
Rainna pun berjalan menuju tangga ke kamarnya dia, mengerjakan tugas Rainna dengan cepat, Rainna beruntung dulu memiliki otak yang lumayan encer sehingga kini masih bisa terpakai.
Setelah beres dia teringat kembali buku Diary yang selalu Rainna asli tulis.Dia berencana melanjutkan kembali tulisannya Karena hampir semua yang tulis adalah kisah sedihnya dan kisah sakitnya selama sekolah.
"separah ini lo di bully dan lo sembunyiin semuanya dari nyokap bokap lo" gumam Karin yang membaca kembali diary milik Rainna.
"gue bakal pastiin Vina dan teman-temannya dapetin balesan sesuai yang lo rasakan Rainn" gumam Karin yang meneteskan air matanya, merasakan kesedihan dan kesakitan yang selama ini Rainna rasakan selama di sekolahnya.Rainna enggan memberitahukan papah dan mamahnya karena dia taku jika mereka akan khawatir padanya.
Malam itu Rainna tertidur saat selesai membaca semua diary yang Rainna tulis.Tapi Karin bermimpi jika Jiwa Rainna asli datang menemuinya , memberi tahukan pada papah dan mamahnya apa yang sebenarnya terjadi padanya.Dan dia pun meminta Karin untuk membalaskan sakit hatinya pada Vina.Meskipun dirinya tidak merasa jika dirinya mendekati Evan.Tapi sebenarnya ada alasan lain yang membuat Evan terus-terusan mendekatinya.Harus Karin cari tahu mengapa Evan mendekatinya hingga mebullyan pada Rainna terjadi.
Pagi hari Rainna pun terbangun dari tidurnya.Dia mengingat apakah mimpi yang semalam dia alami adalah kenyataan atau hanya bunga tidur saja. Rainna pun bersiap-siap ke sekolah.Memikirkan mimpinya semalam membuatnya hampir terlambat bangun.
"pagi mah, buru-buru Rainna memakan sarapannya karena takut terlambat"
"tumben banget kamu jam segini baru turun" ucap Mamah Rena.
"iya mah, hampir aja tadi aku telat bangun" jawabnya yang menyendokkan nasi goreng yang mamah Rena buat.
"kamu ini, makanya jangan suka tidur malem" ucap Papah Ryan yang menyeruput kopinya.
"gak kok pah, semalem udah ngerjain tugas langsung tidur" ucap bohong Rainna pada papahnya.
Setelah semuanya selesai, papah Ryan dan Rainna pamit berangkat ke sekolah dan ke kantornya.
"hari ini papah akan cabut dana donasi perusahaan papah ke sekolah kamu" ucap Pak Ryan pada Rainna.
"serius pah? kenapa di cabut?" tanya Rainna yang penasaran.
"buktinya sampai saat ini Kepala sekolah kamu gak ada kabar tentang masalah kamu itu, berarti ada niat buat nutupin sesuatu " ungkap Pak Ryan yang malah curiga banyak kasus yang di tutup-tutupi oleh pihak sekolah.
"aku coba inget-inget ya pah, apa yang terjadi sama aku , maaf gara-gara aku amnesia papah jadi kesel gini' ucap Rainna yang merasa bersalah memang dia belum tahu apa yang terjadi padanya.
__ADS_1
"gak apa-apa ini bukan salah kamu kok, jangan paksain kamu buat inget semuanya papah gak mau kalo kamu nantinya sakit lagi" ucap Pak Ryan yang khawatir dengan kondisi Rainna.
"iya pah, tapi kalo nanti aku inget aku langsung bilang sama papah" ucap Rainna.
tiga puluh menit dalam perjalanan akhirnya Rainna dan Pak Ryan tiba di depan gerbang sekolah.
"aku pamit sekolah dulu ya pah " pamit Rainna yang mencium takzim punggung tangan Pak Ryan
"iya sayang hati-hati, kalo ada apa-apa langsung hubungi papah atau mamah ya" ucap Pak Ryan lalu melajukan mobilnya untuk menuju ke kantornya.
Rainna pun berjalan ke dalan gedung sekolah yang masih sepi.Tak disangka Vina dan Teman-temannya datang lebih dulu dan menunggu kedatangan Rainna.
Dari arah belakang Rainna di seret oleh Echa dan Resti menuju gudang belakang Sekolah.Memang Vina tak ada kapok-Kapoknya sudah di peringatkan masih saja berulah.
"ehh lo pada ngapain sih narik-narik gue segala" ucap Rainna yang sisi tangan kanan dan kirinya di pegang paksa oleh Echa dan Resti.
"udah lo diem aja, udah ada yang nunggu lo di sana" ancam Echa.
mereka pun terus menarik tangan Rainna.Karena kondisi Sekolah yang masih sepi. tak ada yang membantu Rainna.
"ngapain sih bawa gue ke sini lagi" protes Rainna.
"udah lo jangan banyak ngoming sana lo masuk" Echa langsung mendorong Rainna ke dalam saat Vina menunggu mereka di sana.
"awhh, gila pagi-pagi udah nyari ribut aja sih" ucap Rainna.
"kalo bukan gara-gara lo gue gak akan bangun sepagi ini tau gak?" protes Vina yang kini berdiri dari bangku yang diduduki nya.
"apaan? kenapa lo jadi nyalahin gue" ucap Rainna.
"kenapa lo malah sengaja deketin Evan, gue kan udah pernah peringatin Lo jangan lagi lo deket-deket sama Evan," ancam Vina yang langsung menjambak Rambut Rainna.
__ADS_1
"awwh, lo kok kasar gitu sih" jawab Rainna langsung mendorong tubuh Vina dan hampir rambutnya tertarik.
"beraninya lo ya" langsung reflek juga mendorong tubuh Rainna.
"gila lo ya, gue bilangin sama lo gue tuh gak tertarik sama yang namanya Evan, gue risih banget dia deket-deket gue.kalo lo mau ambil aja.sekalian bilang sama dia jangan deketin gue mulu" ancam balik Rainna.
"dia gak akan ngedeketin lo kalo elo yang gak gatel sama dia" teriak Vina.
Saat Rainna mendengar ucapan Vina itu dia langsung mendekat ke arah Vina.Menarik kerah baju seragamnya.
"lo dengerin gue, jangan buat gue marah kalo lo mau selamet dari sekolah ini.Gue inget semua tentang pembullyan lo ke gue,cuma gue kurang cukup bukti buat laporin lo" ancam Rainna.
"terus emang lo bisa laporin gue tanpa bukti?' tantang Vina.
"bisa atau gak bisa gue pastiin lo bakal nyesel udah ganggu gue, Rainna sekarang bukan Rainna yang dulu lemah" ucap Rainna mendorong tubuh Vina hingga terjatuh ke belakang.
Brak
"Awwwh" ucap Vina meringis ke sakitan.
Rainna lun mendorong pintu agat terbuka hingga Echa dan Resti terkejut mengapa Rainna bisa keluar dengan selamat.
saat melihat Vina yang terduduk di lantai Echa dan Resti pun berlari ke arahnya untuk membantunya.
"lo kenapa bisa gini?" tanya Echa pada Vina.
"kalian kenapa gak tahan cewek itu sih, " kesal Vina.
"kita gak tau kalo di bisa keluar Vin, biasanya kan dia malah babak belur duluan" ucap Echa yang membantu Vina untuk bangun.
Rainna pun berjalan keluar gudang itu dengan kesal.Bisa-bisanya mereka cari masalahnya di pagi buta gini.Dia pun merasa sakit di bagian kepalasanya saat tadi Vina menjambaknya.
__ADS_1
"gila tuh bocah bar-bar banget sakit pala gue" Rainna benar-benar dengan kelakuan Vina.Makin kesini tingkahnya malah makin berani.
padahal dia tak pernah menyinggung dia selama ini.jika bertemu dirinya pun dia memilih untuk menghindarinya.