKS juga udah di kasih salep luka bakar" ungkap Rainna.


"mau ke dokter ga?" tanya mamah Rena yang sedikot panik.


"gak usah mah, cuma luka kecil aja kok ,besok sembuh" jawab Rainna yang mencoba menenangkan mamahnya.


Rainna pun pamit pada mamah Rena untuk ke kamarnya berganti pakaian dan ingin merebahkan tubuhnya.Rainna berjalan perlahan karena takut malah terkena luka.


sesampai di kamar Rainna mengganti seragam sekolahnya lalu merebahkan dirinya di kasur kesayangannya karena menurutnya ia baru menemukan kasur seempuk ini.


"ahhh akhirnya bisa tiduran juga " gumam Rainna.


tapi saat ingin terlelap dia malah teringat muka Vina hingga ia terbangun kembali dan membuka ponselnya mencari media sosial Vina.


lumayan cukup lama akhirnya dia mendapatkan media sosialnya Vina.


"ketemu lo" gumam Rainna.


"awas ya bocah, gue bakal bales apa yang lo perbuat sama Rainna" gumam Rainna penuh dendam pada Vina.


*


*


*


Keesokkan harinya Rainna masuk sekolah meskipun kakinya masih terasa perih.tapi dia sudah obati dan memakai perban.papah Ryan dan mamah rena sebenarnya mengusulkan agar Rainna izin saja tak sekolah sampai lukanya mengering.Tapi Rainna menolaknya dengan alasan hari ini akan di adakan ujian harian.Tak mungkin Rainna membolos atau nilainya akan kosong.


Rainna berjalan perlahan menuju koridor kelas.Dia lalu mendapati Vina yang tengah berjalan di depannya.munculla sebuah ide yang membuat Rainna membalaskan dendamnya pada Vina. Dengan sengaja Rainna berjalan cepat laku menabrak Vina yang sedang bermain ponsel,hingga dia akan terjatuh ke lantai.


Bruuk .


"upps sorry, jangan ngalangin jalan dong" ucap Rainna lalu berjalan lavi menuju kelasnya.

__ADS_1


"ini baru permulaan" gumam Rainna tersenyum.


"woy, lo jalan gak pake mata ya" teriak Vina yang hampir saja terjatuh itu.


Rainna pun berbalik badan melihat ke arah Vina.


Dia tersenyun sinis saat Vina mencoba teriak tadi.


"coba ulangin perkataan lo yang tadi?" ucap Rainna menantang


"lo tuh kalo jalan liat-liat,kenapa lo berani sama gua?" ucap Vina.


" berani? ngapain gue takut sama bocah modelan kaya lo?" ucap Rainna di depan muka Vina.


"lo tuh bukan tandingan gue sih sebenernya, tapi gue akuin dengan kekuasaan lo gak ada yang berani sama lo" ungkap Rainna yang tahu jika Vina adalah anak dari kepala sekolah yang bermasalah itu.Sehingga sikap anaknya pun tak jauh berbeda dengan ayahnya.


"maksud lo apaan hah, pagi-pagi cari ribut lo" tantang Vina.


"ayo, siapa takut" ucap Rainna yang menatap tajam mata Vina.


"lo tuh"


plak.


tangan Vina kalah cepat dengan Rainna yang berhasil menampar Vina lebih dahulu,


"ini kan yang lo pengen, trik murahan gini udah ketebak sih sama gue" ucap Rainna yang sudah mengetahui semua trik lawan karena dulu dia yang mempelajari ilmu karate.


"awhhhh" teriak Vina.


Hingga Wajah Vina yang sedikit pucat karena ketakutan dengan sikap Rainna yang sekarang Vina yakin jika apa yang Rainna ucapkan benar terjadi,buktinya kini dia benar-benar mendapatkan tamparan dari Rainna.


Rainna pun berjalan meninggalkan Vina yang masih shock di lorong, beruntung tak ada yang melihat kejdian itu, karena hari masih terlalu pagi untuk anak-anak yang datang ke sekolah.


"akkhhh, awas lo Rainna ,gue aduin lo ke bokap gue"teriak Vina kesal dan merasakan perih di pipinya.


Vina berjalan ke kelasnya lalu menyimpan tas sekolahnya. Dia pun berjalan menuju ke ruangan papahnya bekerja yaitu ruang kepala sekolah.


tok


tok


tok


" masuk" ucap Pak Rizal yang masih merapikan penampilannya .


Vina dan Pak Rizal berangkat bersama maka dari itu jam segini Pak Rizal sudah berada di ruangannya.


"papah" adu Vina.


"Apa? pagi-pagi gini udah merengek sih?' tanya pak Rizal yang membetulkan dasinya.


"liat nih pipi aku, kena tampar sama si Rainna itu"adu Vina pada Pak Rizal.

__ADS_1


tapi sayangnya pipinya tak terlalu merah hingga tak terlihat bekas tamparan.


"mana?" ucap Pak Rizal yang mencoba melihat pipi putrinya itu


"ini pah liat, berani-beraninya dia tampar pipi aku" ucap Vina yang berpura-pura meringis merasakan kesakitan.


"panggil dia kesini siapa yang berani menampar pipi kamu" ucap Pak Rizal , meskipun anaknya yang salah tapi Pak Rizal selalu saja membelanya.


Vina pun senang dan berjalan keluar ruangan itu, menuju kelasnya.Beruntung Echa sudah datang lalu dia menyuruh Echa untuk memanggil Rainna menuju ke ruangan Kepala sekolah.


"cha, lo panggilin Rainna buat ke ruangan kepala Sekolah" ucap Vina menyuruh pada Echa.


"wah seriusan lo, ada apa bokap lo panggil dia" ucao Echa yang tak percaya jika pagi-pagi Rainna sudah di panggil oleh kepala Sekolah.


"udah cepetan sana, lo bilang aja di tunggu di ruangan kepala sekolah"


"iya " ucap Echa lalu berjalan menuju ke kelas Rainna berada.Di sana Rainna sedang memainkan ponselnya karena Tika belum datang.Hanya ada Salsa dan Ike si biang gosip.


"Rainnna lo dipanggil Kepsek tuh ke Ruangannya" teriak Echa yang mencoba mempermalukan Rainna.


Salsa dan Ike pun kaget, kenapa bisa Rainna di panggil ke ruangan kepala sekolah mereka.Apa Rainna ada masalah dengan anaknya.Mereka pun kini bergosip ria di depan Rainna.


Rainna hanya mendengarkan ucapan Echa dengan santai.


"ohh udah ngadu ternyata" gumam Rainna.


Rainna pun berdiri memasukkan ponselnya ke saku rok nya.Lalu berjalan menuju ke ruangan Pak Rizal.Dia sudah siap dengan apa yang akan Mereka tuduhkan padanya.


"Jangan panggil gue Karin kalo gue gak bisa naklukin Si Bapak Botak itu" gumam Karin.


perawakan kepala sekolah mereka memang sedikit botak dan perut yang buncit tapi tinggi badan yang lumayan tak tinggi.(kalo pendek terlalu kasar hihi)


tok


tok


tok


Do ruangan itu Vina dan Pak Rizal sudah menunggu kedatangan Rainna.


"masuk" ucap Pak Rizal.


"pagi pak" ucap Rainna yang berjalan masuk ke dalam ruangan itu.


"ada urusan apa ya pak,memanggil saya" ucap Rainna.


"apa benar kamu sudah menampar Anak saya Vina?" tanya Pak Rizal pada Rainna.


"Vina? menampar? kapan itu pak?" tanya Rainna yang malah berpura-pura lupa kejadian tadi.


"jawab lo tadi pagi udah nampar gue kan?" bentak Vina yang kesal dengan sikap Rainna itu.


"perasaan gue gak nampar deh, tangan gue cuma kepeleset" ucap Rainna.

__ADS_1


"yang benar kamu jawabnya" ucap Pak Rizal.


"pak tenang, Bapak seharusnya tanya pada Vina anak bapak apa yang udah dia lakuin sama saya sampe saya pingsan di toilet dan koma di rumah sakit selama tiga hari" ucap Rainna yang mencoba mengingat kejadian itu.


__ADS_2