Transmigrasi Gadis Cupu

Transmigrasi Gadis Cupu
Chap 24


__ADS_3

"pak tenang, Bapak seharusnya tanya pada Vina anak bapak apa yang udah dia lakuin sama saya sampe saya pingsan di toilet dan koma di rumah sakit selama tiga hari" ucap Rainna yang mencoba mengingat kejadian itu.


Seketika Vina terdiam, mengapa Rainna mengingat kejadian terakhir mereka di Toilet.Padahal Echa bilang jika Rainna amnesia.


"Gimana pak Apa saya harus kirimin semua bukti kalo anak bapak ini ada kaitannya dengan kejadian waktu itu"Padahal Rainna sebenarnya tak mrmiliki bukti kongkrit yang menunjukkan jika Vina yang melakukan pembullyan itu.Tapi hanya dengan satu gertakan saja memperlihatkan wajah pucat Vina.Jika betul saja Vina ada sangkut pautnya dengan kejadian Rainna pingsan di toilet itu.


"maksud kamu apa nuduh-nuduh anak saya?" bentak Pak Ronal tak terima jika Vina dituduh Sebagai pelaku pembullyan.


"kalo gak nuduh kok pak, lagian saya juga cuma bales apa yang udah kemarin Vina anak bapak ini lakuin sama saya dengan menyiramkan kuah baso yang panas ke kaki saya ini" ucap Rainna menunjukkan kakinya yang masih perih.


"itu mah lo sendirikan yang jalan gak pake mata " ucap Vina.


"tapi malah lo sengaja nabrak gue biar baso itu tumpah, jadi kita impas kan" ucap Rainna santai.


"kamu" tunjuk pak Rizal


"kenapa pak? ada yang salah sama saya? kalo bapa mau laporin saya ke guru BK silahkan saja, saya juga bakal laporin anak bapak ke guru Bk, " ancam Rainna.


"paah," adu Vina.


"sudah-sudah,kamu sebaiknya kembali ke kelas kamu mungkin ini salah paham" ucap pak Rizal yang malah enggan memperpanjang masalah anaknya itu.Dia takut malah nanti namanya yang ikut terseret sebagai kepala sekolah.


Rainna akhirnya keluar ruangan itu dengan senyum sumringah, benar saja tidak akan ada yang menang jika sudah berdebat dengan karin.Dia paling jago jika memutar balikkan Fakta.Tapi Rainna seperti itu karena dia merasa tidak salah.


Rainna keluar dari ruangan Kepala sekolah lalu menuju ke kelasnya.Disana Tika yang sudah tahu jika Rainna sedang berada di ruangan kepala sekolah dari Ike dan Salsa si biang gosip.


"nnaa..lo gak apa-apa kan?" tanya Tika yang panik karena Rainna harus berurusan dengan Kepala Sekolah.


"gak kok santai aja, kenapa lo panik gitu sih?"tanya Rainna pada Tika.


"lo tuh yang kenapa, kenapa bisa sih pagi buta gini udah di panggil kepsek botak itu" ucap Tika kesal.


"biasa,anak bau ketek yang suka ngadu"


"haah, bau ketek maksud lo si Vina itu haha gila lo ya manggil orang anak bau ketek" ucap Tika yang tertawa saat Rainna bicara.


"iya lagi, dia bisanya cuma ngadu dan ngumpet di ketek bapaknya itu" ucap Rainna kesal dengan kejadian tadi.


"emang kejadian apa yang buat si Vina itu ngadu sama bokapnya?" tanya Tika yang penasaran pada Rainna.


"iya tadi gue gak sengaja liat Si Vina jalan , lah gue tabrak lah dia kaya kemaren dia nabrak gue, pas gitu dia malah marah dan gak sadar tangan gue malah kepeleset nampar dia" ucap Rainna santai.

__ADS_1


"whaats ,lo nampar dia ,seriusan lo?" tanya Tika.


"iya lah makanya gue di panggil bokapnya juga gara-gara tangan gue yang kepeleset ini"


"hahaaha gila lo ya, mana ada juga tangan kepeleset anjir" ucap Tika yang malah tertawa mendengar Rainna bercerita tadi.


Seakan-akan Tika puas dengan sikap Rainna yang menampar balik Vina karena kemarin dia sempat menabrak Rainna hingga kuah basonya tumpah ke kakinya.


"dan lo tau dari mana gue di panggil kepsek?" tanya Rainna.


"iya siapa lagi kalo bukan bigos itu, biang gosip" tunjuk Tika pada Salsa dan ike yang sedang duduk di depan mereka


"apaan sih lo nunjuk-nunjuk kita" bentak salsa yang tak terima dirinya di tunjuk.


"wooy kalem dong" jawab Tika.


Tak lama Bel masuk pun berbunyi dan kelas seketika menjadi sunyi karena sudah datang guru pengajar mereka.


*


*


*


"kaki lo masih sakit kok ke sekolah sih" ucap Tika yang melihat cara berjalan Rainna.


"gak apa-apa kok lagian gue bosen juga dirumah, disini sih seru ada hiburan" ucap Rainna santai.


"hiburan apa maksud lo topeng monyet" celetuk Tika.


" iya topeng monyet,tuh monyetnya kabur hhaha" ucap Rainna yang melirik ke arah Vina yang sedang berjalan bersama Echa dan Resti.


Tika pun tertawa saat mendengar ucapan Rainna itu, soalnya hanya Rainna yang berani mengucapkan itu.


Vina yang melihat Rainna malah melirik sinis kepadanya.


"apaan lo" ucap Echa.


"yee, dasar upik abu" ucap Tika.


"kenapa upik abu tik?" tanya Rainna yang heran dengan panggilan Tika.

__ADS_1


"iya mereka upik abu, para babunya si bau ketek hahah" ucap Tika.


untung saja Vina dan kawan-kawannya Tak mendengarkan itu.Hanya terdengar oleh mereka berdua saja.


Rainna merasa senang bisa berteman dengan Tika yang tingkahnya sangat konyol itu.Meskipun tak jarang Tika takut juga berhadapan dengan Vina dan kawan-kawannya.


setelah sampai di Kantin Rainna bertemu lagi dengan Abim.


"eh,lo udah sembuh" ucap Abim yang melihat Rainna sudah masuk sekolah.


"ehh, gue lupa sandal lo masih ada di rumah," ucap Rainna yang ingat saat melihat Abim.


"nyantei aja, buat lo juga gak apa-apa" ucap Abim.


"nna ayo, lo mau beli apa?" ucap Tika yang menganggu mereka.


"udah dulu ya.entar gue balikin sendalnya" ucap Rainna lalu meninggalkan Abim disana.


Tika dan Rainna akhirnya memilih mie ayam untuk mereka mengisi perut karena masih trauma kuah baso yang tumpah di kakinya.


"ayo cari tempat duduk"


tak lama dari kejauhan Evan yang melihat Rainna memanggilnya.


"Rainn?" teriak Evan.


"aduh kenapa ada anak itu segala sih" bisiknya pada Tika.


"mana gue tau,terus gimana dong' ucap tika pada Rainna yang membawa nampan mie ayamnya.


"udah kita cari tempat kosong lain aja" ucap Rainna yang mengabaikan teriakan Evan tadi.


Setelah berjalan lagi ke dalam kantin Rainna dan Tika pun mendapatkan bangku kosong untuk mereka duduk.Tapi mereka tak tahu jika Evan mengikuti mereka.


"loh lo ngapain disini" ucap Tika yang heran Evan ikut duduk bersama mereka.


"gue ikut Rainna, kenapa?" ketus Evan.


"lo ngapain sih ngikutin gue segala" kesal Rainna pada Evan.


"kan emang setiap hari kita gini nna , masa lo lupa sih" ucap Evan yang mencoba mengingatkan lagi pada Rainna.

__ADS_1


"entahlah gue lupa mungkin, yang jelas gue minta lo jangan ngikutin gue, " pinta Rainna pada Evan.


"kapan makannya nih kalo lo ganggu mulu" sindir Tika pada Evan yang malah menganggu mereka.


__ADS_2