
Rainna saat ini menonton televisi sambil menunggu Bu Rena dan Pa Ryan pulang.bosan,iya bisa dikatakan Rainna bosan karena dia tak punya ponsel.Saat tadi melihat-lihat kamarnya pun hanya ada laptop dan skincare yang cukup lengkap.
Tapi anehnya,Rainna tak menemukan ponsel yang biasa dimiliki anak sekolah.Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malah,sudah waktunya makan malam,namun tak lama Pa Ryan dan Bu Rena datang.
"malam pah,malam mah " sapa Rainna di ruang tengah.
Bu Rena kaget kenapa Rainna bisa ada di sini,biasanya dia akan mengurung diri dikamar hingga waktu nya makan malam baru keluar.
"malam sayang" ucap Pa Ryan.
"papah sama mamah dari mana?" tanya Rainna.
"kami ada urusan dulu di kantor,eh mamah kamu malah ketemu temen lamanya jadi aja lama" ungkap Pa Ryan.
"oh, udah waktunya makan malam,papah sama mamah udah makan belum?"
mereka berdua menggelengkan kepala menandakan belum makan malam.Bu Rena pun merasa heran kenapa bisa Rainna sekarang lebih banyak bicara dari pada kemarin sebelum kecelakaan di sekolah terjadi.
Biasanya Rainna pendiam,dan akan berbicara jika papah atau mamahnya bertanya.
"kamu duluan dulu ke meja makan,mamah sama papah bersih-bersih dulu ya" ucap Bu Rena.
Pa Ryan dan Bu Rena naik tangga menuju kamar mereka.
"Pah ngerasa ada yang aneh ga dari Rainna?" tanya Bu Rena.
"aneh apanya mah?" ucap Pa Ryan yang mengganti pakaian kerjanya.
"Rainna sekarang ga pendiam lagi pah"
__ADS_1
"iya bagus dong mah," ucap Pa Ryan.
"iya sih bagus,tapi perasaan mamah aja sih yang aneh sama sikapnya Rainna"
"iya udah jangan terlalu mamah pikirin,yang penting anak kita sekarang sehat dan seenggaknya ga trauma."ucap Pa ryan.
"yang jelas papah pengen usut tuntas kejadian yang menimpa anak kita,kan ga mungkin dia jatuh terus seragamnya tiba-tiba basah kaya gitu'"ungkap Pa Ryan yang penuh penasaran.
"iya pah, mamah juga gak terima kalo ini ada kaitannya dengan kasus pembullyan di sekolah Rainna" ucap Bu Rena menahan emosinya.
Bu Rena dan Pa Ryan akhirnya selesai mengganti pakaian mereka.Keduanya turun tangga menuju ruang makan.Disana Rainna sudah menunggubkedua orang tuanya hingga terlihat bosan.
"maaf ya Rain,kita lama" ucap Pa Ryan.
"gak kok pah" ucap Rainna yang tersadar dari lamunannya.
"Kamu udah baikan?" tanya Bu Rena.
"mah, boleh tanya ga?" tanya Rainna.
"mau tanya apa sayang?" tanya Pa Ryan.
"aku punya ponsel ga sih?" celetuk Rainna.
"ponsel?"
Rainna lalu mengangguk dengan ucapan Bu Rena.
"waktu itu kamu bilang,gak mau pake ponsel.kenapa? sekarang mau?" tanya Pa Ryan.
__ADS_1
"berarti sebelumnya aku emang gak punya ponsel pah?" tanya Rainna.
"iya,waktu mau masuk SMA kan kamu sendiri yang bilang gak dulu mau punya ponsel.Nanti aja padahal papah waktu itu udah bawa kamu ke toko ponselnya loh,waktu kita jalan-jalan di mall" ungkap Pa Ryan.
tapi Rainna kini bukan Rainna dulu,dirinya sekarang adalah Karin yang tak tahu bagaimana kehidupan Rainna sehari-hari.
"gila ya,zaman sekarang kok bisa-bisanya dia gak mau punya ponsel sih" batin Karin yang merutuki kebodohan Rainna.
padahal jika Rainna ingin meminta ponsel boba keluaran terbaru pun pasti Pa Ryan akan belikan.Tapi entah kenapa alasannya Rainna tak ingin ponsel.
sedangkan zaman sekarang semuanya serba menggunakan ponsel,seperti belanja online,ojek online hingga belajar pun bisa online.
"pah ,kalo aku nanti minta dibeliin ponsel boleh ga?" tanya Rainna pada Bu Rena dan Pa Ryan.
"boleh dong sayang, boleh banget.Malahan mamah setuju banget kamu punya ponsel.Jadi nanti kan kalo ada apa-apa kamu bisa kasih kabar mamah sama papah" ucap Bu Rena.
"iya mah,"
"besok papah akan anter kamu ke toko ponsel yang di mall waktu itu,kamu bebas mau pilih apa aja ponsel yang kamu mau" ucap Pa Ryan.
Sedangkan Rainna sendiri kaget saat mendengar ucapan Pa Ryan.Jika Rainna beba memilih ponsel yang dia mau tanpa harus memikirkan harga ponsel itu.
Dulu saat menjadi Karin dia harus mengumpulkan beberapa bulan agar bisa memiliki ponsel untuk memberikan kabar pada Bunda di panti dan teman-temannya.Dia rela mempotong gaji dari kerja part time nya dan hadiah dari pertandingan Karate yang dia ikuti.
Sekedar ponsel jadul untuk memberi pesan dan telepon saja dia sudah bersyukur.
" besok mamah aja yang anter,papah kan besok ada janji meeting dengan klien yang kemarin tertunda" ucap Bu Rena.
"oh iya papah lupa, ya udah besok kamu jalan sama mamah aja, karena papah ga bisa anter,kamu ga usah dulu sekolah,nanti aja kalo kamu benar-benar pulih" ucap Pa Ryan.
__ADS_1
" tapi aku udah pulih kok pah"
"iya tunggu dua atau tiga hari lagi aja di rumah" ucap Bu Rena