
Rainna pun memberhentikan Mobil taksi yang ada di depan mall itu.Dia ke Panti asuhan menggunakan taksi saja agar tak ada yang mengikutinya lag, apalagi tadi dia bertemu dengan Vina dan teman-temannya.
"pak ke alamat ini ya" ucap Rainna menyodorkan alamat Panti dari Ponselnya.
Taksi itu pun melaju melalui jalanan yang sedikit macet dan ramai.Rainna yang duduk di belakang kursi penumpang melihat jalanan yang cukup ramai.Jika saja dirinya masih sebagai Karin pasti dirinya berada di keramaian orang diluar sana.
satu jam dalam perjalanan akhirinya mobil yang dinaiki oleh Rainna sampai tepat di gerbang panti asuhan.Tempat dulu Karin tinggal dan besar disana.
Rainna pun berjalan menuju halaman dan pintu depan Panti itu .
tok
tok
tok
Tak lama terdengar suara pintu terbuka.Bunda pun menyambut Rainna dengan senyuman,sudah begitu lama Karin merindukan senyuman Bunda yang selalu menyayanginya itu.Tapi kini Rainna tak bisa mengungkapkan siapa dirinya sebenarnya terlebih dahulu, dia takut nantinya menyebabkan masalah pada sosok Rainna itu sendiri.
"Assalamualaikum Bu" ucap Rainna melihat Bunda keluar dari balik pintu.
"walaikum salam, mau cari siapa ya dek?" tanya Bunda yang lupa jika kemarin Rainna sempat datang ke panti.
__ADS_1
"bun-ehh Ibu saya Rainna yang kemarin datang kesini" ucap Rainna menunduk menyembunyikan kesedihannya.
"emm,, ouh iya ibu inget, kamu temennya Karin kan?" tanya Bunda.
Rainna pun mengangguk membenarkan ucapan Bunda panti.
"maaf ya ibu lupa, ayo sini masuk" ucap Bunda mempersilahkan Rainna untuk masuk ke dalam panti dan duduk di sofa tamu depan.
"iya bu, terimakasih ya" ucap Rainna.
Rainna pun mengikuti Bunda yang masuk ke dalam dan duduk di sofa yang biasa dia duduki dulu jika mengobrol dengan Bunda atau teman yang lainnya.
Tanpa banyak berpijir Rainna langsung mengangguk, dia benar-benar ingin menemui tubuh aslinya walaupun memang sudah terkubur.
"baik kalo begitu, ibu siap-siap dulu ya' ucap Bunda lalu meninggalkan Rainna yang duduk di sofa.
suasana Panti masih terlihat sepi, karena sebagian anak ada yang masih berada di sekolah.Dan ini adalah jam tidur siang anak-anak balita.
Rainna pun melihat ke sekeliling panti yang cukup lama dia tinggali, Semenjak lulus Sekolah dan kuliah dia memilih hidup sendiri karena jarak dari kampus cukup jauh.Makanya sejak dulu Karin selalu memanfaatkan beasiswa yang dia terima dan waktu kosongnya dengan kerja parttime untuk menambah biaya kehidupan dia diluar panti.
cukup lama menunggu akhirnya Bunda pun siap dengan pakaian rapi dengan membawa tas kecil berisikan buku yasin.
__ADS_1
"ayo nak, keburu sore" ajak Bunda.
Rainna pun berjalan diarah belakang mengikut Bunda.Kali ini Bunda memilih memakai sepeda motornya karena jika menggunakan angkutan umum akan memakan waktu yang lama.
Bunda mengeluarkan sepeda motor yang baru pertama kali dilihat oleh Rainna.
"sejak kapan Bunda punya motor?" tanya Rainna tanpa sadar.
"hahh apa nak?" tanya Bunda yang heran mengapa Rainna memanggilnya Bunda.
karena hanya anak-anak panti saja yang memanggilnya dengan sebutan Bunda dan sebagian orang yang sudah dekat dengannya.
"ehh, maksud saya ini motor baru Bu?" ucap Rainna gugup.
"iya ini motor baru,sebenarnya ibu gak mau motor ini.Tapi yang waktu nabrak Karin sedikit bertanggung jawab dengan memberikan sejumlah uang dan sepeda motor ini"ungkap Bunda.
"apa? gak salah bu nyawa orang di bayar dengan uang?" ucap Rainna kaget karena baru mengetahui fakta baru ini.
"ibu bisa apa nak, Karena urusannya akan menjadi panjang jika kita laporkan pada pihak berwajib" ucap Bunda
Tanpa meneruskan kembali obrolan itu, Bunda dan Rainna menaiki sepeda motor itu menuju ke tempat pemakaman Karin berada.
__ADS_1