Transmigrasi Gadis Cupu

Transmigrasi Gadis Cupu
Chap.32


__ADS_3

"lo kenapa usir dia?"bisik Tika pada Rainna yang berada di sebelahnya.


"lo gak tau kejadian apa yang menimpa gue pas gue deket sama tuh anak" jawab Rainna.


memang benar saja sejak pertama dia dekat dengan Evan pasti saja Vina datang mengganggunya.Bisa saja membuat dia celaka.Itu lah yang membuat Rainna kini kesal jika Evan terus mendekatinya.


Beruntung saja saat masuk ke kelas bel masuk sekolah sudah berbunyi.Jadi Evan tidak bisa mengikutinya ke dalam kelas.


"lo yakin mau jauhin si Evan?" tanya Tika lagi meyakinkan Rainna.


"yakinlah, lo tau gak setelah dipikir-pikir gue deket sama dia,malah jadi inceran si nenek lampir itu" ucapnya menyebutkan Vina sebagai nenek lampir.


"haha, gila lo nenek lampir siapa?" jawab Tika yang tak tahu siapa yang di maksud Rainna.


" itu si Vina,anak kebanggaan kepala sekolah" jawabnya.


"ouhh,i see" Tika mengangguk-angguk mengerti.Memang selama ini saat dirinya dekat dengan Rainna, hanya Vina yang selalu saja mencari masalah dengan Rainna.


"ehh lo tau gak barusan satpam depan nanya ke gue tentang masalah di parkiran? ke lo juga nanyain gak?" tanya Tika.


"tau,tentang Ban mobil si kepala sekolah itu kan" jawab Rainna cuek.


"iya, kata lo siapa ya yang berani ngempesin ban mobil Pak Rizal." ucap Tika.


"gue" celetuk Rainna.


seketika Tika langsung menoleh ke arah Rainna yang santai mengeluarkan buku-buku yang akan menjadi pelajarannya hari ini.


"maksud lo, elo yang udah ngempesin ban Pak Rizal?" tanya Tika.


Rainna pun mengangguk membenarkan apa yang di ucapkan Tika.


"udah lo jangan kaget gitu , anggap aja itu hukuman yang di terima si Vina kemarin stt" ucap Rainna yang meminta Tika untuk diam menyembunyikan rahasianya itu.


Mereka pun kini fokus ke guru yang baru saja datang.


"gila nih cewe,kenapa kepikiran buat kempesin ban mobil kepsek ,dia gak tau apa sekarang jadi buronan" batin Tika memikirkan Rainna.


*


*


*


Brakkk

__ADS_1


meja yang saat ini di dudukin oleh Rainna dan Tika di pukul keras oleh Vina, iya siapa lagi yang ingin mencari masalah dengan Rainna.


"apaan sih lo ngangetin gue aja " ketus Rainna yang kaget kedatangan Vina dan teman-temannya.


"gue tau pasti elo kan yang ngempesin ban mobil bokap gue" bentak Vina pada Rainna.


" ciih ,lo nuduh gue emang ada bukti" ucap Rainna kesal.


" nna udah nna ,nanti lo lagi yang di hukum" bisik Tika yang takut.


" gue tau pasti ko sengajakan ngebales karena gue gak di hukum?" ucap Vina.


"tuh tau" celetuk Rainna.


Plak


satu tamparan berhasil mendarat di pipi mulus Rainna kali ini.Abim yang melihat itu buru-buru berlari menghampiri Rainna dan Tika.


" lo apa-apaan sih" bentak Abim menarik Vina menjauh dari Rainna.


Rainna pun berdiri dengan emosi, Dia ingin mendekat ke arah Vina namun di halangi oleh Abim, agar tak membuat keributan disana.


"lo inget, gue bakal Bales lebih dari ini" ancam Rainna lalu pergi meninggalkan mereka di kantin.Tika yang tadi terkejut ,kini berlari untuk mengejar Rainna.


"nna, tunggu gue" teriak Tika.


" Harusnya elo yang tanyain sama dia apa maksud dia ngempesin ban mobil bokap gue" bentak Vina pada Abim.


dia tak takut sama sekali pada Abim meskipun, Abim adalah ketua Osis yang bisa kapan saja melaporkan tindak kekerasan pada siswa lain.


"gue bakal laporin kejadian ini ke ruang Bk" ancam Abim yang pergi dari sana dan khawatir mencari keberadaan Rainna saat ini.


Abim berlari mencari keberadaan Rainna, dia menuju ke kelasnya tapi tak ada ,lanjut ke UKS barang kali saja dia langsung mengobati Lukanya itu. tapi suasana UKS sedang kosong.


"lo kemana sih Rainn" gumam Abim cemas.


*


*


*


"nna lo gak apa-apa?" tanya Tika yang sama khawatirnya dengan Abim.


Rainna menggelengkan kepalanya tak ada jawaban lain.Tika semakin cemas karena tak ada jawaban apapun dari Rainna.

__ADS_1


"lo mau gue anter ke UKS?" tanya Tika memberanikan diri lagi untuk tetap berada disana.


"gak usah Ka, lo mending balik kelas, biarin gue di sini bentar.Gue gak mau nanti lo malah kebawa-bawa sama masalah gue" ungkap Rainna.


"gak Nna, gue bakal temenin lo kok disini" tolah Tika yang disuruh kembali ke kelas.


mereka kini berada di atas rooftop sekolah, kemarin saat dihukum.Rainna tak sengaja berjalan-jalan mengelilingi semua gedung hingga dia fokus pada satu tangga menuju rooftop.Beruntung saja pintu disana tak di kunci hingga dia bisa masuk ke daerah terlarang itu.


"apa kehidupan lo di sekolah ini sesakit ini nna?" batin Karin yang merasakan pipinya masih panas karena tamparan Vina.


"lo sabar ya, gue bakal bales semua perbuatan bocah itu terhadap lo" gumamnya lagi.


tak terasa Bel Masuk istirahat pun berbunyi.Tapi Rainna sama sekali belum ingin beranjak dari tempat itu.Sedangkan Tika sudah sejak tadi mengajaknya kembali ke kelas.Jika dia di tinggalkan di aana sendiri Tika takut Rainna akan berbuat yang aneh-aneh.


"nna ,ayo masuk" ucap Tika yang mencoba memecahkan keheningan disana.


"ehh, sorry gara-gara gue lo jadi ikut diem disini' ucap Rainna tak enak pada Tika yang malah mengikutinya.


" gak ko, gue malahan tambah gak tenang kalo ninggalin lo sendiri di sini, gue takut lo malah berpikiran pendek" sindir Tika yang takut,Rainna malah kepikiran untuk bu*uh diri.


"lo pikir gue bakal terjun bebas dari pagar ini" ketus Rainna pada Tika.


" hhaha, iya kali aja ada setan lewat nyuruh lo terjun" ucap Tika yang tertawa saat Rainna kini sudah mulai seperti biasa.


"tapi lo beneran gak apa-apa?" tanya Tika memastikan Rainna.


"rainnaa" teriak Abim yang terlihat cape karena mencari keberadaan Rainna sejak tadi.


Rainna dan Tika menoleh ke arah panggilan itu.Dia melihat wajah Abim yang penuh keringat dan terlihat khawatir.


"lo kenapa? kaya yang cape gitu" ucap Rainna yang tak tahu jika Abim sejak tadi mencarinya.


"dia cape juga kan nyariin elo" jawab Tika yang oeka terhadap Abim.


Abim pun hanya tersenyum membenarkan apa yang di ucapkan Tika.Tapi dia juga bersyukur jika Rainna baik-baik saja setelah kejadian itu.


"balik nanti gue anter ya" Abim yang mencoba menawarkan dirinya untuk mengantarkan Rainna ke rumahnya.


"kenapa harus di anter?" tanya Rainna.


" gue gak mau lo kenapa-napa, ya udah balik kelas gih.Tuh guru udah mau masuk ke kelas lo" titah Abim yang menyuruh Rainna dan Tika kembali ke kelas mereka.Tak lama memang mereka berlari ke arah pintu kelas untung saja masih sempat masuk sebelum guru itu.


"gue harus bisa lawan si nene lampir itu" gumam Rainna kesal.


"lo yakin?" tanya Tika tak percaya.

__ADS_1


"emang setelah pipi gue memar gini,gue gak yakin dengan ucapan gue sendiri" ucap Rainna sambil membuka halaman buku yang di titah guru di depan kelas mereka.


__ADS_2