Transmigrasi Gadis Cupu

Transmigrasi Gadis Cupu
Chap.42


__ADS_3

Tika yang takut jika Rainna kembali mendapat masalah memilih menarik Rainna menuju ke meja kosong.Sedangkan Abim yang baru sampai di kantin melihat kejadian itu pun menarik Rainna untuk memisahkan mereka.


"ayo nna, lo jangan sampai terpancing emosi lagi' bisik Tika.


"bilang aja lo gak beranii" teriak salah seorang murid.


"jangan bilang gue gak berani, gue tantang lo di luar sekolah" teriak Rainna pada Seorang siswa lelaki itu.


"nna, udah nna jangan di ladenin" ucap Abim menenangkan Rainna.


"wooy udah lo cemen banget ngajak ribut cewe" teriak Abim yang mencoba membela Rainna.


"lo ngapain belain anak pungut itu"ucap salah seorang disana.


"lo jangan asal bicara" ucap Abim yang menghampiri siswa itu lalu menarik kerah bajunya.


"apa lo berani sama gue?" tanya siswa itu.


Abim hanya melihat nametag siswa itu lalu melepaskan kerah siswa itu.


"Rehan Witama, gue bakal bikin lo perhitungan" ucap Abim lalu berbalik meninggalkan mereka disana membawa Raisya dan Tika keluar Kantin.mereka memilih memakan makanan pesanannya itu di belakang Taman sekolah.


"kenapa sih Ka lo malah cegah gue buat bikin tuh anak bonyok, gue pengen nampar tuh mulutnya tau" Kesal Rainna mengingat kejadian tadi di kantin.Dia tak mengira jika Siswa cowok pun disini suka sekali bergosip.


"bukannya gitu Nna, gue gak mau nanti lo malah kena hukuman lagi, masalah sama si Vina juga belum jelas gimana? gue pengen tau dong jadi gimana masalahnya?" tanya Tika yang masih penasaran dengan Rainna yang tadi di ruang kedisplinan.


"lo tenang aja, gue cuma disuruh tanda tanganin surat ini kok, baru sp satu jadi lo gak usah khawatir. Dan gue juga udah bongkar kalo si Vina itu fitnah gue nyebutin gue anak pungut, kurang *jar banget tuh anak" masih dengan keadaan kesal Rainna menceritakan apa saja yang terjadi di dalam ruangan tadi.


" sorry ya gue gak bisa bantuin lo, tapi gue percaya lo disini lo gak salah sama sekali.Lo cuma ngebela diri lo aja dari fitnahan-fitnahan kejam tuh nenek lampir" Tika pun ikut terbawa emosi karena kesal pada vina.


"ngomong-ngomong si Vina hukumannya apaan?" tanya Tika.

__ADS_1


"entahlah, dia kan punya anak kepala sekolah,gue langsung cabut dari ruangan itu" ucap Rainna cuek.


"tapi beneran lo gak apa-apa?" Abim masih saja mengkhawatirkan kondisi Rainna.Padahal Rainna baik-baik saja.


"gue gak apa-apa lo bisa liatkan" jawab Rainna pada Abim.


Rainna pun dengan cepat menghabiskan makanannya.Dia ingin kembali kekelasnya, Rainna risih melihat tatapan siswa lain terhadapnya. Seakan-akan dirinya bersalah disini.


"ayo balik kelas" ucap Rainna mengajak Tika.


"tapi kan masih lama jam masuknya" ucap Abim melihat jam pada di lengannya.


"gue males liatin tatapan anak-anak yang ngerendahin gue" ucap Rainna lalu diikuti Tika.


"tapi nna, gue boleh nanya sesuatu gak sama lo, kalo lo gak mau jawab juga gak apa-apa kok" ucap Tika dengan hati-hati.


"lo kan semalem mau jelasin ke gue apa yang terjadi kemarin, tapi gak lo jelasin pun gue percaya kok lo tuh bukan anak panti yang mereka bicarain , tapi yang bikin gue penasaran lo kok bawa-bawa gue jadi alesan ke panti buat ke orang tua lo" ungkap Tika yang sejak kemarin penasaran pada Rainna.


"oalah, ternyata lo cuma cari orang kesana, tapi kenapa si Vina bisa ngikutin lo dong?" Tika heran.


"entahlah mungkin karena dia terobesesi sama gue, jadi setiap gue kemana dia bakal ikutin haha" ucap Rainna.


mereka pun akhirnya sampai di kelasnya. pelajaran sudah dimulai kembali.Rainna saat ini hanya fokus membaca surat peringatan yang tadi di berikan oleh ibu Rita padanya untuk mendapatkan tanda tangan orang tua.


"bokap nyokap lo marah gak kalo dapet surat ini" bisik Tika pada Rainna.


Rainna hanya menggeleng tak tahu apa reaksi mamah Rena dan Papah Ryan jika Rainna memberikan surat peringatan ini.Selama dia hidup sebagai Karin, Baru kali ini dia mendapatkan surat seperti ini.Meskipun dulu dia sedikit bar-bar tapi dia tak pernah mencari atau membuat masalah dengan teman sekolahnya.


Bel selesai sekolah pun berbunyi, Rainna yang tadinya berniat akan menuju ke Panti lagi.Kini niatnya seolah luntur dia tak ingin harinya semakin buruk sehingga dia memilih langsung pulang kerumah.


*

__ADS_1


*


*


Sedangkan saat ini Abimana, sedang berada di parkiran motor.Dia menunggu seseorang untuk membuat perhitungan dengannya.


Beruntung hari ini Vina pulang sendiri tak bersama Pak Rizal.Dia berjalan keluar sekolah bersama Echa dan Resti.Namun tak lama mereka pun berpisah karena jemputan mereka sudah tiba di depan gerbang sekolah.


Abim pun yang sudah mengganti pakaiannya di toilet tadi mengikuti Vina dari belakang, kemana perginya Vina.Tapi bukannya pulang ke rumah ternyata Vina mampir terlebih dahulu ke salah satu kafe di tepi jalan.


Abim merasa aneh mengapa Vina datang ke tempat seperti ini, namun saat dia ikut masuk ke dalam kafe itu.Abim mencari keberadaan Vina, tapi tak lama Vina yang keluar dari arah belakang sudah berganti pakaian dengan pakaian yang cukup mini.


Vina yang tak memperhatikan sekitaran sehingga tak tahu jika di dekatnya itu ada Abim.


Vina mendekati salah seorang lelaki yang sudah duduk menunggunya.


"kok lama banget sih" ucap lelaki itu.


"maaf sayang, tadi ada kelas tambahan dulu di sekolah ," jawab Vina.


"ehh tapi kenapa pipi kamu" ucap Lelaki itu.Lelaki yang bersama Vina saat ini adalah Dimas.Salah seorang mahasiswa yang Vina kenal saat di mall dan kini statusnya sebagai kekasihnya.Lebih tepatnya Vina yang menganggapnya sebagai kekasih tapi Dimas hanya memanfaatkan uang Vina saja.


"kesel deh tadi di sekolah ada anak yang bikin aku kaya gini, dia gak terima kalo dia tuh anak pungut malah marah ke aku" adu Vina pada Dimas.


Abim yang duduk di sebelah kursi Vina hanya mengepalkan tangannya menahan emosi.Mengapa Vina sebegitu bencinya pada Rainna.Padahal selama ini yang dia tahu Rainna sama sekali tak pernah mencari masalah dengannya.


Tapi Abim ingat bukannya Vina suka dengan Evan,tapi kenapa di luar sekolah dia malah mempunyai kekasih.


Evan terus menyimpan bukti-bukti obrolan dan memotret mereka secara diam-diam.Tak ingin berlama-lama Abim memutuskan untuk keluar dari kafe itu setelah membayar pesanannya.


"gue gak nyangka ternyata lo kaya gini" gumam Abim memandang ke arah Vina yang ada di dalam kafe itu.

__ADS_1


__ADS_2